
Eden menatap wajah Miriana dengan wajah rumit, dirinya tidak tahu apakah harus menerimanya atau tidak, bagaimanapun dirinya benar-benar tercengang dengan jawaban yang dilontarkan oleh Miriana.
"Tidak, aku sudah memiliki dua anak, karena itu aku tidak mau...!" Eden menolaknya.
Meski padahal kedua anaknya tersebut juga tidak selalu bersamanya, namun Eden tetap memilih untuk memiliki dua anak untuk saat ini.
"Kenapa, lagipula kau tidak perlu mengurusnya, hanya perlu memberikan beberapa darah saja!" Miriana berusaha keras meminta darah Eden.
"Tidak!"
"Ini hanya perlu beberapa bukan, berikan saja!"
"Tidak mau!"
"Hanya sedikit saja! Keluarkan sedikit!"
"Kenapa kau ingin aku keluar!"
"Karena aku menginginkanmu!"
Sementara kedua orang tersebut tengah bertengkar, sedangkan orang-orang yang merupakan bawahan dari Miriana yang berada di luar kamar sang putri tengah terkejut, mereka tanpa sengaja mendengar percakapan tersebut.
Tentu orang akan menjadi salah paham dengan kata-kata yang dilontarkan oleh keduanya, yang membuat orang-orang itu berpikiran aneh di mana berfantasi ke hal-hal yang tidak baik tentunya.
Namun pikiran mereka tidak dapat berhenti dari melakukan hal tersebut, karena terus berlanjut, membuat banyak orang menjadi sangat penasaran, mereka semua segera mendekatkan telinga mereka ke pintu, meski beberapa menolak dan meminta yang lain berhenti, tapi ketika mereka mendengar.
"Aaahh!"
Seketika orang yang sebelumnya meminta yang lain untuk berhenti terdiam, dirinya pada akhirnya menjadi penasaran juga dan ikut menguping.
__ADS_1
Pada akhirnya semua orang menjadi salah paham, dan mengira Eden serta Miriana melakukan hubungan intim di kamar sang Putri, yang mana berita tersebut tersebar dengan begitu cepat ke seluruh istana Kerajaan Langit.
"Huff... Mengapa kau sebenarnya sangat ingin aku menjadi ayahnya?" Eden bertanya dengan nada mengalah.
"... Karena kau memperlakukan aku tidak seperti pria lainnya, mereka selalu menghormatiku, takut padaku, dan begitu taat kepadaku, hal itu tidak aku sukai, aku ingin seorang pria yang benar-benar tidak peduli mengenai identitas asliku, yang sebagai seorang Ratu, karena itu aku menyukai Dogtrai, dan hal yang sama kau lakukan, karena itu aku memilihmu." Mendengar jawaban jujur tersebut membuat Eden terdiam, tidak pernah dalam benaknya terlintas pemikiran yang begitu aneh seperti itu.
Tapi kenyataan jauh lebih jujur, yang membuat Eden tidak dapat berkata-kata, dirinya menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya menyayat jarinya hingga berdarah, lalu dirinya mengendalikan darahnya untuk dijadikan sebagai Gen ayah bagi sang Putri.
Melihat tindakan Eden seketika membuat Miriana terkejut, dirinya tidak menyangka Eden akan melakukannya dengan begitu cepatnya.
Dalam sekejap raut wajah sang Putri sedikit berubah, sebelum akhirnya kedua mata sang Putri terbuka.
"I-bu..." Mendengar itu bagaikan suara yang paling indah dalam hidup Miriana terdengar, dirinya segera mendekati putri kecilnya, sebelum akhirnya memeluknya dengan erat.
"Terimakasih..." Eden yang mendengar itu terdiam, sebelum akhirnya berjalan menjauh dari sana, dirinya kemudian pergi menuju keluar dari kamar, melihat ke sekitarnya dengan bingung, karena menemukan beberapa orang yang tengah lalu-lalang, membuat Eden menjadi penasaran dengan hal yang tengah terjadi.
Tapi dirinya segera menjadi tidak peduli, sebelum akhirnya pergi menjauh dari sana, Eden pergi berjalan-jalan, dari pengetahuannya saat ini, ada pemberontak yang belum di urus, juga ada masalah lain yaitu para Angelblack, ras lain yang juga tinggal di Kerajaan Langit, sama seperti Angelwhite, namun memiliki sayap hitam dengan sifat yang jahat atau lebih tepatnya bertolakbelakang dari sifat Ras Angelwhite.
