Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
30. Kerajaan Mare


__ADS_3

Eden kemudian segera berpindah ke Kapalnya, sebelum akhirnya mengendalikan kapal menuju ke arah Ras Bluesea tersebut.


"Hei! Apakah kau tidak apa-apa?" Bertanya dengan bahasa Ras Bluesea, yang seketika itu pula membuat Ras Bluesea tersebut terkejut, dirinya tidak menyangka ada orang dunia darat yang mengerti dan bisa menggunakan bahasa Ras Bluesea.


"Uhm... Terimakasih atas monster monster itu..." Ras Bluesea tersebut, yang merupakan seorang wanita cantik, berambut biru layaknya lautan, dengan kulit berwarna biru, serta mata yang juga berwarna biru, dan memiliki telinga lancip panjang, juga yang tidak kalah pentingnya bagian bawah tubuhnya yang merupakan tubuh ikan.


"Tidak masalah, kenapa kau berada di tempat ini, sambil di kejar oleh mereka? Bukankah ini sudah di luar Kerajaan Mare?" Eden bertanya dengan wajah bingung, dirinya sudah tahu tentang wanita itu, dirinya hanya ingin main-main dengannya.


"Eh itu..." Wanita itu terlihat bingung untuk menjawabnya, sebab dirinya menyelinap keluar dari Kerajaan Mare, untuk melihat luar Kerajaan, tapi baru saja dirinya keluar, tiba-tiba saja segerombolan Monster Laut datang mengejarnya.


"... Pffhahaha...!" Eden tertawa melihat kebingungan wanita itu, dirinya sudah lama sekali tidak melihatnya, jadi dirinya ingin menjahilinya sebentar.


"Uh, diam! Jadi katakan siapa kau!" Wanita itu menjadi sangat malu melihat Eden yang tertawa, karenanya dia meminta Eden memberitahukan tentangnya.


"Baik, namaku Eden... Atau bisa dipanggil... Tampan..." Eden dengan tersenyum konyol menatap wanita itu, yang membuatnya menjadi lebih kesal.


"..."


Eden yang melihatnya terdiam, akhirnya menahan diri untuk membuat hal konyol lainnya, sebelum memulai pembicaraan.


"Namaku Eden Abil, yang merupakan seorang Kapten Kapal! Meski saat ini aku hanya ditemani seekor Serigala..." Eden tersenyum sambil memberikan penjelasan.


"Um... Namaku Pris!"


"Baiklah, jadi apakah kau perlu tumpangan menuju ke Kerajaan Mare?" Mendengar pertanyaan Eden, membuat Pris terkejut, dirinya tahu bahwa Eden bisa menggunakan bahasa dari Ras Bluesea, tapi dirinya tidak menyangka bahwa Eden akan benar-benar pergi menuju ke sana.


"Kenapa kau ingin ke Kerajaan Mare?" Pris bertanya dengan rasa ingin tahu, dirinya tahu bahwa ada beberapa orang dari Ras lainnya yang mengunjungi Ras Bluesea, tapi dirinya belum pernah melihat seseorang dari ras yang sama seperti Eden.


Pris tidak mengetahui Eden berasal dari ras apa, karena dirinya belum pernah bertemu dengan Ras manusia.


"Sudahlah naik saja, ubah dirimu lebih dulu, merepotkan dengan tubuh ikan itu." Eden tanpa mempedulikan pertanyaan Pris, segera menuju ke kemudi Kapal.


"Haa... Baiklah ayo!"

__ADS_1


Kemudian Pris menaiki Kapal Eden, lalu Eden menggenggam gagang kemudi, dirinya menurunkan layar, sebelum akhirnya menjalankan Kapal.


Ketika Pris menaiki kapal, tubuh bagian bawahnya berubah menjadi kaki, begitu Pris melihat ke sekitar dirinya menemukan bahwa tidak hanya ada Eden tapi juga seekor Serigala putih.


"Siapa ini?" Pris bertanya dengan rasa ingin tahu di wajahnya.


"Dia Albina Serigala Putih yang aku jadikan Makhluk Panggilan." Eden menjelaskan sambil mengemudikan Kapal.


"Ouh, hai Albina, namaku Pris..." Pris dengan lembut mengusap kepala Albina.


"Awooo!" Albina yang merasa senang melolong bahagia.


Ketika Eden tengah mengemudikan kapalnya, dirinya kemudian melihat yang menjadi tujuannya, yaitu pusaran Air, Eden segera mengarahkan kapal ke sana.


Pusaran air merupakan pintu menuju ke Kerajaan Mare, jika mengikuti arus Pusaran Air maka itu jalan keluar dari Kerajaan Mare, sedangkan jika melawan arus maka itu jalan masuk menuju ke Kerajaan Mare.


Bagi Ras Bluesea keluar masuk hal yang mudah, tapi bagi Ras lainnya hal itu sangat sulit, karena kemungkinan besar mereka akan mati karena Pusaran Air tersebut.


