
Eden akhirnya sampai di Pulau Tepung Emas, pulau itu terlihat begitu indah di langit yang biru nan tak berujung, yang mana sebuah pulau indah yang melayang dengan anggunnya.
Pulau ini dipenuhi keajaiban alam yang membuat takjub siapapun, panjang tepiannya terdapat kabut lembut berwarna keemasan seperti tepung melingkari pulau dengan anggun, seperti lukisan impian, pemandangan ini begitu memukau bagi siapa pun yang melihatnya.
Tepat di tengah-tengah pulau, terdapat sebuah gunung hijau yang menjulang gagah berdiri, gunung ini diselimuti oleh hutan hijau yang memikat, dipenuhi berbagai jenis pepohonan yang menyejukkan, udara segar mengalir dari gunung dan hutan, menciptakan aroma bunga-bunga liar yang menenangkan jiwa.
Sayangnya keindahan alam ini tidak dapat menyembunyikan keadaan kota yang terdapat di pulau tersebut, sebab Eden dapat melihat dengan jelas meski berada di langit dan dikelilingi oleh keajaiban kabut berwarna keemasan, kota ini tampak seperti sebuah tragedi yang menyedihkan.
Beberapa bangunan di kota itu rusak dan hancur, terlihat mereka telah melewati masa-masa sulit, becek dan lumpur kotor menutupi jalanan kota, menandakan masa-masa kemarau yang berat telah melanda.
Di tengah-tengah kemerosotan kota, terdapat penduduknya yang kelaparan dan kurus kering, mereka tampak lemah dan kekurangan gizi akibat masa-masa sulit yang mereka hadapi, juga terdapat beberapa orang berjubah hitam di beberapa tempat.
Melihat kedatangan pasukan bersayap putih, membuat orang-orang berjubah hitam mulai panik, mereka berlarian menuju pusat kota, membentuk formasi pertahanan seolah-olah mereka tidak ingin pasukan tersebut datang lebih dekat ke kota mereka.
Seketika suasana langit di pulau ini menjadi tegang dan dramatis, keindahan alam yang menggoda bergandengan tangan dengan kemerosotan kota yang menyedihkan, di mana hal itu menciptakan kontras yang mencolok.
Pulau ini menjadi metafora tentang kehidupan yang penuh dengan dualitas, di mana keindahan dan kehancuran hidup berdampingan.
"Mereka sepertinya telah bersiap menyambut kedatangan kita! Karena itu kita juga perlu memberikan kedatangan yang megah! Serang!" Pemimpin dari para Angelwhite memulai pembicaraan, lalu dirinya segera menyerbu ke depan.
Eden yang melihat itu mengerutkan keningnya, tapi dirinya tidak peduli dan segera meminta Azurea untuk meminjamkan kekuatan, setelah itu Eden juga ikut bertarung.
...
__ADS_1
...
...
Di sebuah pulau kecil di tengah lautan awan, terdapat sebuah kota abad pertengahan yang tenang dan damai sebelumnya, tetapi kini suasana telah berubah drastis.
Pepohonan rindang yang sebelumnya menghiasi kota kini sudah habis terbakar, dan reruntuhan bangunan tersebar di mana-mana, asap hitam membubung tinggi ke langit, menyelimuti langit biru yang dulunya tenang.
Di dalam kota terdengar dentingan besi yang saling bertabrakan, suara letupan pedang dan tombak yang menyatu dengan teriakan serangan dan kematian, orang-orang dengan sayap putih berterbangan melawan orang-orang berjubah.
Para Angelwhite mengenakan armor besi berkilauan putih yang kontras dengan pemandangan kehancuran di sekitar mereka, wajah mereka dipenuhi semangat perang dan tekad untuk melawan musuh mereka, yaitu para orang-orang berjubah hitam.
Mereka melayang melalui jalan-jalan sempit kota yang rusak, menyusuri lorong-lorong sempit, dan berada di bangunan yang runtuh untuk mencari tempat yang lebih tinggi untuk melihat musuh mereka.
