
Eden sekarang memimpin, berjalan melewati hutan hingga akhirnya mereka sampai di sebuah dataran luas, hal itu membuat Eden tersenyum lebar.
"Kita sudah hampir sampai sedikit lagi!"
"Baik!"
Mereka kemudian berjalan mencoba melewati hutan, tapi Eden berhenti, dirinya seketika membuka kedua matanya lebar-lebar, Eden segera memperlengkapi dirinya dengan berbagai perlengkapan.
[Masker Wajah Kelinci Bulu Putih Seringan Angin Level 1]
[Topeng Kera Berekor Petir Level 1]
[Anting Kembar Yin-Yang Level 3]
[Kalung Rumput Biru Laut Level 2]
[Cincin Ular Pembunuh Level 1]
[Seragam Serigala Bermata Putih Level 1]
[Sepatu Frilresa Sang Kuda Bersayap Hitam Level 2]
[Pedang Berelemen Air Level 1]
[Pedang Burung Api Berkaki Empat Level 2]
"Semuanya! Bersiap!" Eden segera mengubah penampilannya, melihat itu membuat semua perompak menjadi sangat terkejut, yang membuat semua orang menjadi sangat bingung dengan apa yang terjadi.
Tapi Eden tidak memberi mereka kesempatan untuk berpikir, karena dirinya segera menggunakan Ukiran Tanda untuk bersiap-siap.
Lalu seekor Serigala yang sangat besar muncul, dengan tubuh berwarna putih layaknya awan, serta memiliki mata merah layaknya darah, dengan wajahnya yang terlihat menyeramkan membuat siapapun bergetar ketakutan.
"Serigala Awan Bermata Merah, sang serigala penjaga Hutan Awan Putih!" Eden bergumam, sebelum akhirnya menggunakan kemampuannya untuk melihat kemampuan dari Serigala Awan Bermata Merah.
__ADS_1
"Apa!" Eden terkejut menemukan bahwa kemampuan dari Serigala Awan Bermata Merah berada di level 45, hal itu membuat Eden terkejut, karena Serigala Awan Bermata Merah tidak terpengaruh oleh Penyerapan Kadar Energi Jiwa milik sang Ratu Kerajaan Langit.
Sekarang Eden menjadi sangat waspada akan hal yang tidak pasti, tapi dirinya tidak berharap akan menghadapi bahaya yang tidak mungkin dirinya kalahkan, dengan levelnya saat ini.
Eden kemudian melihat Serigala Awan berlari dengan sangat cepat, hal itu segera membuat Eden mengayunkan kedua pedangnya ke atas, pada saat yang bersamaan Serigala Awan menggunakan cakarnya untuk menyerang Eden, hal itu berhasil di tahan oleh Eden.
"Apa yang kalian lakukan! Cepat pergi dari sini! Apakah kalian ingin mati!"
Mendengar teriakan Eden, semua perompak segera menjadi sangat gugup, mereka segera berlari pergi menjauh dari sana, melihat itu Eden segera mengalihkan pandangannya ke arah Serigala Awan, tapi sayangnya Serigala Awan kembali menyerang Eden, yang tidak sempat Eden hindari, dan membuat Eden terhempas menjauh hingga menabrak berbagai pepohonan.
"Akh!"
Eden berteriak kesakitan, saat dirinya mengeluarkan seteguk darah, Serigala Awan yang melihat Eden terhempas jauh, segera mengalihkan pandangannya ke arah para perompak.
"Sialan..."
Eden membuang darah yang bercampur dengan ludahnya, seketika Eden melihat ke arah Serigala Awan yang mengejar para perompak.
Eden kemudian mengayunkan pedang yang ada di tangan kirinya, ke arah mata Serigala Awan, tapi siapa sangka Serigala Awan membuat wujudnya layaknya awan, di mana mengubah lokasi kepalanya ke atas, untuk menghindari serangan Eden.
Melihat itu membuat Eden terkejut, Serigala Awan seketika menyerang Eden dengan cakar depannya yang sebelah kanan, di mana hal itu tidak sempat Eden hindari, Eden kemudian mencoba untuk menahannya.
"Baam!"
Eden terpukul yang membuatnya menghantam tanah dengan keras.
"Ahk!"
Lalu Serigala Awan menyerang kembali Eden, tapi kali ini Eden hindari dengan berpindah tempat.
