
Eden mulai menjalankan rencananya, dirinya pergi ke arah timur pulau tersebut, setelah berjalan selama beberapa saat Eden berhenti di dekat batu besar.
"Huff... Kurasa tidur di sini untuk beberapa saat tidak akan menjadi masalah, sudah sangat lama aku tidak tidur siang di hutan... Kurasa aku dapat tidur nyenyak kali ini..." Eden membuat posisi yang nyaman, lalu menutup kedua matanya.
...
Sementara Eden tengah pergi menuju mimpi yang menyenangkan, Voul dan teman-temannya sedang berada di luar Negara Dunia Bawah.
Dirinya menatap hutan yang dipenuhi oleh pepohonan, di mana terdapat berbagai jenis pohon aneh.
Voul sudah sering keluar dari Negara Dunia Bawah, karena dirinya serta teman-temannya yang lain pergi berburu untuk mendapatkan Poin Kontribusi.
Sekarang mereka diluar bukan untuk berburu seperti biasa, mereka kali ini sedang menghadapi ujian akhir semester, mereka perlu mencari Monster yang telah ditentukan oleh Sekolah Elemental, untuk mereka buru lalu tubuh Monster tersebut perlu mereka bawa kepada Guru yang berada di titik lokasi tertentu.
Biasanya Voul yang akan menjadi pemimpin tim sebagaimana biasanya, tapi sekarang murid dipilih secara acak, dan sayangnya Voul tidak memiliki teman satu timnya seperti biasanya.
Karena itulah mengapa Voul saat ini tengah berdebat antara teman-temannya, mereka semua saling berdebat satu sama lain memikirkan siapa yang akan menjadi pemimpin, dari mereka bersembilan tidak ada satupun yang memilih Voul menjadi pemimpin, karena mereka sebelumnya bagian dari tim orang terbaik kedua dan ketiga.
Sebab itulah mengapa mereka berdebat siapa yang akan memimpin tim, Voul langsung mengerti tujuan dari pengacakan anggota tim.
Serta alasan tiga terbaik yang menjadi pemimpin tim masing-masing tidak ditempatkan dalam satu tim, sebab Sekolah Elemental ingin mereka bertiga menjadi pemimpin yang baik dan dapat beradaptasi dengan segala keadaan yang ada, termasuk anggota tim yang berbeda.
Tapi meski demikian Voul tidak dapat mengatasinya, karena dirinya tidak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap orang-orang baru.
Itulah mengapa selama tiga puluh menit terakhir dirinya hanya diam dan menyaksikan timnya saling berdebat, setelah merasa cukup dengan perdebatan yang tidak ada habisnya, Voul membuat cara untuk menarik perhatian semua orang, dengan cara membuat gelembung air di sekitar lalu memecahkannya.
__ADS_1
Hal itu cukup efektif, di mana mereka semua terdiam dan melirik ke arah Voul.
"Dengarkan! Jika kalian tidak mau lulus ujian maka tidak masalah, tapi jika kalian ingin lulus maka dengarkan aku!" Setelah Voul mengatakan itu semua orang terdiam.
"Bagus, sekarang aku akan memberitahukan bahwa aku yang akan menjadi pemimpin, tapi jika aku tidak dapat mengatasi keadaan dalam sehari, maka pemimpin akan digantikan, dan jika orang tersebut juga Gagal, maka juga akan digantikan, kita akan melakukan ini sampai kita berhasil memburu Monster yang telah ditentukan, tapi jika aku dapat mengatasi semua hal selama menjadi pemimpin, maka dengarkan semua yang aku katakan, mengerti?" Voul tidak memulai jalan pemimpin yang menindas untuk Kekuasaan.
Dirinya malah memilih jalan pemimpin yang akan diterima oleh semua orang, memang seperti itulah seharusnya seorang pemimpin sejati berpikir.
Sementara itu di suatu tempat di dalam Negara Dunia Bawah, terdapat sekelompok orang yang melihat semua yang dilakukan para siswa-siswi melalui layar monitor.
Mereka adalah para Guru serta Staff dari Sekolah Elemental, mereka memperhatikan dengan serius apa yang terjadi.
"Voul seperti biasanya mengesankan..." Ucap seorang guru yang merupakan pria tua dengan tersenyum lebar dan memuji Voul.
"Tapi Genki Yatachi juga tidak kalah dari mereka berdua, lihat dia juga dapat mengatasi hal itu..." Guru yang terlihat tenang ikut menambahkan.
