
Mendengar Jawaban Eden membuat Nivian dan Pris terkejut.
"Kau sering menggunakan Jalur Ombak?" Nivian bertanya dengan wajah terkejut.
"Ya, aku sering menggunakan Jalur Ombak, bagaimanapun juga Jalur Ombak sudah seperti teman lama bagiku..." Eden tersenyum mengingat kenangan tentang dirinya saat berada di Jalur Ombak.
"Pokoknya, jaga keselamatanmu baik-baik." Nivian dengan perhatian memperingatkan Eden.
"Tentu saja!"
"Uhm... Apakah kau akan kembali ke mari?" Pris bertanya dengan menundukkan kepalanya, melihat itu Eden tersenyum lembut, sebelum akhirnya mengusap kepala Pris.
"Tentu saja! Aku akan kembali! Lagipula untuk keluar dari Laut Hitam hanya ada tiga cara, yaitu pergi melalui Jalur Ombak untuk sampai ke Kerajaan Mare, atau menggunakan Batu Gembok Laut, yang terakhir adalah naik ke langit untuk mencapai Kerajaan Langit." Mendengar tentang Kerajaan Langit dari Eden membuat Pris mengangkat wajahnya, dan menatap Eden dengan mata bersinar, sementara itu Nivian juga terkejut mendengar tentang Kerajaan Langit yang keluar dari mulut Eden.
"Benarkah ada Kerajaan Langit?" Pris bertanya dengan wajah yang ingin tahu.
"Tentu saja! Bukan hanya Kerajaan Langit, ada berbagai tempat lainnya di dunia ini!" Eden berbicara dengan nada bersemangat, dirinya selalu suka bercerita tentang pengalaman semasa hidupnya.
"Kau akan pergi besok?" Nivian bertanya untuk mengkonfirmasi kepergian Eden.
"Ya, aku akan pergi pagi-pagi."
...
Keesokan harinya, sekarang Eden tengah mempersiapkan semua barang-barangnya, melihat Eden membuat hati Nivian terasa aneh, dirinya entah mengapa selalu tidak bisa berhenti memikirkan tentang Eden, tapi dirinya tahu perasaan yang dimilikinya sangatlah sulit, karena keduanya berada di keadaan dan kondisi berbeda, keadaan Nivian yang seorang Ratu membuatnya sulit memiliki seorang suami, dengan kondisi orang dari dunia luar meski tidak akan ada yang mempermasalahkan hubungannya dengan Eden, tapi Nivian yakin hubungannya akan sulit karena Eden akan selalu pergi berpetualang.
__ADS_1
"Nivian!" Seketika Nivian tersadar dari lamunannya, dirinya menatap ke asal suara tersebut yang ternyata adalah Eden.
"Kita akan bertemu kembali, jika saatnya telah tiba, aku pasti... Akan menikahimu..." Mendengar itu Nivian terdiam, keheningan yang sunyi tersebut membuat suasana berubah menjadi sangat canggung.
"Di-diam! Pergi saja!" Wajah Nivian berubah menjadi sangat merah, dirinya segera pergi melarikan diri dari sana, melihat itu membuat Eden tersenyum lebar.
"Agh!" Eden merasakan sakit di bagian kakinya, melihat kakinya di injak oleh seseorang membuat Eden mengkerutkan keningnya, dirinya menatap orang yang melakukan itu, yang ternyata Pris.
"Jangan menggoda ibuku dasar sialan!" Pris dengan wajah kesal menatap Eden, mendengar itu Eden tersenyum, dirinya benar-benar senang dengan semua hal yang terjadi.
"Heh? Tapi aku sangat mencintai ibumu... Jadi apakah itu tidak boleh? Harusnya kau senang akan memiliki seorang ayah yang tampan sepertiku..." Eden dengan wajah sombong membanggakan dirinya sendiri.
"Aaarrrghhh!" Eden mengangkat kakinya, yang di tendang oleh Pris, melihat Pris yang melarikan diri membuat Eden sangat kesal.
"Dasar anak itu..." Eden mengusap kakinya yang sakit akibat ditendang oleh Pris.
"Tanpa perintah anda, saya akan melakukannya dengan sepenuh hati, kembalilah dengan cepat, jangan membuat Yang Mulia Nivian menunggu, jika tidak, ketika kembali aku akan membunuhmu...!" Alya dengan mata melotot menatap Eden, melihat itu Eden benar-benar tidak dapat berkata-kata.
