Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
44. Catatan Dogtrai


__ADS_3

Eden sekarang tengah menuju ke Pulau Kematian, yang mana di dorong oleh Pike untuk sampai ke sana, untuk masalah dengan para Bajak Laut Terkutuk, Eden telah menyelesaikannya, dirinya telah membuat rancangan untuk mereka.


Tapi saat ini ada hal penting yang perlu dirinya lakukan, yaitu pergi ke Pulau Kematian, ikut sayembara dari Raja Kerajaan Kematian Hitam, pergi ke Gunung Kematian, naik ke langit, ambil Daun Sirih Merah, serta Permata Hijau Bintang milik Ratu dari Ras Angelwhite, lalu turun kembali ke Kerajaan Kematian Hitam, sembuhkan Putra, Putri, dan Istri dari Sang Raja.


Gunakan Permata Hijau Bintang untuk membawa para Bajak Laut ke Penjara Monster, sebagian latih mereka sebagiannya lagi tinggalkan di sini, lalu setelah beberapa tahun, gantian dengan Bajak Laut yang belum mendapatkan pelatihan, terus ulangi hingga mereka menjadi cukup kuat.


Dengan begitu, ketika Perluasan Ruang terjadi, akan banyak yang berhasil selamat dengan bantuan dari Para Bajak Laut.


Semua rancangan itu tidak akan pernah ada, jika Eden di kehidupan sebelumnya tidak menemukan sebuah catatan, yang memiliki banyak informasi tentang Laut Hitam, itu catatan yang dibuat oleh seseorang yang bernama Dogtrai.


"Hem... Bisakah aku melakukan itu semua dengan begitu mulus? Haaah... Kuharap semuanya akan baik-baik saja, aku tidak yakin apakah para Angelwhite itu akan membiarkan aku mencuri barang penting milik sang Ratu, yah hanya benda itu yang bisa membawa pergi para Bajak Laut keluar dari Dimensi Ruang."


"Jika dipikir-pikir lagi, Dogtrai berhasil keluar dengan bantuan sang Ratu bukan? Bisakah aku menggunakan nama Dogtrai?" Eden berpikir sejenak, di kehidupan sebelumnya Eden tidak perlu terlalu repot, karena dirinya sangat kuat dan para Angelwhite tidak akan mampu membuat masalah untuknya.


Tapi saat ini Eden terlalu lemah, karenanya dia perlu mencuri barang itu dengan diam-diam.


"Rata-rata level mereka sekitar 45 bukan? Ini akan menjadi sulit..."


"Hei! Apakah kau sudah melupakanku!"


"Diam! Dasar kau ini! Aku akan menghukummu nanti!"


Yah Eden benar-benar melupakan tentang Azurea, jika bukan Azurea yang berbicara dengan Eden, maka Eden mungkin akan melupakan tentang Azurea lebih lama.


"Keluarlah, keberadaanmu tidak akan bisa di deteksi di tempat ini, bahkan tidak ada yang akan mendeteksimu juga, karena para Dewa dan Dewi itu terlalu sibuk dengan perubahan di dunia." Eden segera mengarahkan tangannya ke depan.


"Baik..." Azurea segera keluar dari Ukiran Tanda, melihat sosok Azurea, seketika Albina segera mendekati Azurea.


"Awooo!"


"Sekarang pergi dan bersihkan bagian lambung kapal, tempat itu cukup kotor, gunakanlah kekuatanmu untuk membantumu membersihkannya, tapi jangan sampai kau hancurkan barang-barang di sana, jika tidak aku akan mengikat dan menggantung di tiang kapal..."


"!"


Bukannya merasa takut, Azurea bergidik geli membayangkan rasanya di siksa seperti itu oleh Eden, tapi dirinya tetap akan melakukannya dengan hati-hati, mungkin.


"Ya Tuan!"


Melihat sosok Azurea yang berjalan pergi masuk ke dalam kapal, Eden kemudian melanjutkan menatap ke arah Pulau Kematian yang mulai terlihat.

__ADS_1


Melihat pelabuhan yang begitu besar dan dipenuhi dengan begitu banyak kapal, dengan berbagai macam jenis kapal yang berbeda-beda, membuat Eden tersenyum lebar, dirinya akhirnya akan sampai di Pulau Kematian.


...


Sementara itu di Negara Dunia Bawah 01, saat ini di kota yang menjadi tempat berkumpulnya begitu banyak Murid dari berbagai Sekolah Penjaga dan Sekolah Elemental di seluruh dunia tengah berkumpul.


Alasan dari berkumpulnya semua murid-murid dari kedua jenis Sekolah yang berbeda tersebut, karena hari ini akan menjadi hari penting, di mana Kompetisi Murid Akademi Terbaik Di Dunia, tengah diberlangsungkan.


Melihat begitu banyaknya orang di Negara Dunia Bawah 01, membuat Voul cukup gugup, dirinya tidak menyangka akan ada begitu banyak orang.


