Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
22. Pulau Abjikel


__ADS_3

Eden segera berlayar ke sana dengan Kapalnya, kecepatan yang di gunakan standar, tidak terlalu lambat atau terlalu cepat, Eden akhirnya cukup dekat dengan Pulau, dirinya menurunkan jangkar, lalu dirinya menatap serigala putih yang berada di geladak kapal.


"Albina kau tetap di sini, jaga kapal dengan baik, aku akan kembali dalam beberapa hari atau mungkin dalam hitungan beberapa Minggu, bisa juga lebih dari itu kemungkinan besar, karenanya aku mau kau menjaga kapal ini dan tidak meninggalkannya apapun yang terjadi, kecuali itu benar-benar sangat berbahaya dan diluar kemampuanmu, mengerti?" Eden bertanya kepada Serigala putih tersebut.


Mendengar semua itu dengan sangat serius, Albina menganggukkan kepalanya, melihatnya Eden menjadi sangat senang lalu dirinya mengelus kepala Albina, sebelum menurunkan sekoci, lalu mendayung sekoci menuju ke Pulau Abjikel.


Pulau Abjikel salah satu tempat yang muncul setelah Tujuh Bencana Kiamat terjadi, ada banyak tempat yang seperti Pulau Abjikel, namun Pulau Abjikel adalah Pulau Berkembang, berbeda dengan tempat-tempat lainnya yang statusnya tidak berubah sama sekali.


Maksud dari berkembang di sini, yaitu Pulau Abjikel setiap harinya akan terdapat perubahan, entah itu pulau semakin luas, pulau yang berpindah tempat, dalam sekejap terdapat tumbuhan atau hewan aneh yang tidak ada pada hari sebelumnya, dan berbagai hal lainnya.


Karenanya Pulau Abjikel di kehidupan Eden sebelumnya menjadi salah satu tempat yang diperebutkan, sayang seribu sayang, pulau hanya berkembang selama seratus hari, sebelum berhenti selama setahun, lalu berkembang kembali selama seratus hari.


Sebab itulah mengapa perebutan sangat sengit, karena hanya ada seratus hari perkembangan sebelum akhirnya membutuhkan waktu setahun sebelum berkembang kembali.


Tempat-tempat lainnya memang ada yang berkembang, tapi perkembangan itu sangat lambat, dan prosesnya bisa setahun, sepuluh tahun atau lebih, karenanya orang-orang lebih mempedulikan Pulau Abjikel.


Pulau Abjikel saat ini terlihat tidak terlalu besar, karena bagaimanapun baru setahun sejak bencana kiamat terjadi, meski sudah mengalami perkembangan sekali selama tiga bulan, dan masih berada di tahap berhenti berkembang sesaat, Pulau Abjikel sepertinya sudah ada beberapa hal yang bisa dikatakan cukup menarik, atau bahkan lebih bisa digambarkan berbeda dengan Pulau pada umumnya.


Pertama yang paling menonjol tentu saja Pohon Bambu yang berwarna-warni menjulang tinggi, Eden mengetahui tentang Pohon Bambu Warna-warni, sebab dirinya pernah merasakan akibat dari pohon tersebut.


Pohon Bambu Warna-warni atab biasa dikenal dengan sebutan Pohon Ranjau Aneh, sebuah pohon yang berbentuk seperti pohon Bambu, tapi berwarna-warni dan menjulang tinggi sekali, bahkan seseorang yang cukup jauh dari Pulau Abjikel dapat melihatnya dengan jelas.


Pohon itu memiliki beberapa efek sesuai dengan warna yang dimiliki, misal jika berwarna hitam maka jika meledak dapat melukai seseorang, layaknya terkena beberapa bom Granat secara bersamaan.

__ADS_1


Sedangkan berwarna merah berarti akan muncul api yang berkobar dan membakarmu hingga menjadi abu, sementara biru akan menyetrum dengan petir, untuk hijau maka kau akan diracuni dengan racun yang mematikan.


Untuk warna kuning sendiri maka itu akan membuatmu tertawa hingga mati, dan ungu akan membuatmu merasa depresi dan putus asa, sebelum akhirnya mati melakukan bunuh diri.


Eden sendiri pernah merasakan racun dari Pohon Bambu Warna-warni, karenanya dia sangat mengetahui tentang Pohon tersebut.


Sesampainya Eden di pantai, dirinya menatap ke sekitar pantai dengan tatapan waspada, dirinya kemudian mengeluarkan Pedang Level 1 dan Level 2, lalu memakai semua item yang akan membantunya bertahan hidup.


