
"Haaah...." Eden menatap ke arah langit biru dan berawan dengan tatapan kosong.
"Aku terluka cukup parah ha? Ini menyedihkan..." Eden tersenyum kecut sambil menatap tubuhnya yang dipenuhi berbagai macam luka, dari luka gores, tusuk, hingga luka serius yang sampai membuat kulit Eden terkelupas.
Meski demikian Eden masih tetap tenang, dirinya hanya menatap lukanya sejenak sebelum mengambil beberapa ramuan penyembuh luka, lalu meminumnya untuk menyembuhkan luka-luka yang dirinya derita.
Setelah pulih Eden kemudian duduk bersila, dirinya memfokuskan dirinya pada Energi alam yang ada di hutan, kemudian Eden mulai mengendalikan Energi alam untuk menyembuhkan luka dalam yang membuat Energi Jiwanya berantakan, hal itu terjadi akibat Eden yang secara paksa menggunakan Energi Jiwa miliknya untuk menggunakan kemampuannya.
Serta memaksakan tubuhnya menahan Ukiran Tanda, yang digerakkan oleh Energi Jiwanya yang berantakan, hal itu membuat Eden mengalami rasa sakit yang membakar di dalam dirinya, meski demikian hal itu tetap mampu Eden tahan dengan begitu baik.
Setelah dirinya memulihkan dirinya, Eden kemudian berdiri, lalu Eden membuat beberapa Klon dirinya.
Lalu Eden memberikan tiga Cincin Penyimpanan, kepada ketiga Klonnya, Eden menatap mereka sebelum akhirnya berbicara.
"Taburkan Bubuk Hitam Berkelap-kelip di seluruh Gunung Kematian, serta di bagian dalam Gunung Kematian, taburkan semuanya tanpa tersisa sama sekali!"
"Baik!"
Melihat mereka yang pergi dari hadapannya, Eden kemudian melihat ke sekitar sebelum akhirnya berlari ke arah tertentu.
Sementara itu di suatu tempat yang berada di dekat Gunung Kematian, sekelompok orang tengah berusaha mengambil berbagai tanaman dengan cepat, namun tetap teliti.
Mereka adalah Anggota Asosiasi Misi yang menjalankan misi, untuk mecari dan mengambil berbagai tanaman Herbal yang ada di dekat Gunung Kematian.
Jumlah Tanaman Herbal tersebut cukup banyak, yang membuat orang-orang yang mengambil misi tersebut cukup kesulitan mengambilnya, tapi dengan jumlah orang yang banyak dalam waktu beberapa jam, mereka hampir selesai mengambil semua Tanaman Herbal yang ada di Gunung Kematian.
Pemimpin dari orang-orang itu merupakan seorang pria bernama Yan, dengan kecakapan pria itu sebagai pemimpin, mereka dapat menghindari Dogtrai dan Uto, yah mungkin dari sekarang dirinya tidak diperlukan, karena bagaimanapun juga Dogtrai dan Uto telah tiada.
"Cepat kumpulkan! Kita tidak tahu kapan Gunung Kematian akan meletus! Sebaiknya kita bersiap-siap untuk hal yang akan terjadi!" Yan berteriak kepada bawahannya, para bawahan Yan menganggukkan kepala, menyetujui perintah Yan, karena mereka masih sayang kepada nyawa mereka.
__ADS_1
"Gregek gregek gregek!"
Tanah mulai bergetar, terdengar suara tanah bergerak, yang mana hal itu seketika membuat semua Anggota Asosiasi Misi yang berada di Gunung Kematian menjadi khawatir, mereka segera mempercepat gerakan mereka.
"Cepat! Cepat! Cepatlah! Gunung Kematian akan segera meletus! Kita harus segera pergi kembali ke Kota!"
"Ya!"
Mereka semua segera mempercepat gerakan mereka, dalam beberapa menit semua Tanaman Herbal yang ada telah habis di ambil, melihat itu Yan segera memimpin untuk pergi dari Gunung Kematian, ketika mereka sedang bergegas menuju kembali ke kota, Yan tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria.
"Hei! Cepatlah kembali ke kota! Gunung Kematian akan segera meletus!" Yan berteriak kepada pria tersebut.
"Ya ya ya, tentu terimakasih atas informasinya...!" Pria itu dengan wajah tersenyum menjawab Yan dengan santainya.
"Apakah kau mau mati?"
"Tunggu! Apakah kau salah satu Ras Blackdeath!"
"..."
Pria itu hanya terdiam tidak menjawab Yan, yang mana hal itu membuat Yan mengkonfirmasi sendiri, bahwa itu adalah benar.
"Baiklah! Pokoknya sampai jumpa!" Yan segera pergi meninggalkan pria itu.
Sementara itu pria yang di maksud adalah Eden yang menatap kepergian Yan bersama anggota Asosiasi Misi lainnya, setelah menggelengkan kepalanya, Eden segera pergi menuju ke Gunung Kematian, sebelumnya Eden baru saja dari tempat Dogtrai berada, yang mana terdapat catatan yang Dogtrai buat.
Eden mengambilnya berniat menggunakannya untuk membuat sang Ratu bisa meminjamkan Permata miliknya, jika tetap tidak bisa Eden mau tidak mau harus menggunakan cara lain, yaitu cara kekerasan.