Untuk itu dirinya perlu Permata Hijau yang merupakan milik sang Ratu yaitu Miriana, masalahnya Eden sendiri tidak yakin apakah selama dirinya pergi dunia akan tetap tenang, atau akan ada hal berbahaya lain, akibat Efek Kupu-kupu yang tidak dirinya ketahui lainnya.
Tentu Eden dapat meninggalkan banyak Klon untuk mengatasi hal yang tidak terduga, tapi sungguh akan sangat merepotkan melakukan banyak hal seorang diri, dirinya benar-benar perlu membentuk tim khusus untuk membantunya.
Masalahnya dirinya tidak bisa membentuk tim seperti itu, hal itu membuat Eden sakit kepala.
Sementara Eden tengah sibuk dengan pemikirannya, Kompetisi Murid Terbaik Dari Seluruh penjuru dunia masih berlanjut, jenis lomba lain juga telah di lakukan, sekarang ini Voul dan teman-temannya telah mengalami banyak hal yang begitu sulit bersama-sama.
Di mana hal itu membuat mereka memiliki ikatan yang semakin kuat, perlombaan juga semakin memanas.
...
__ADS_1
...
...
Kembali ke Eden saat ini dirinya tengah berada di sebuah meja makan, bersama Miriana dan juga sang Putri.
"Silahkan kau coba, apakah rasanya sesuai dengan seleramu?" Miriana menawarkan berbagai makanan ke depan Eden, melihat itu membuat Eden tersenyum sebelum mencoba beberapa makanan, sementara itu sang Putri hanya terdiam menyaksikan ibunya tengah begitu nyamannya menawarkan makanan kepada seorang pria.
Meski sang Putri mengetahui bahwa pria di depannya adalah orang yang telah membantunya, dirinya masih bingung dengan kedekatan yang dimiliki oleh ibunya dan pria tersebut.
...
...
...
Di suatu tempat, suasana terlihat sangat aneh dengan aura misterius dan menegangkan, di mana ruangan gelap dengan tanah basah dan dinding retak, hanya remang-remang cahaya yang menghiasi ruang tersebut.
Sinar redup berasal dari beberapa obor yang dinyalakan di dinding, menyebarkan sedikit cahaya yang cukup untuk menggambarkan adegan yang tengah berlangsung.
Di tengah-tengah ruangan, ada lingkaran kecil dari sepuluh orang yang mengenakan jubah hitam, jubah mereka menutupi seluruh tubuh hingga menyembunyikan identitas mereka dengan baik, tidak ada satupun wajah yang terlihat dari mereka, hanya bayangan di balik penutup hitam yang menciptakan kesan misterius dan menyeramkan.
Mereka berdiri dalam formasi yang sempurna, seperti memberikan penghormatan kepada sesuatu yang tak terlihat oleh mata biasa, hening tanpa suara, kecuali suara hujan di luar yang menambah suasana mistis di dalam ruangan itu.
Tetesan hujan dari atap yang bocor, jatuh ke tanah dan menciptakan genangan kecil air yang berada di sekitarnya.
Selain hujan tidak ada suara yang terdengar, hanya getaran yang mengalir melalui udara, mungkin ada bisikan-bisikan yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia biasa, tetapi membuat bulu kuduk siapapun merinding seketika.
Meskipun suasana ini penuh dengan ketegangan, namun terdapat juga ketakutan yang mendalam di antara anggota kelompok tersebut, wajah mereka tak terlihat, tetapi ketakutan dapat dipahami melalui gerakan tubuh mereka yang terlihat tegang, tangan yang bergetar dan tarikan napas yang tak teratur.
__ADS_1
Dinding yang retak juga menambahkan kesan seram pada suasana itu, seakan-akan menggambarkan bahwa ruangan ini menyimpan rahasia gelap yang dalam dan sangat misterius, sepuluh sosok misterius yang berkumpul di tengah gelapnya ruangan ini sepertinya menjadi bagian dari sesuatu, yang lebih besar dan lebih kuat daripada sekadar kelompok biasa.