
Eden terdiam, dirinya sangat terpaku dengan benang merah yang melingkar di jari kelingkingnya.
"Huuufff... Baiklah, sekarang bisakah berikan aku kekuatanmu, meski ruang semu ini memiliki perbedaan waktu dengan dunia luar, tapi aku tetap perlu kembali..." Eden segera tidak peduli tentang Takdirnya.
Karena banyak orang yang terlalu percaya dengan Takdir mereka berakhir menyedihkan, sebab itulah mengapa Eden tidak peduli akan Takdir, karena baginya itu hanya omong kosong.
"Ini akan menyakitkan, apakah kamu siap?" Azurea dengan mengeluarkan berbagai cahaya dari dalam dirinya bertanya kepada Eden.
"Hem? Aku siap lakukan saja..." Eden memejamkan kedua matanya bersiap akan hal yang akan terjadi.
Kemudian cahaya mulai memasuki tubuh Eden, tiba-tiba saja Eden merasakan tubuhnya seolah-olah terkoyak.
"Aaarrrrgghhh!"
"Bertahanlah!"
"Grrr!"
'Sialan ini sangat menyakitkan!' Eden dengan sekuat tenaga menggigit bibirnya.
Rasa sakit yang menyakitkan, membuat Eden mengigit bibirnya terlalu kuat hingga mengeluarkan darah, lama kelamaan daah juga mulai keluar dari telinga, mata, dan hidung Eden.
Tidak hanya itu rambut Eden yang sebelumnya berwarna hitam, mulai berubah di beberapa tempat yang mana berubah menjadi warna kuning keemasan.
Bahkan mata Eden yang sebelumnya hitam berubah menjadi warna biru laut, perubahan yang terlihat dengan mata telanjang tersebut disaksikan secara langsung oleh Azurea, dirinya tidak menyangka akan ada perubahan yang terjadi kepada Eden seperti itu, dirinya tahu jika seorang Dewa atau Dewi memberikan beberapa kekuatan mereka kepada makhluk fana, itu akan memberikan beberapa efek samping.
Tapi yang tidak di duga oleh Azurea akan ada perubahan yang cukup mengejutkan, meski ada hal yang lebih mengejutkan lagi bagi Azurea, yaitu Elemen Air yang dimiliki oleh Eden menjadi lebih murni.
Bahkan kemurnian Elemen Air Eden hampir setara dengan seseorang yang dirinya kenal, karena itulah mengapa Azurea menjadi sangat terkejut.
Eden yang terus menyerap cahaya dari tubuh Azurea, kemudian akhirnya berhenti berteriak, setelah itu terlihat muncul sebuah tanda di punggung tangan kanan Eden, yap itu adalah Ukiran Tanda.
__ADS_1
Sebuah tanda yang menandakan bahwa orang tersebut memiliki kekuatan dari seseorang yang sangat kuat, seperti misalnya Dewa-Dewi.
Ukiran Tanda juga Eden miliki di kehidupan sebelumnya, bahkan bisa dikatakan Eden memiliki begitu banyak sampai-sampai hampir menempati seluruh tubuhnya, itu karena Eden membutuhkan banyak sekali kekuatan untuk bertahan hidup, karena itulah mengapa Eden sangat kuat.
Begitu membuka kedua matanya Eden menatap ke seluruh tubuhnya, kemudian Eden menatap Azurea, dirinya menatap Azurea yang benar-benar terkejut dengan perubahan yang dimiliki oleh Eden.
"Sekarang ayo kita kembali ke tempat Nivian berada, aku perlu membantu mereka." Eden segera mengulurkan tangannya kepada Azurea, melihat itu Azurea sedikit ragu pada awalnya, tapi setelah menarik nafas dalam-dalam, Azurea meraih tangan Eden.
Setelah Azurea menghilang masuk ke dalam ruang semu di dalam tubuh Eden, Eden yang merasakan Azurea di dalam ruang semu di dalam dirinya, yang merupakan ruang semu tercipta dari Ukiran Tanda di punggung tangan kanan Eden.
Setelah itu Eden menatap sekitar, sebelum akhirnya menghilang dari sana.
...
Sementara itu di suatu tempat, Alya berusaha keras memberikan luka kepada Krecein, tapi tidak peduli berapa kali Alya mencoba, tidak ada satupun luka yang ada di tubuh Krecein.
Krecein kemudian memukul dengan sangat cepat tepat ke arah Alya, yang membuat Alya terkejut, belum sempat Alya menghindar dirinya sudah terhempas cukup jauh, sementara itu Nivian yang berusaha untuk berdiri menyaksikan Alya yang terhempas jauh.
Nivian memang mengatakan bahwa dirinya dapat bertahan setidaknya tiga puluh menit kepada Eden, tapi dirinya tidak menyangka Krecein akan menjadi lebih kuat, di mana tubuh Krecein mengeluarkan uap putih, setelah itu Krecein menjadi lebih kecil, tapi kekuatan dan kecepatannya meningkat pesat, karenanya Nivian dan Alya baru saja bertarung dengan Krecein selama sepuluh menit langsung berakhir dipukuli secara sepihak oleh Krecein.