"Hei tenanglah Voul... Kau harus tenang kawan..." Meski Gopo mencoba menenangkan Voul, dirinya sendiri bahkan jauh lebih buruk dibandingkan Voul, di mana kedua kakinya terlihat bergetar.


"Kau yang harusnya tenang Gopo, haah... Kalian bukankah sudah sering bertemu dengan begitu banyak orang?" Srein bertanya dengan wajah bingung.


"Tentu saja, hanya kali ini jauh lebih ramai, apa lagi kita akan bertanding dengan dilihat oleh mereka semua?" Voul menatap ke sekitarnya dengan wajah bingung.


"Hei Voul!"


Mendengar sebuah suara yang memanggil namanya, Voul segera mengalihkan pandanganya ke arah suara itu berasal, yang mana suara itu berasal dari Latina, terlihat Latina berjalan bersama seorang wanita yang terlihat dewasa.


"Hei Latina!" Voul juga menyapa Latina.


"Ya, ini Gopo Regel, sedangkan ini Srein Duste." Voul segera mengenalkan kedua temannya kepada teman wanita barunya yaitu Latina, dirinya kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah wanita dewasa di sebelah Latina.


"Halo!"


"Hai!"


Gopo dan Srein menyapa Latina, yang mana Latina juga menyapa kedua teman Voul.


"Ouh! Perkenalkan ini Ibuku!" Latina yang menyadari perhatian Voul yang melirik ke wanita di sebelahnya, membuat Latina sadar dan segera memperkenalkan ibunya.


"Ibu! Maafkan saya, halo Bu!" Voul segera menyapa ibu Latina dengan hormat, yang mana diikuti oleh Gopo dan Srein.


"Haha, senang bertemu dengan kalian juga, namaku Tina Noom, ibu dari Latina, terimakasih telah mau berteman dengannya ya..." Tina dengan senyum di wajahnya mengucapkan terimakasih kepada Voul.


"Ibu!" Latina dengan wajah malu mencoba untuk menghentikan ibunya.


"Tidak! Aku memang berteman dengannya karena aku merasa dia menyenangkan dan baik, karena itu aku berteman dengannya... Tapi..." Voul mencoba membantah Tina, karena dirinya berteman dengan Latina bukan karena merasa kasihan atau hal lainnya.

__ADS_1


"Hem? Apa itu?"


"Apakah diperbolehkan membawa orang tua?" Voul bertanya dengan wajah bingung.


"Ah! Aku seorang Mantan Penjaga..." Tina dengan senyum di wajahnya mengatakan identitasnya.


"Seorang Penjaga!" Voul, Gopo, dan Srein berseru terkejut secara bersamaan, mereka bertiga tidak menyangka wanita di depan mereka seorang Mantan Penjaga.


"Ya, aku Mantan Penjaga, tapi setelah aku melahirkan Latina aku berhenti, meski demikian aku dapat undangan untuk datang melihat pertandingan."


"Begitukah, Hem? Kenapa itu?" Voul terkejut menemukan bahwa orang-orang tengah berkumpul.


Ketika kerumunan sedikit minggir, Voul, Latina dan yang lain, akhirnya dapat melihat sesuatu yang dikerumuni oleh banyak orang, yaitu seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang, dengan senyum indah terpampang di wajah.


"Eh? Bukankah itu... Xia Mio." Gopo akhirnya mengingat tentang wanita tersebut.


"Xia Mio?" Voul, Srein dan Latina bertanya dengan bingung.


"Dia dulu seorang wanita yang terkenal di Outalk View, pada awalnya hanya seorang wanita yang memfoto dirinya secara diam-diam dan menyebarkan foto Xia Mio ke media sosial, tapi siapa sangka dalam sekejap hal itu booming dan dirinya menjadi terkenal, mulai saat itu dirinya membuat akun sendiri dan ditawarkan sebagai ambassador kecantikan."


"Wow aku tidak tahu kau memiliki pengetahuan seperti itu Gopo?!" Voul terkejut dengan pengetahuan temannya.


"Hehe... Jika kau sering ikut ke event cosplayer pasti kau akan sering mendapatkan banyak info, tanyakan saja kepadaku siapa yang ingin kau ketahui!" Gopo dengan wajah bangga mengangkat wajahnya.


"Kau hanya pria aneh yang mengetahui hal-hal aneh juga." Srein menggelengkan kepalanya dengan wajah datar.


"Hei!" Gopo tidak senang dipanggil seperti itu.


"Tes! Tes! Tes! Awal Kompetisi akan dimulai dalam waktu dua jam lagi!"


"Saya ulangi Awal Kompetisi akan dimulai dalam waktu dua jam lagi! Karenanya diharapkan bagi para siswa-siswi yang akan mengikuti kompetisi untuk segera datang ke ruang tunggu!"


"Ayo pergi!" Voul yang mendengar pengumuman segera mengajak yang lainnya.


"Ibu! Aku pergi dulu!" Latina berpamitan kepada ibunya.


"Lakukan yang terbaik nak!"


"Ya!"

__ADS_1


__ADS_2