Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
45. Kamar Dagang Dan Kompetisi


__ADS_3

Eden yang saat ini baru saja turun dari kapalnya, dirinya melihat ke sekitar, meski ada beberapa yang memperhatikan Eden, tapi kebanyakan orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.


Eden kemudian menatap ke arah kapalnya, lalu Eden berteriak kepada Azurea.


"Hei! Jika kau sudah selesai jaga kapal sementara aku pergi, kau tinggal dengan Albina menjaga kapal, jika ada yang mencari masalah, hajar saja mereka lalu lemparkan ke laut!"


Mendengar teriakan Eden yang tiba-tiba, membuat semua mata tertuju kepadanya, sementara itu Azurea yang mendengar perintah Eden segera menjawab dengan berteriak.


"Ya! Tuan!"


Eden yang mendengar jawaban Azurea menganggukkan kepalanya, sebelum berjalan menuju ke arah pasar.


Tapi baru saja dirinya berjalan beberapa langkah seorang pria mendatangi Eden, melihat itu Eden mengangkat kedua alisnya.


"Halo Tuan, apakah anda orang yang terbawa arus?" Pria itu dengan nada sopan bertanya kepada Eden.


"Tidak." Seperti yang dijelaskan sebelumnya hanya ada dua cara untuk memasuki Laut Hitam, yaitu melalui Batu Gembok Laut untuk membuka Segel sementara untuk memasuki Laut Hitam, atau melalui Jalur Ombak, sebuah pusaran air berbentuk layaknya jalur melingkar panjang di dalam laut, yang sebelumnya Eden gunakan.


Tapi sebenarnya ada cara lain, meski cara ini tidak bisa digunakan, karena hanya beberapa orang yang sangat tidak beruntung, yang terbawa oleh pusaran air yang sangat besar, hingga terhisap ke dalam laut, jika beruntung maka orang tersebut akan selamat dan berakhir di Dimensi Ruang tertentu, misalnya Laut Hitam.


"Anda bukan terbawa arus? Lalu bagaimana bisa anda datang ke Laut Hitam?" Pria itu terkejut dengan jawaban Eden.


"Jalur Ombak."


"!"


Meski suara Eden pelan, tapi ada beberapa orang di sekitar Eden, karenanya mereka dapat mendengar jawaban Eden, hal itu seketika membuat mereka menjadi sangat terkejut, dan langsung menatap Eden dengan tatapan tidak percaya, karena mereka mengetahui betul hampir mustahil untuk datang ke Laut Hitam dengan Jalur Ombak, terakhir kali orang yang bisa melakukan itu dua ratus tahun yang lalu.


Sekarang orang itu telah tiada, meski berhasil lolos tubuhnya penuh luka dan banyak anggotanya yang tiada, karena itu mereka sangat tidak percaya dengan perkataan Eden yang mengatakan bahwa dirinya berhasil datang ke Laut Hitam, dengan cara menggunakan Jalur Ombak.


"Tuan tolong jangan bercanda, hampir mustahil seseorang bisa keluar hidup-hidup dari Jalur Ombak, bahkan peluang orang selamat dari terbawa arus saja sangat kecil." Pria itu dengan sopan menggelengkan kepalanya menolak jawaban Eden, dengan menganggapnya sebagai lelucon.


"... Yah terserah perkataanmu, kau menghampiriku karena ingin menawarkan jasa menjaga kapal bukan? Tidak perlu aku punya anak buah, tapi aku memang membutuhkanmu, kau menyediakan jasa jual-beli rumah bukan?"


"Ya Tuan, saya menyediakan jasa tersebut." Meski pria itu tidak mempercayai perkataan Eden, tapi dirinya mempercayai uang yang akan Eden berikan.


"Bagus, aku butuh rumah, aku akan tinggal di sini setidaknya seratus tahun atau lebih, sampai saat itu, aku butuh rumah di kota Pelabuhan ini, dengan rumah yang memiliki tiga atau empat kamar, dengan rumah dua lantai, soal harga jangan khawatir, kau menerima mata uang Kerajaan Kematian Hitam bukan? Maka uang tidak akan jadi masalah, aku butuh hari ini juga kalau bisa, nanti akan aku tambahkan uang untuk hal itu."


