
"Mas Raffi ngomong sesuatu?" tanya Riris ketika mendengar Raffi bergumam sangat pelan hingga Riris hanya samar mendengarnya tanpa tau apa maksudnya.
"Oh tadi aku bilang, biar romantis kalo nyanyi lagu itu, biar pak ketu merana beneran dengernya," Raffi terkekeh.
"Emang beneran Mas Ervan gak punya pacar? Dia kan ganteng, pasti banyak yang suka...oops..." Riris buru-buru menutup mulutnya begitu sadar apa yang dia ucapkan. Sebenarnya dia tidak salah karena memang ketampanan Ervan di atas rata-rata dan banyak teman-temannya yang secara terang-terangan bilang kalau mengaguminya, hanya saja Riris tidak mau Raffi mengira dia adalah salah satunya dan hal itu sampai ke Ervan. "Bukan berarti aku suka ma dia juga lho, Mas Raffi jangan salah paham dan bikin gosip yang enggak-enggak ya," lanjut Riris.
"Terus kamu sukanya ma sapa?" tanya Raffi yang tanpa Riris sadari sorot matanya berubah mendengar pujian Riris untuk Ervan.
"Udah ah mas kenapa jadi bahas itu sih, emm...kita mo latihan dulu gak?".
"Kok gak dijawab?" tanya Raffi lagi masih menatap kedua mata Riris tajam.
"Ya Tuhan kenapa tatapannya kayak gitu sih, aku gak kuaaat, jantung please dunk jangan lompat-lompat gitu, aaah kenapa Mas Raffi makin mempesona sih dengan sorot mata itu, pengen meluk kan jadinya," ucap Riris dalam hati. Dia hanya tersenyum mengalihkan pandangannya ke sembarang arah agar Raffi tak menyadari perasaannya saat ini.
"Ngapain coba aku bilang ke Mas Raffi, emang kalo aku tanya balik mas Raffi sukanya ma sapa bakalan dijawab?".
__ADS_1
"Kalo kamu tadi jawab sukanya ma aku bakal aku jawab aku sukanya ma kamu," jawabnya masih setia dengan tatapannya tanpa ada senyum maupun tawa sedikitpun. "Yaudah kita latihan bentar abis itu baru kesana," lanjutnya sambil mulai memposisikan gitarnya tanpa memeperdulikan Riris yang terbengong beberapa saat.
**********
"Cieee dipeluk terus...kalo emang suka kenapa gak bilang aja sih biar bisa meluk orangnya langsung," goda Rosi saat melihat pagi-pagi Riris memeluk bonekanya sambil senyum-senyum sendiri.
Setelah penampilan kelima pasangan panitia dan mahasiswa baru pada acara keakraban semalam, diadakanlah vote untuk memilih pasangan favorit dimana vote terbanyak diraih oleh Raffi dan Riris, karena banyak yang sepakat kalau duet mereka dalam membawakan lagu 'sempurna' bagus dan menciptakan suasana yang romantis, sehingga mereka mendapatkan hadiah berupa boneka. Sebenarnya mereka mendapatkan dua boneka berbentuk patahan hati berwarna merah yang ada magnetnya, jadi ketika disatukan membentuk hati utuh. Namun Raffi memberikan keduanya untuk Riris. Tentu saja Riris senang bukan main. Meski sebelumnya Riris sudah beberapa kali mendapatkan hadiah dari beberapa pria yang memintanya untuk jadi kekasihnya dan tentu saja ditolak secara halus olehnya, tapi kali ini berbeda karena orang yang memberikannya hadiah adalah orang yang dia suka.
"Ciee...ada yang belum share nih gimana ceritanya seorang Rosi yang harusnya bikin kita baper dengan drama romantis malah bikin kita sakit perut dengan drama komedinya," balas Riris dengan senyum meledek.
Riris dan Azki yang tadinya berusaha keras menahan tawa akhirnya terbahak-terbahak mengingat kejadian semalam. Selain Raffi dan Riris, Rosi juga terpilih sebagai mahasiswa baru populer dan berpasangan dengan Ma'ruf, seorang mahasiswa semester tiga Jurusan Kimia yang sering dijuluki Pak Ustadz oleh teman-temannya.
"Kamu juga sih udah tau berhadapan ma cowok alim gitu pake baju seksi, dada kliatan menantang, lekukan body dah kayak gitar spanyol, gimanapun kan dia cowok normal Ros, disuguhin begituan wajar kalo dianya melotot dan mungkin pikirannya traveling kemana-mana," Azki mencoba memberikan pengertian bahwa kejadian semalam bukan sepenuhnya salah Ma'ruf, agar Rosi melupakan rasa marahnya ke seniornya itu.
"Bener tu kata Azki, masih mending Mas Ma'ruf nya gak ampe pingsan ya Ki saking shocknya liat bidadari," sambung Riris masih memegang mulutnya agar tidak tertawa lagi.
__ADS_1
"Udah ah bahas dia, mending kita ke pantai aja yuk biar bisa foto-foto ma mainan air, kan nanti siang udah harus pulang," ajak Rosi sambil menggandeng kedua sahabatnya itu berjalan menuju pantai.
Ternyata di pantai sudah banyak teman-teman sesama mahasiswa baru maupun senior yang asyik berfoto, bermain air, atau sekedar jalan-jalan sambil mengobrol dan bercanda ria dengan temannya.
Setelah berfoto bersama dengan Rosi, Azki, dan beberapa teman yang lain untuk yang kesekian kalinya, Riris pamit karena ingin berjalan-jalan menikmati suasana pantai. Ketika asyik dengan lamunannya tiba-tiba Riris merasakan ada benda basah yang mengenai bahu kanannya. Sontak Riris teriak dan mengibas-ngibaskan lengannya takut kalau itu binatang. Setelah beberapa saat baru Riris sadari kalau yang menempel di bahunya adalah pasir basah. Ketika menoleh ke kanan, dilihatlah olehnya Raffi yang bekacak pinggang sambil tertawa.
"Mas Raffi ngelempar aku pakai pasir? Kok jail banget sih, aku kan udah mandi mas, jadi kotor lagi kan," protes Riris sambil mencoba membersihkan kaosnya namun tetap saja menyisakan sebagian pasir yang masih menempel.
"Yaudah maaf, sini aku bantuin bersihin," ucap Raffi sambil mendekati Riris.
"Bantuin gimana orang dari tadi udah aku bersihin pasirnya gak ilang-ilang," kesal Riris yang pandangannya masih fokus ke bahunya.
Baru mau mengarahkan pandangannya ke Raffi, Riris merasakan tubuhnya melayang dan terbang, lalu"Byuuurrr" .Riris dan Raffi tercebur ke ombak yang dalamnya sekitar setengah meter itu. Setelah bersusah payah mencoba berdiri, Riris terpaku pada Raffi yang masih duduk sambil tertawa. Entah bagaimana mengungkapkannya, perasaan Riris campur aduk, antara senang karena baru saja dia digendong oleh pria yang dia suka, kesal karena bajunya jadi basah, bingung juga karena ini terlalu mendadak dan dia sama sekali tidak menyangka akan mengalami momen yang sejak lama dia impikan ini bersama pria yang membuatnya terpesona sejak pandangan pertama itu.
"Kok diem? Kamu marah?" tanya Raffi yang langsung berhenti tertawa melihat Riris diam tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Mas Raffi nyebelin...nyebelin...nyebeliiin," ucap Riris sambil terus melempar pasir ke tubuh Raffi. Bahkan ketika Raffi mencoba berlari untuk menghindar Riris terus mengejarnya. Rona bahagia yang muncul di wajah keduanya membuat mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.