"Tenanglah, apakah kalian hanya bergosip tentang para murid?" Seorang guru pria dengan wajah pemarah berbicara.
"Sudahlah, mereka hanya bersemangat dengan para murid yang hebat-hebat, aku sebagai Kepala Sekolah juga terkesan dengan kemampuan mereka, begitu mereka bertiga lulus, pasti ketiganya mampu menjadi Kru Kaisar... Hem... Aku penasaran apa yang sedang dilakukan Kru lainnya..." Kepala Sekolah yang juga merupakan salah satu dari 100 Elemental yang pernah dilatih oleh Eden, dirinya tiba-tiba saja memikirkan teman-teman seperjuangannya.
...
Di suatu tempat yang merupakan lautan yang luas, dengan langit biru cerah di cakrawala, dengan suara ombak yang tenang dan damai, serta suara ramai yang dapat terdengar jelas.
Sebuah Kapal Raksasa muncul, di atas kapal itu ada banyak sekali orang, dari pria dan wanita.
__ADS_1
Setidaknya ada ada seratus orang di kapal raksasa tersebut, di geladak kapal terdapat beberapa pria berbadan kekar yang sedang melakukan push up secara bersamaan.
"Hei! Hentikan! Lihat di depan! Kita akan menghadapi sesuatu! Turunkan layar! Angkat jangkar! Persiapkan hatimu untuk segala hal tidak terduga, dan berdoalah kepada Kaisar Dunia Bawah untuk keselamatan kita!" Orang yang berpenampilan aneh, dengan topi bajak laut dengan logo Revolver Berwarna Merah, serta memakai pakaian koboi berteriak.
Mendengar orang tersebut memberi perintah, semua orang segera melaksanakannya, termasuk para pria berbadan kekar yang sebelumnya sedang melakukan push up bersamaan.
Orang tersebut adalah Kapten Kapal dari Kru Revolver Merah, dia salah satu Penjaga yang berhasil mengambil bagian menjadi Kru, serta menjadi Kapten dari Kru tersebut.
Namanya adalah Jacki Fozvoc, karena kemampuannya untuk memimpin, serta kemampuannya yang hebat dalam bertarung, kecerdasan dan kebijaksanaannya, dirinya berhasil bertahan selama ini.
Mungkin aneh ketika Jaki mengatakan untuk berdoa kepada Kaisar Dunia Bawah yaitu Eden, sebab bagi Jacki serta para anggota Kru dari Kru Revolver Merah berdoa kepada Eden bisa mendapatkan keselamatan dari banyak hal buruk, sebab selama ini jika mereka berdoa meminta keselamatan kepada Eden hal itu selalu berhasil.
Tentunya itu bukan hanya kebetulan saja, alasan dari hal itu karena Eden memberikan Kata Janji kepada para anak buahnya yang menjelajah, yaitu para anggota dari berbagai Kru.
Apa itu Kata Janji? Nah Kata Janji sebuah sumpah yang dimana Eden akan melindungi setiap orang yang dirinya lihat ketika kesulitan, tidak peduli dari Ras mana itu, dan sebagai ganti dari sumpah itu, semua anak buah Eden akan memiliki peluang 55%, ketika menghadapi hal yang benar-benar berbahaya dan tidak memiliki peluang untuk selamat, tapi jika itu tidak terlalu berbahaya maka peluang mereka bisa tujuh puluh persen, delapan puluh persen bahkan sembilan puluh sembilan persen.
Tapi jika orang tersebut yang memulai permusuhan dan Eden masih menganggapnya musuh, maka ketika orang itu kesulitan dan Eden menyaksikannya tapi mengabaikannya, dirinya tidak akan dikenakan hukuman karena melanggar sumpah.
Tentunya terlalu banyak celah dari sumpah yang dibuat oleh Eden, karena itulah mengapa Eden dapat menggunakan celah tersebut untuk tidak terkena hukuman.
Jacki dan anggota Kru-nya telah menemukan beberapa hal yang menarik, mereka mencatatnya di buku dan memetakan hal tersebut, karena itulah tugas mereka.
Sudah setahun semenjak bencana, dan Jacki telah menemukan berbagai hal aneh, unik, dan mengahadapi banyak sekali bahaya.
Karena sudah satu tahun, sekarang hanya tersisa empat tahun lagi, sebelum semua Kru harus kembali ke Negara Dunia Bawah 01, setiap Kru perlu melaporkan apa yang telah terjadi selama lima tahun dalam perjalanan mereka, karenanya saat ini Kru Revolver Merah masih berlayar.
__ADS_1