Sekarang Eden berniat untuk pergi menuju ke Gunung Kematian, tapi Eden tidak yakin apakah Gunung Kematian akan segera meletus atau tidak, jika tidak dirinya terpaksa menunggu selama beberapa hari hingga Gunung Kematian meletus.
__ADS_1
Gunung berapi itu menjulang tinggi di tengah-tengah lanskap yang indah, Gunung berapi ini memiliki bentuk bulat yang terlihat presisi, namun asap dan uap panas yang berasal dari dalamnya menunjukkan bahwa sesuatu yang dahsyat, sedang terjadi di dalamnya.
Pemandangan sekitar gunung berapi dipenuhi oleh hutan hijau yang luas, sungai-sungai yang mengalir deras, dan pepohonan yang menjulang tinggi, tapi suasana tenang ini terganggu oleh getaran dan gemuruh, yang semakin lama semakin kuat yang keluar dari dalam gunung berapi.
Asap hitam mulai menggumpal di sekitar puncak gunung, Eden yang melihat itu seketika menjadi sangat senang, dirinya segera pergi ke puncak gunung, melihat di sana sudah terdapat Klonnya, Eden kemudian segera mengeluarkan Kapalnya
Lalu Kapal tersebut Eden taburkan Bubuk Hitam Berkelap-kelip secara meluruh, lubang-lubang kecil di sisi gunung berapi mulai mengeluarkan lahar panas, tanah di sekitarnya gemetar, dan terdengar suara gemuruh seperti letupan kecil dari dalam perut bumi.
Eden segera mengarahkan Kapal tepat di atas Gunung Kematian, dirinya lalu naik ke atas kapal, Eden bersiap akan hal yang akan terjadi.
Sementara itu beberapa orang yang memperhatikan Gunung Kematian, melihat sesuatu hal yang aneh tengah terjadi, Yap mereka melihat sebuah kapal yang tiba-tiba saja muncul tepat di atas puncak Gunung Kematian.
Waktu terus berjalan dan tekanan di dalam gunung berapi semakin kuat setiap detiknya, puncak Gunung Kematian seketika menjadi kawah besar yang penuh dengan lava cair, asap pekat yang terbakar keluar dari gunung dan membentuk awan hitam yang menggelapkan langit di sekitarnya.
Lalu ledakan yang sangat dahsyat, gunung berapi itu meletus, lava merah menyala terbang tinggi ke langit, akibat ledakan dari lava dari Gunung Kematian, Kapal Eden kemudian ikut terbawa oleh hembusan api, yang menjulang tinggi ke langit, melewati berbagai awan, hingga akhirnya berada di ketinggian yang menakjubkan.
Nah itulah fungsi sebenarnya dari Bubuk Hitam Berkelap-kelip, yaitu menjaga panas untuk tetap berada di satu titik, juga bisa di gunakan untuk menahan panas yang ada, dengan menaburkan Bubuk Hitam Berkelap-kelip di sebuah benda tertentu, yang mana membuat benda itu memiliki kemampuan untuk bertahan dari panas api atau bahkan lava cair sekalipun.
Eden menyaksikan dengan tenang, Kapalnya terus meluncur tinggi ke langit, hingga melewati sebuah lingkaran hitam yang merupakan jalan ke Kerajaan Langit, kemudian Kapal Eden menembus berbagai lautan awan super tebal, hingga akhirnya berada di atas lautan awan yang begitu banyak.
Sementara itu Bubuk Hitam Berkelap-kelip yang akhirnya mulai kehilangan fungsinya, akibat panas dari lava yang terlalu kuat, akhirnya membuat lava turun kembali, sebelum akhirnya meluncur turun dari puncak dan mengalir dengan kecepatan tinggi, membakar segala sesuatu yang ada di sekitarnya, gemuruh yang menyakitkan bergema di seluruh Gunung Kematian, dan debu vulkanik terlempar tinggi ke langit, menciptakan asap yang menakutkan.
Letusan Gunung Kematian ini menghasilkan letusan pyroclastic yang memuntahkan abu panas dan batuan pijar dengan kecepatan tinggi, kota-kota yang ada di sekitar Gunung Kematian saat ini telah memasang perisai transparan yang melindungi Kota dari semburan Gunung Kematian.
Perlahan namun pasti, setelah ledakan dahsyat itu mereda, Gunung Kematian berubah menjadi gunung berapi tidur, dengan kawah besar di puncaknya yang terisi oleh lava yang kini mulai mengeras, meski semua yang terjadi sebagai akibat letusan itu, meninggalkan jejak kehancuran dan kerusakan yang ada di sekitarnya.
Eden tentu saja tidak peduli dengan Gunung Kematian, sebab dirinya sibuk memperhatikan yang ada di sekitarnya, di mana yang dipenuhi oleh lautan awan putih yang tebal.
"Haah... Aku akhirnya berada di Kerajaan Langit, ini salah satu perjalanan yang telah lama aku tunggu-tunggu..." Eden kemudian melihat ke arah tertentu, sebelum akhirnya menggerakkan kapalnya menuju ke arah tersebut.
__ADS_1