Mendengar semua yang dikatakan oleh Eden mata pria itu seketika bersinar, mulutnya menunjukkan lengkungan yang menyenangkan, sosoknya seketika berubah layaknya seorang anak buah yang begitu setia.


"Jangan khawatir Tuan! Dalam beberapa jam akan saya temukan rumah yang sesuai dengan keinginan anda! Jika sudah saya temukan, di mana saya perlu menemukan anda?"


"Aku akan berada di Kamar Dagang Pulau Laut, kurasa aku akan berada di dalam sana selama tiga jam, jika kau juga tidak datang sampai saat itu, tunggu saja aku di kapal ini."


"Baik Tuan!"


Kemudian Eden pergi meninggalkan kapalnya, sementara itu informasi tentang kedatangan Eden, segera meluas ke orang-orang penting dan memiliki kekuasaan tinggi di Pulau Kematian.


Meski demikian Eden tidak peduli, karena dirinya perlu mencari beberapa hal untuk menghibur dirinya sendiri.


...


Sementara itu Kompetisi di Negara Dunia Bawah akan diberlakukan dalam satu jam lagi, semua murid dari berbagai Sekolah menjadi cukup gugup, karena akan di saksikan oleh banyak orang.

__ADS_1


Para penontonnya tentu saja para Penjaga resmi, murid-murid baru, entah itu dari Sekolah Penjaga atau Sekolah Elemental, datang untuk menonton, sementara siswa-siswi Sekolah Penjaga dan Sekolah Elemental yang menjadi murid selama setahun lebih, atau berada di peringkat yang tinggi di sekolah, akan mengikuti Kompetisi.


Juga ada beberapa orang penting yang hadir, pertama tentu saja Klon dari Eden yang menggantikan Eden untuk hadir, serta Rian dan keluarganya, juga para Pemimpin Negara Dunia Bawah dan Negara Kapal lainnya.


Melihat para petinggi dunia hadir, membawa lebih banyak ketegangan bagi para Murid dari berbagai Sekolah yang hadir untuk mengikuti Kompetisi, mereka tidak pernah menyangka akan berkompetisi di ajang yang begitu luas.


Meski para penjaga datang untuk menonton, tapi tidak semua penjaga yang ada di dunia hadir di arena, karena mereka juga tetap perlu menjaga ketertiban dan keamanan di berbagai tempat.


Meski begitu mereka tetap akan bisa melihat kompetisi, karena akan disiarkan di seluruh Negara Dunia Bawah maupun Negara Kapal.


Klon Eden yang melihat penonton tersenyum tipis, dirinya teringat di kehidupan sebelumnya, manusia begitu rapuh sehingga mereka seringkali saling membunuh satu sama lain, hanya untuk bertahan hidup demi makanan dan minuman.


Tapi dengan semua hal yang Eden lakukan, hal itu tidak terulang kembali, karenanya Eden sangat bahagia dengan yang dirinya lakukan.


...


"Halo para hadirin semuanya! Perkenalkan Saya Alsania Hutsfog bersama..."


Seorang wanita cantik berambut hitam panjang berbicara di sebuah ruangan, yang dikhususkan sebagai ruang pembawa acara, di sana juga terdapat seorang pria, yang juga pembawa acara.


"Dengan aku Erwin Saksa..."


"Kami akan menjadi pembawa acara, dari Kompetisi Murid Akademi Terbaik Di Dunia, dari Seluruh Sekolah Penjaga Dan Elemental yang ada Di dunia!" Alsania berbicara dengan memperkenalkan Kompetisi yang akan berlangsung.


"Sebelum kita memulai acara kali ini, kita akan mempersilakan Kaisar Dunia Bawah untuk menyampaikan beberapa kata sambutan!" Erwin kemudian mempersilahkan Eden untuk berbicara.


"Halo semuanya, Aku adalah Kaisar Dunia Bawah, senang melihat kalian semua di sini, melihat berbagai murid dari Dua Sekolah Berbeda datang dari seluruh penjuru dunia, membuatku sangat senang, aku harap kali ini ada kontestan Terbaik, yang mana akan aku bawa dalam Perjalananku, sebagai anggota Kru dari Kru Kapalku."


"Silahkan..." Eden kemudian mempersilahkan pembawa acara untuk melanjutkan.