"Uhh... Ini sangat menyakitkan..." Eden bergumam dengan nada kesal.
Lalu Eden membuat api menyala di pedangnya yang sebelah kiri, dan membuat air terkumpul di pedangnya yang sebelah kanan.
__ADS_1
Eden lalu berlari dengan sangat cepat hingga berada di depan Serigala Awan, kemudian Eden mengayunkan pedangnya yang berapi-api ke arah Serigala Awan, tapi kembali Serigala Awan mengubah wujudnya menjadi awan, yang mana Serigala Awan membuat lubang di tubuhnya, untuk menghindari serangan yang dilancarkan Eden.
Tapi Eden membuat api tersebut menyebar ke berbagai arah, sayangnya Serigala Awan kembali mengubah wujudnya, membuat Serigala Awan menghilang dari pandangan Eden.
Seketika hal itu membuat Eden menjadi sangat terkejut, dirinya segera menjadi waspada, melihat ke sekitar dengan tatapan serius, seketika Eden di serang dari belakang, yang membuat Eden terhempas hingga menabrak sebuah batu besar.
"Ugh..."
"Kenapa anda tidak segera pergi dari tempat ini?!" Azurea bertanya dengan nada cemas.
"Aku tidak bisa, para perompak itu masih berada di dalam wilayahnya, jika aku pergi maka dia akan menyerang para perompak, yang akan membuat Serigala Awan menjadi lebih kuat, aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi begitu saja!" Eden berkata dengan nada serius.
"Lalu apakah anda akan terus membiarkan diri anda terus dipukuli?"
"Tentu saja tidak! Azurea pinjamkan aku kekuatanmu!" Eden segera membuat pedangnya yang sebelah kiri berkobar dengan api yang jauh lebih besar, yang pada saat bersamaan, dirinya membuat pedangnya di sebelah kanan terkumpul air yang sangat banyak.
"Baik!" Azurea menjawab dengan nada tegas.
Seketika tubuh Eden yang sebelah kiri, terbakar oleh api yang menjadi sangat besar, sementara di sebelah kanan tubuh Eden, terlihat air yang meluap-luap.
"Ayo sialan!" Eden segera menghilang sebelum akhirnya muncul di depan Serigala Awan dengan kecepatan yang sangat mencengangkan, tapi Serigala Awan masih sempat bergerak, Eden tidak membiarkan hal itu dirinya segera mengayunkan kedua pedangnya ke tanah.
Seketika ledakan dua elemen menggelegar, yang mana hal itu membuat ledakan super besar, menciptakan gelombang besar yang menghempaskan area yang berada di sekitar, bahkan dampaknya membuat seluruh Pulau Awan bergetar hebat.
Para perompak juga terlibat dalam ledakan yang Eden ciptakan, meski kota yang berada di Pulau Awan tidak terkena imbasnya secara langsung, masih membuat semua orang yang berada di Pulau Awan menjadi sangat ketakutan, semua orang berdoa memohon akan hal yang tidak diperlukan.
Orang-orang yang berada di Pulau Awan seketika terkejut dan menjadi lebih ketakutan, mereka terhuyung-huyung, berusaha menjaga keseimbangan mereka saat pulau terus berguncang di bawah kaki mereka, suara gemuruh dan suara serak bergema di sekitar mereka, menciptakan suasana yang menakutkan.
Di area pinggir pulau, di tepian pulau yang aman, penduduk dan pengunjung yang berada di sana menyaksikan dengan ketakutan, mereka melihat bagian tengah pulau, di mana ledakan terjadi, terbungkus dalam asap hitam yang mengerikan, dari jauh terlihat percikan-percikan api berkobar di langit, menciptakan pemandangan yang menyeramkan.
Sementara itu area hutan yang berada di sekitar lokasi ledakan menderita dampak yang cukup parah, pohon-pohon tersapu oleh kekuatan ledakan, meninggalkan pemandangan yang memilukan, hutan yang semula hijau dan hidup kini berubah menjadi puing-puing dan kekacauan.
Meskipun area pinggir pulau tidak langsung terkena imbas dari ledakan, getaran dan suara ledakan itu tetap mengguncang seluruh pulau, orang-orang yang berada di sana merasa ketakutan dan kepanikan, merasakan getaran tanah di bawah kaki mereka, mengingatkan mereka akan kehancuran yang terjadi di bagian tengah pulau.
__ADS_1