'Sialan bahkan di kehidupan ini kau tidak menyukaiku, karena aku mengambil hati Nivian? Dasar kau wanita ini, kau ini seorang Yuri atau apa hah?'
Eden tidak tahu harus berkata apa lagi, karenanya dia segera naik ke atas kapalnya, melihat pemandangan ibukota Kerajaan Mare untuk terakhir kalinya, Eden kemudian pergi mengendalikan kapalnya menuju ke arah Jalur Ombak.
...
Saat ini di Negara Kapal 01, Eilo tengah menatap kelas dengan wajah bosan, dirinya ingin pergi keluar dari Negara Kapal 01 untuk menjelajahi dunia baru, tapi dirinya tahu bahwa dirinya masih terlalu lemah, karena itu dirinya ingin bergabung ke Sekolah Penjaga.
__ADS_1
Masalahnya Sekolah Penjaga minimal umur seseorang harus 7 tahun, sementara dirinya baru berumur 6 tahun, karena itu Eilo sangat emosional, dirinya ingin meminta ayahnya untuk memberikan pengecualian, tapi ibunya tidak menyetujui hal itu, karenanya Eilo terpaksa secara diam-diam menyelinap pulang sekolah pergi ke Sekolah Penjaga, untuk melihat murid-murid di sana.
Sekolah Penjaga tidak memerlukan Kereta Khusus layaknya Sekolah Elemental, karena dapat ditempuh dengan berjalan kaki, itulah mengapa Eilo dapat pergi ke sana.
Eilo tidak yakin apakah kekuatan yang dimilikinya saat di dunia sebelumnya sekuat apa di dunia ini, karena itulah dirinya ingin pergi menjelajah.
Sekarang Eilo dapat merasakan, dirinya hanya memiliki sekitar 20% dari kekuatan yang dirinya miliki saat di dunia sebelumnya, jika Eden mengecek kekuatan putranya dirinya yakin, bahwa Eilo sekarang berada di Level 10, jadi dapat disimpulkan kekuatan Eilo yang mencapai 100% hanya sekitar Level 50 saja.
"Haaah... Hari membosankan lainnya...?" Eilo terkejut menemukan sesuatu hal yang cukup menarik, yaitu salah seorang teman sekelasnya tiba-tiba saja tidak sadarkan diri.
Setelah di cek dan tetap tidak menemukan gejala apapun, para guru memanggil para Penjaga, melihat para Penjaga membuat sekolah menjadi heboh.
Setelah teman sekelas Eilo bangun dan memberitahukan hal yang dirinya rasakan secara jujur, Penjaga menjadi terkejut dan segera membawa teman sekelas Eilo pergi, meski cukup jauh, Eilo dapat mendengar pembicaraan.
"Penyihir?" Eilo terkejut dengan hal baru lainnya, dirinya menjadi lebih penasaran akan dunia yang dirinya tempati.
...
Sementara itu Eden yang baru saja memasuki Jalur Ombak segera mengendalikan Kapal dengan sangat baik, dirinya mengeluarkan berbagai barang, yang sebelumnya telah dirinya beli dari para pedagang di Kerajaan Mare, barang-barang tersebut Eden gunakan untuk dirinya menghadapi Jalur Ombak.
Albina membantu Eden menepatkan berbagai macam barang, ketika Kapal tidak dapat dikendalikan dan akan menuju ke sisi luar, Eden segera menggunakan barang yang sebelumnya telah Albina taruh, yang mana memberikan dorongan untuk kapal kembali ke jalur yang benar, ketika di Jalur Ombak kapal sering sekali tidak mengikuti kendali dari kemudi, makanya barang-barang yang Eden beli sangat diperlukan.
Pasti banyak yang bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila kapal terkena sisi pinggir dari Jalur Ombak, ada dua kemungkinan, pertama mati dengan menyakitkan terpotong-potong oleh arus air yang begitu kuat, atau mati tanpa terasa sakit sama sekali.
Tentu saja ada tempat yang dapat digunakan untuk keluar dari Jalur Ombak, yang mana tempat tersebut adalah jalan untuk ke Laut Hitam.
__ADS_1
Laut Hitam sendiri sama halnya seperti laut biasa pada umumnya, kecuali Laut Hitam ditinggali oleh orang-orang terkutuk, di mana tidak ada matahari di sana, yang ada hanya malam hari berbintang dan cahaya rembulan.
Tujuan Eden ke Laut Hitam karena dirinya perlu pergi ke Kerajaan Kematian Hitam, supaya dapat menggunakan Lonjakan Gunung Kematian, untuk naik ke Kerajaan Langit.