Meski terkejut sekaligus bingung, mereka tetap bertarung dalam jarak dekat, tapi tiba-tiba saja hal aneh kembali terjadi, saat mereka berhadapan dengan orang-orang bersayap hitam, kecepatan mereka bertambah, hal itu terlihat menakutkan dengan armor hitam yang akhirnya terlihat, dari balik jubah mereka, dengan mata yang berapi-api.
Orang-orang bersayap hitam meluncur dari langit, menyergap pasukan dengan gerakan lincah mereka, pedang hitam mereka menyala dengan kegelapan, menciptakan pandangan yang menakutkan saat mereka melawan para pejuang Angelwhite dengan ketangkasan mereka sendiri, suara benturan besi dan teriakan kesakitan memenuhi udara.
Di tengah-tengah kekacauan, api berkobar di beberapa sudut kota karena bangunan yang terkena serangan dan terbakar, api menyala-nyala layaknya naga bernapas di atas kota yang sebelumnya sunyi.
Pertempuran ini menjadi semakin intens setiap detiknya, darah mengalir di jalanan kota dan mayat bergelimpangan di sepanjang trotoar, meskipun kota ini berada di pulau kecil, pertempuran ini sepertinya mengancam untuk menghancurkan segalanya di sekitarnya.
Di langit orang-orang bersayap hitam dan putih beradu di udara, membuat pertempuran ini menjadi perang yang mendebarkan dan spektakuler.
__ADS_1
Pertempuran kacau di kota abad pertengahan ini menciptakan suasana yang menakutkan dan mencekam, suara gemuruh senjata dan sayap yang ada menciptakan melodi kekacauan yang menakutkan, siapapun yang berada di kota ini pasti merasakan adrenalin berlari dalam darah mereka, sekaligus takut akan hal yang tidak diketahui.
Dampak kekacauan dari pertempuran tersebut benar-benar menghancurkan sekitar kota abad pertengahan dan pulau kecil tempatnya berada, hutan yang sebelumnya rindang dan indah kini telah rusak dengan parah, pepohonan terlihat banyak yang tumbang.
Daun-daun yang dulunya hijau sekarang tercampur dengan debu dan tanah akibat ledakan dan serangan yang mengguncang daerah tersebut, kehidupan liar di hutan itu terusir atau bahkan musnah karena akibat pertempuran ini.
Tanah yang subur dan indah di sekitar kota kini berubah menjadi medan perang yang berlubang-lubang akibat hantaman tombak, pedang, dan ledakan.
Benturan berat antara kedua belah pasukan juga menyebabkan gempa kecil, mengguncang tanah dan menciptakan retakan-retakan di permukaannya.
Sungai yang mengalir dengan tenang sebelumnya, kini berubah menjadi berantakan, airnya sekarang terlihat menjadi keruh karena lumpur dan tanah yang terbawa dari pertempuran, menyebabkan ikan dan makhluk air lainnya mati atau terusir dari habitat mereka.
Bebatuan besar dari ledakan telah mengubah aliran sungai, dan membentuk tanggul-tanggul alami yang menyulitkan aliran air untuk dapat mengalir.
Pertempuran juga memiliki dampak pada gunung di pulau itu, gempa-gempa akibat benturan yang keras menyebabkan gunung tiba-tiba bergetar hebat.
Seluruh ekosistem di pulau kecil ini mengalami kerusakan besar akibat pertempuran yang gencar dan intens ini, bukan hanya manusia yang terkena dampaknya, tetapi juga flora, fauna, dan lingkungan alam yang menjadi korban.
Kekacauan pertempuran ini meninggalkan bekas luka yang dalam dan memerlukan waktu yang lama untuk pulih, jika memang bisa pulih kembali tentunya.
Tiba-tiba saja sekelompok orang-orang berjubah terbang menuju ke arah gunung, hal itu membuat Eden termasuk Ras Angelwhite lainnya menjadi bingung.
Tapi Eden segera sadar hal buruk akan dilakukan oleh orang-orang bersayap hitam, dirinya segera bergegas pergi ke sana.
__ADS_1
Melihat Eden yang menuju ke arah gunung mengikuti para orang-orang bersayap hitam, membuat para Kesatria Penjaga segera sadar akan sesuatu hal yang tidak bagus, di mana mereka juga ikut dengan Eden.