Begitu Krecein mendekat, Nivian segera mengendalikan kedua tangan untuk memukul.
"Baaam!"
Krecein terpukul hingga terdorong mundur, Nivian mencoba untuk memukul kembali, tapi Krecein menahan kali ini dengan tangan kanannya, kemudian dia menghancurkannya dengan meremukkan tangan kanan, setelah itu Krecein memukul tangan kiri, melihat serangannya tidak berhasil membuat Nivian terdiam.
Krecein kemudian dengan sangat cepat muncul di depan Nivian, melihat kepalan tangan besar yang terlihat begitu mengerikan, dengan hawa membunuh membuat Nivian tidak dapat bergerak.
Nivian siap dengan apa yang akan terjadi, dirinya telah melalui banyak hal, jadi dirinya tidak masalah mati untuk melindungi seluruh Ras Bluesea.
Tapi siapa sangka hal yang tidak terduga terjadi, Eden muncul di Nivian, melihat itu membuat kedua mata Nivian melebar, dirinya tidak menyangka Eden akan berhasil keluar dari tempat berbahaya.
__ADS_1
Eden kemudian menatap Krecein dengan tatapan serius, begitu juga Krecein menatap Eden dengan begitu serius, keduanya saling memandang sebelum akhirnya Eden menghilang dengan membawa Krecein bersamanya.
Keduanya kemudian muncul cukup jauh dari Kerajaan Mare, Eden segera menghilang dan memukul wajah Krecein hingga membuatnya terbang.
Tapi Krecein dengan begitu mudahnya menahan dirinya dari terbang lebih jauh, dengan menggunakan kedua kakinya untuk digunakan sebagai jangkar agar tidak terbang.
Kemudian Eden mengeluarkan energi jiwa dari dalam dirinya, Krecein juga tidak mau kalah, dirinya segera mengeluarkan uap lebih banyak dari dalam tubuhnya, yang membuat tubuh Krecein menjadi lebih kecil, kali ini ukuran Krecein hanya dua kali lebih besar dibandingkan manusia dewasa pada umumnya.
Keduanya segera menghilang dari tempatnya masing-masing, sebelum muncul kembali di tengah-tengah, Eden memukul perut Krecein, sementara Krecein memukul bahu kiri Eden, hal itu membuat keduanya terhempas menjauh.
Eden kembali menghilang, sebelum akhirnya muncul di sebelah Krecein, dirinya segera menggunakan Ukiran Tanda.
'Lakukan! Hajar dia!' Azurea berteriak memberikan semangat dari dalam benak Eden.
"Haaaaa!"
"Bzzz!"
Seketika Ukiran Tanda mengeluarkan cahaya, Eden kemudian memukul perut Krecein sekali lagi, dengan sangat-sangat keras kali ini.
"Kuak!"
"Aaaarrrgghhh!"
Sebuah kenangan muncul di dalam benak Eden, sebuah kenangan aneh yang bukan miliknya, di mana terlihat Azurea yang menatap lautan, dirinya tidak tahu harus melakukan apa, juga dirinya tidak ingin hidup sendirian.
Pada akhirnya dia menciptakan Ras Bluesea, di mana dirinya menjadi Ibu dari Ras Bluesea, dengan kehidupan damai tersebut membuatnya tidak sendiri lagi, lama-kelamaan dirinya menyayangi Ras Bluesea karena mereka adalah anak-anaknya, meski dirinya tidak benar-benar melahirkan mereka.
Tapi mereka semua tetap anak-anaknya, pada akhirnya dia merasa ingin benar-benar memiliki anak, tapi dirinya tidak bisa melahirkan anak tanpa seorang pria, karenanya dia menggunakan salah satu kutukan, untuk melahirkan anak bahkan tanpa seorang pria, kemudian dirinya melepaskan kutukan tersebut, anak itu adalah Nivian, dirinya membesarkan Nivian dengan begitu baik dan penuh kasih sayang.
Siapa sangka akan ada sebuah insiden di mana Krecein muncul, akibatnya Krecein di segel di Ngarai yang cukup jauh dari Kerajaan Mare, lalu muncul seorang Dewa yang menginginkan putrinya, hal itu membuat Azurea marah, tapi dirinya tidak tahu harus berbuat apa, pada akhirnya dia menemukan ide dan membuat rencana.
__ADS_1
Pada akhirnya Azurea membuat skenario yang di mana terlihat seolah-olah Azurea ingin membunuh Nivian, lalu mengutuk Nivian, tapi sebenarnya hal itu tidak seperti itu, Azurea hanya ingin putrinya yaitu Nivian tidak menikah dengan Dewa yang tidak mempedulikan apapun dan hanya melakukan banyak hal untuk bersenang-senang.
Tapi Azurea malah di anggap sebagai penjahat dan berakhir di penjara, serta putrinya yaitu Nivian membencinya, meski demikian Azurea tetap bersyukur dan senang putrinya tidak menikah dengan Dewa tersebut.