Saat Eden tengah membawa Kapal melawan arus Pusaran Air, tiba-tiba saja dirinya merasakan sesuatu, Eden segera memalingkan wajahnya ke belakang, dirinya melihat sesosok makhluk yang sangat besar.


"Hei apa itu!" Pris berteriak takut, dirinya belum pernah melihat monster yang sangat besar dan sangat aneh.


"Jika kau takut, maka sebaiknya kau datang ke sini! Lalu kemudian kapal ini!" Mendengar itu, Pris tanpa pikir panjang segera mengambil alih kemudi.


Eden segera bergegas ke arah bagian belakang, dirinya segera mempersiapkan diri.


"Migif kau akhirnya keluar hah? Kali ini kau terlihat begitu kecil, meski begitu kau sekarang berada di Level 35? Sialan kau masih lebih kuat dariku... Tapi bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu!" Eden mengeluarkan kedua pedangnya dari sarung pedang, lalu ketika Migif datang mendekat, Eden segera menggunakan Ilmu Pedang untuk menebas Migif.


Yang membuat Migif terhempas, hal itu membuat Migif kesal dan berenang dengan cepat ke bawah Kapal, hal itu membuat Eden terkejut.


"Baam!"


"Waa!" Pris berteriak ketakutan merasakan kapal bergetar.

__ADS_1


"Kau ingin menghancurkan Kapalku? Kau pikir kau siapa hah!" Eden segera melompat keluar dari kapal.


"Tidak! Kau bisa mati jika terkena Pusaran Air!" Pris berteriak ketakutan menyaksikan Eden yang melompat keluar.


Eden tidak mendengarkan dan tetap ke bagian bawah Kapal, melihat Migif, Eden segera menggunakan Tebasan Berkobar dan Tubuh Baja secara bersamaan.


Di mana, Eden pertama menebas kedua mata Migif, yang membuat Migif bertambah marah dan menjadi ganas, dia bergerak ke sana ke mari, dengan begitu cepat.


Tapi Eden dapat menghindari tubrukan yang ingin diberikan oleh Migif, lalu Eden mendapatkan celah, dirinya segera menusuk tubuh Migif, sebelum akhirnya Eden menusukkan pedangnya yang lain, lalu dirinya merobek tubuh Migif.


"Grwaauur!" Migif berteriak kesakitan, dirinya tiba-tiba saja mengeluarkan aura hitam, sebelum muncul di depan Eden, dengan sangat cepat, sayangnya Eden tidak sempat menggunakan kemampuan untuk menghindari hal tersebut, dan dirinya terhempas menabrak bagian bawah Kapal.


"Argh... Sialan ini menyakitkan..." Eden segera mencoba untuk menggunakan Langkah Hantu.


Hal itu membuat Eden segera berada di depan Migif, dirinya kemudian menebas dari mata terus ke sisi kanan tubuh Migif, hal itu seketika membuat Migif kesakitan sebelum akhirnya tewas terbunuh.


"Huuss... Haaah... Huuuff..." Eden dengan nafas yang terengah-engah merasa lelah, tapi dirinya juga merasa senang, kemudian Eden segera menyimpan Migif ke dalam penyimpanan.


Sebelum akhirnya kembali ke atas Kapal, melihat sosok Eden yang berhasil selamat membuat Pris seketika menjadi sangat senang.


"Bisakah kau kendalikan Kapal sebentar..." Eden bertanya dengan wajah yang lelah, tubuhnya masih tegang akibat pertarungan yang baru saja terjadi.


"Tentu, serahkan saja kepadaku! Bahkan Artan jauh lebih sulit dikendalikan dibandingkan benda ini!" Eden yang mendengarnya tersenyum, dirinya tahu apa yang dikatakan oleh Pris memang benar adanya.


Artan alias Archi Tanvhis sebuah Kapal Raksasa yang bisa menjadi Kapal Selam, Kapal Biasa, bahkan bisa Terbang, itulah Artan.


Eden pernah mencoba mengendalikannya, sayang sekali benda itu terlalu lambat, karenanya dia tidak bisa menjadikannya sebagai miliknya.


Jika tidak, Eden pasti sudah mengendarainya ke berbagai tempat, Artan yang dimiliki oleh Kerajaan Mare terdapat Sepuluh Ribu lebih, itu merupakan kendaraan untuk menjelajah, tapi kegunaan yang paling utama sebagai kendaraan perang.


Karena benda itu dilengkapi dengan berbagai senjata paling maju serta mematikan, Artan sangat besar yang bahkan dapat menampung 200 Juta orang, karena itulah mengapa Eden ingin memilikinya.


Setelah beberapa menit Kapal terus melawan arus, Eden akhirnya pulih, dirinya segera mengambil alih kemudi dan membawa kapal menuju ke Kerajaan Mare.

__ADS_1


Sementara itu Pris terus bermain-main dengan Albina, keduanya terlihat begitu dekat dalam waktu yang begitu singkat.


Kemudian cahaya terang menyelimuti kapal, sebelum akhirnya cahaya menyilaukan menghilang, lalu Eden membuka kedua matanya, dia menemukan bahwa dirinya telah sampai ke Kerajaan Mare.


__ADS_2