"Baiklah, sebelum aku mulai, aku akan menjelaskan beberapa hal..." Alsania kembali berbicara.


"Ada beberapa lomba dalam Kompetisi kali ini, di mana terdapat lima Perlombaan yang berbeda-beda, Pertama Lomba bertarung, Kedua lomba antara Sekolah Elemental dalam membuat sebuah kreasi tertentu, Ketiga lomba antara Sekolah Penjaga dalam melewati berbagai rintangan, Keempat lomba kecerdasan, Kelima lomba... Berburu Monster!" Erwin dengan nada yang jauh lebih serius berbicara.


"Dari lima puluh Sekolah Elemental yang ada, serta dua ratus lima puluh Sekolah Penjaga, dari masing-masing Akademi akan berlomba-lomba satu dengan yang lain, dalam kompetisi ini melukai satu sama lain diperbolehkan, meski demikian luka itu hanya luka ringan, jika luka berat atau jika berminat untuk membunuh maka hal itu tidak diperbolehkan sama sekali!" Alsania menjelaskan dengan sangat keras dan jelas, mendengar nada serius Alsania membuat semua murid-murid yang mengikuti kompetisi menjadi gugup.


"Sekarang kita akan mulai dalam tahap perlombaan, masing-masing lomba dibagi menjadi 3 tahap, setiap tahap akan ada hal yang membuat peserta tersingkir, jika semua murid tersingkir di tahap sebelumnya, maka sekolah tersebut tidak dapat melanjutkan di tahap selanjutnya."


"Kita akan memulai dengan perlombaan Bertarung, para murid yang nama sekolahnya dipanggil segera datang ke depan."


Klon Eden yang menyaksikan semua itu, hanya diam dan menunggu semua yang terjadi, sementara itu kembali ke Eden yang berada di Laut Hitam.


Sekarang Eden sudah berada di tempat yang dirinya tuju, yaitu Kamar Dagang Pulau Laut, yang merupakan tempat di mana segala benda yang Eden butuhkan ada di dalamnya.


Melihat kedatangan Eden, seorang pelayan datang menghampiri Eden, melihat pelayan itu, Eden segera menunggunya.


"Halo Tuan, selamat datang di Kamar Dagang Pulau Laut, ada yang bisa saya bantu Tuan?"


Pelayan itu dengan sopan mendatangi Eden dan bertanya kepada Eden dengan hati-hati, karena dirinya tidak ingin menyinggung pelanggan yang datang.


"Aku butuh semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip yang kalian miliki di tempat ini, kalau bisa di seluruh Pulau ini." Eden segera memberitahukan keinginannya.


"!"

__ADS_1


Pelayan itu menjadi sangat terkejut dengan keinginan Eden yang ingin memiliki semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip yang ada di Kamar Dagang Pulau Laut, bahkan juga yang ada di seluruh Pulau Kematian.


"Maafkan saya Tuan, saya tahu bahwa Bubuk Hitam Berkelap-kelip sangat Murah, tapi jika anda ingin memiliki semua stok yang dimiliki oleh Kamar Dagang Pulau Laut, saya pikir anda mungkin tidak akan mampu membayarnya."


Mendengar nada sopan dari pelayan itu, meski mengatakan hal yang cukup kasar, membuat Eden tersenyum, karena bagi orang lain itu pasti hal yang gila, lagipula untuk apa membeli barang yang tidak ada gunanya, meski begitu memiliki semua stok pasti harga yang sangat mahal, meski barang tersebut dijual murah.


"Tenang saja, aku mampu membayarnya, di mana Ketua cabang saat ini?" Eden segera bertanya mengenai tentang Ketua Cabang dari Kamar Dagang Pulau Laut, yang berada di Kota Pelabuhan.


"Ketua Cabang saat ini tengah berada di dalam ruangannya, saya akan segera memanggilkan beliau... Harap tunggu sebentar Tuan!"


Pelayan itu segera pergi dengan tergesa-gesa, melihatnya membuat Eden menggelengkan kepalanya, kemudian Eden menunggu di bangku yang ada di dekatnya.


Tidak lama kemudian seorang pria dengan kumis tipis datang menghampiri Eden, melihat sosok yang dirinya kenal membuat Eden tersenyum lebar.