[Masker Wajah Kelinci Bulu Putih Seringan Angin Level 1]


[Topeng Kera Berekor Petir Level 1]


[Anting Kembar Yin-Yang Level 3]


[Kalung Rumput Biru Laut Level 2]


[Seragam Serigala Bermata Putih Level 1]


[Sepatu Frilresa Sang Kuda Bersayap Hitam Level 2]


[Pedang Berelemen Air Level 1]


[Pedang Burung Api Berkaki Empat Level 2]

__ADS_1


Eden kemudian berjalan memasuki hutan, saat dirinya memasuki hutan dengan pasir pantai putih yang masih terlihat, Eden dapat merasakan kehangatan hutan yang lembab, serta suara beberapa serangga kecil dan tiupan angin yang segar.


Ketika Eden terus menelusuri hutan mengikuti peta dari kemampuannya, dirinya tiba-tiba saja berhenti dan menatap pohon besar yang berada tidak jauh di depan, Eden mengetahui apa yang akan terjadi kepada pohon tersebut di masa depan, karenanya Eden merasa tidak nyaman saat melihatnya.


"Aku tidak tahu apakah kau saat ini sudah memiliki kesadaran penuh atau tidak, tapi jika kau sudah memilikinya ingatlah aku tidak akan melakukan kerusakan di tempat ini, aku hanya akan mengambil sesuatu, jadi jangan menyerangku... Mengerti?" Ucap Eden dengan suara keras dan lantang, sambil menatap pohon besar tersebut dengan tatapan serius.


"Jika tidak, aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkanmu..." Entah karena merasa tekanan dari Eden, atau memahami apa yang Eden katakan, pohon besar tersebut bergoyang dengan cara yang aneh, lalu berhenti, melihat itu Eden menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Eden mulai berjalan memasuki hutan, dirinya terus berjalan menuju ke arah yang sesuai dari peta yang diberikan oleh kemampuannya.


Sesampainya Eden di tempat tujuan, Eden terkejut menemukan bahwa apa yang dirinya harapkan tidak sesuai dengan ekspektasi, seharusnya Buah Hati berada di tempat Eden berada saat ini, tapi masalahnya di sana hanya ada Padang rumput yang luas.


"... Sialan!"


Eden benar-benar kesal karena apa yang dirinya tuju tidak ada, hal ini tidak mungkin terjadi kecuali ada beberapa variabel, atau efek kupu-kupu telah terjadi.


"Tidak! Tidak! Itu tidak mungkin, hanya ada dua kemungkinan, pertama ada yang datang lebih dulu dari aku, tentunya itu tidak mungkin, kedua dan merupakan hal yang paling logis... Pohonnya belum tumbuh..."


"Haah... Jika benar begitu, aku benar-benar bermasalah, huuu... Apakah aku perlu menunggu di tempat ini, orang yang pertama kali menemukan Pulau Abjikel itu terjadi sekitar seratus tahun dari sekarang, apakah aku harus menunggu selama itu?" Eden melihat sekitar dengan wajah kecewa.


"Yah bahkan Pohon Besar itu hanya sebuah Pohon Besar dengan sedikit akal, Hem... Kurasa aku dapat tinggal di tempat ini selama beberapa tahun, untuk melihat apakah saat itu sudah tumbuh, tapi aku tidak akan bisa pergi ke tempat lainnya, dan menemui anak-anakku, Flora dan para bawahanku, ini pilihan yang sulit... Tapi aku benar-benar membutuhkan Buah Hati... Tunggu apakah sudah ada beberapa pulau lainnya di sekitar sini?"


"Jika sudah aku bisa tinggal di sana untuk beberapa saat, sambil menjadikan tempat itu sebagai untuk tempat tinggal... Heh itu tidak buruk juga..."

__ADS_1


"Tapi untuk sebulan ini aku akan tinggal di sini, aku perlu mencari tahu apakah mereka sudah ada atau belum, lagipula Pohon Besar itu saja sudah ada tapi hanya memiliki sedikit akal, bagaimana dengan keempat lainnya..."


Yang dimaksud Eden saat ini tentang Monster yang menjaga Pulau Abjikel, di kehidupan sebelumnya ada Lima Monster, kelima monster menjaga Pulau Abjikel dengan baik, di mana para penjelajah yang datang dengan niat buruk akan diserang oleh mereka. Pohon Besar sebelumnya yang ditemui Eden adalah salah satunya.


__ADS_2