"Halo Tuan, namaku Layden Vostrak Ketua Cabang saat ini dari Kamar Dagang Pulau Laut yang berada di Kota Pelabuhan." Layden yang merupakan pria dengan kumis tipis memperkenalkan dirinya.


"Namaku Eden Abil, aku ingin membeli semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip yang kalian miliki, katakan saja harganya maka aku akan membayarnya." Eden memperkenalkan dirinya juga sambil menjelaskan tujuannya kembali.


"Maafkan saya Tuan, tapi itu akan menjadi sangat mahal, karena yang kita miliki sangat banyak, tidak, lebih tepatnya kami memiliki sebanyak hampir berukuran sebuah desa menengah, jadi itu sangat sangat sangat banyak." Layden dengan wajah cemas memberitahukan Eden, supaya Eden benar-benar memikirkan hal tersebut.


"Tentu, jadi berapa harganya?"


Melihat Eden tetap membelinya membuat Layden tidak dapat berkata-kata, dirinya menghela nafas lelah, kemudian Layden mulia menghitung harga total dari Bubuk Hitam Berkelap-kelip yang dimiliki oleh Kamar Dagang Pulau Laut.


"25 Juta Uang Kertas Kerajaan Kematian Hitam..." Layden dengan wajah yang penuh keringat memberitahukan totalnya kepada Eden, dirinya siap mendengarkan semua kata-kata yang akan Eden lontarkan, tapi sayangnya bukan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Eden, malah Eden dengan begitu mudahnya menyetujui hal tersebut.


"Baik, tunggu sebentar." Eden kemudian mengambil sesuatu dari dalam penyimpanannya, tidak lama kemudian Eden mengeluarkan berbagai tumpukan uang kertas.


"Ini!" Layden benar-benar tidak percaya dengan semua uang yang berada di depannya.


"Kau dapat meminta seseorang untuk memeriksa keaslian uang kertas tersebut, pokoknya siapkan semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip dalam lima sampai sepuluh hari, jika tidak dapat terkumpul dalam waktu segitu maka aku akan menunggu lebih lama di tempat ini." Eden segera memberikan kondisi untuk barang yang dirinya inginkan.


"Tenang saja Tuan! Saya pastikan dalam tiga hari! Semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip itu terkumpul!" Layden dengan begitu bersemangat menatap Eden, mendengarnya membuat Eden senang.


Setelah menunggu selama beberapa jam, ketika Layden pergi mengecek keaslian uang tersebut, beberapa jam Layden datang kembali dan mengatakan bahwa semuanya asli, yang mana terlihat jelas kedua mata Layden bersinar terang.


"Kalau begitu aku akan pergi, orang yang aku tunggu sudah datang." Eden kemudian berpamitan kepada Layden, ketika dirinya melihat penawar jasa sebelumnya yang muncul ketika Eden baru saja turun dari kapalnya, datang menghampiri ke arah Eden.


"Tuan, rumah yang anda cari sudah saya temukan, apakah anda ingin melihatnya sekarang?"


"Tentu, apakah itu jauh dari tempat ini?"


"Tidak, hanya butuh beberapa menit saja, bahkan tidak sampai lima menit!"


"Benarkah? Kurasa itu sangat bagus, ayo tunjukkan rumah seperti apa itu..."


...


Sementara itu di Negara Dunia Bawah 01, tengah terjadi pertempuran satu sama lain antara murid-murid dari dua sekolah yang berbeda.


Yaitu Sekolah Penjaga 06 dengan Sekolah Penjaga 29, Klon Eden yang tengah menyaksikan pertandingan murid-murid di bawah sana hanya diam dan menyaksikan dengan wajah tersenyum.


Sementara itu terlihat kedua belah pihak yang tengah bertanding, cukup kesulitan satu sama lain, Voul yang menyaksikan murid-murid dari Sekolah Penjaga yang berbeda bertarung, membuat darahnya mendidih karena merasa sangat bersemangat, dirinya telah berlatih di Penjara Monster sebelumnya, karena itu dirinya yakin bahwa dirinya yang paling kuat di antara murid-murid dari sekolah lainnya, tapi ketika Latina muncul, dirinya sadar bahwa bukan hanya dirinya yang ternyata juga kuat.

__ADS_1


__ADS_2