
Eden terpesona dengan dunia bawah laut, yang terlihat megah dan indah, dengan sebuah kastil besar yang berwarna biru muda, dengan pilar-pilar besar di sana-sini, serta berbagai bangunan-bangunan indah di mana-mana, membuat sekitar tampak menjadi lebih indah dan menakjubkan.
"Bagaimana, Kerajaan Mare indah bukan?" Pris dengan nada bangga berbicara.
"Ya, meski aku cukup sering ke sini dulu, tempat ini tetap sangat indah..." Gumam Eden yang tersenyum lebar.
"Apa? Aku tidak mendengarnya?" Pris bertanya lagi apa yang dikatakan oleh Eden, karena dirinya tidak mendengarnya dengan jelas, sebab terlalu pelan.
"Tidak ada! Baiklah ayo kita pergi ke istana!"
"Apa! Kita tidak bisa!"
"Mengapa?"
"Itu... Itu karena..." Pris bingung harus mengatakan apa, dirinya tidak mau pergi ke istana, sebab dirinya pasti akan ketahuan pergi keluar dari wilayah Kerajaan Mare, yang mana membuatnya dimarahi, oleh karena itu dirinya tidak mau ke istana.
"Karena kau tidak mau menjawabnya, maka aku akan membawa kapal ke sana!" Eden tahu apa yang dipikirkan oleh Pris, tapi dirinya tetap pergi membawa kapal menuju ke sana.
"Tidak!" Pris berniat untuk melarikan diri.
"Albina! Tahan dia!"
"Awooo!" Albina segera mengikuti perintah Eden, dan menahan Pris yang mau melarikan diri.
"Tidak! Albina bukankah kita ini teman! Mengapa kau tidak membantuku!" Pris dengan wajah sedih menatap Albina.
"Awo... Awoo!" Albina dengan wajah bingung menatap Pris sejenak, sebelum akhirnya menundukkan kepalanya lalu melirik ke arah Eden.
"Albina! Kau! Huhu... Wuwu kau jahat!" Pris dengan sedih menerima nasibnya.
__ADS_1
Sementara itu Ras Bluesea yang melihat Kapal Eden yang bergerak menuju ke Istana, seketika menjadi heboh.
Mereka semua bingung mengapa ada Kapal yang bisa tetap bergerak di dalam Air, itu karena Kapal Eden terbuat dari begitu banyak bahan dan material khusus, yang bisa melakukan banyak hal, salah satunya menyelam di dalam air.
Ras Bluesea segera melaporkan kejadian tersebut ke istana, mendengar laporan tersebut orang-orang dari istana melihat keluar dan ternyata hal itu benar.
Sang Ratu, yang mendapat laporan tersebut, tetap tenang karena dirinya dapat merasakan, tidak adanya permusuhan dari Kapal tersebut.
Ratu segera menggunakan salah satu kemampuanya, untuk melihat ke arah Kapal, dirinya tidak menyangka akan menemukan seseorang yang dirinya kenal, tengah menangis sambil terus mencoba melepaskan diri dari seekor Serigala.
Tiba-tiba saja Sang Ratu merasakan dirinya tengah di tatap, dirinya segera melihat ke asal tatapan tersebut, seketika Sang Ratu terkejut melihat sesosok makhluk yang memiliki aura begitu ganas, tapi pada saat yang bersamaan memiliki aura Takdir yang begitu kuat.
Dirinya belum pernah melihat Aura Takdir yang dimiliki oleh seseorang begitu besar dan kuat, bahkan ibunya sendiri tidak memiliki Aura Takdir yang seperti itu, Sang Ratu juga merasakan Aura Takdir yang dimiliki oleh sosok tersebut, memiliki Hubungan Keterikatan yang kuat dengannya seolah-olah mereka ditakdirkan sebagai sepasang kekasih.
"Tapi mengapa, dan siapa dia sebenarnya..." Gumam Sang Ratu dengan wajah bingung, bahkan Hubungan Keterikatan antara dirinya dengan ibunya bahkan dengan anaknya sendiri, tidak sekuat yang dirinya rasakan dengan sosok tersebut.
"... Apakah... Dia benar-benar ditakdirkan untukku...?" Sang Ratu tidak tahu apa yang harus dirinya lakukan tentang hal tersebut.
"Katakan ada apa?"
"Yang Mulia! Putri Pris datang bersama dengan seseorang dari Kapal tersebut!"
"Beliau mengatakan ingin bertemu dengan Anda bersama orang dari Kapal tersebut, apakah Anda mengizinkannya?" Pria itu bertanya dengan nada hormat kepada Sang Ratu.
"Lakukanlah!"
"Baik! Yang Mulia!"
Melihat pembawa pesan pergi, Sang Ratu kembali merenung, tentang identitas yang dimiliki oleh sosok yang bersama putrinya.
__ADS_1
...
Sementara itu kembali ketika Eden turun ke dari Kapal bersama Pris, dirinya di datangi oleh para Kesatria Kerajaan yang membawa senjata dengan waspada, tapi melihat Pris mereka segera sedikit menurunkan kewaspadaan mereka.
Pris kemudian menjelaskan bahwa dirinya dan Eden ingin menemui Sang Ratu, setelah itu seseorang pergi menyampaikan berita tersebut, tidak lama kemudian pria itu kembali dan membimbing Pris dan Eden menuju ke tempat Sang Ratu.
Eden di bawa melalui lorong istana yang begitu besar dan megah, mungkin aneh karena tempat itu terlalu besar bagi Ras Bluesea yang ukurannya tidak sebesar tersebut, sebenarnya di buat besar karena Ras Bluesea bisa melaluinya secara bersamaan.
Karena mereka dapat berenang bebas, itulah mengapa istana dibangun dengan begitu besar dan luas, Eden akhirnya sampai di pintu besar yang merupakan tujuannya, tempat Sang Ratu berada.
Begitu pintu terbuka, Pria yang sebelumnya membimbing Pris dan Eden, tidak bergerak masuk, dia hanya berdiri diam di sana, sementara Pris dan Eden memasuki ruangan besar tersebut.
Saat Eden benar-benar dekat dengan singgasana Sang Ratu, barulah Eden dapat melihat sosok Sang Ratu.
Di mana Sang Ratu merupakan seorang Wanita cantik, dengan rambut biru muda yang panjang tergerai indah, dengan mata biru yang cerah, serta memiliki kulit mulus berwarna biru yang mempesona, dengan proporsi tubuh yang begitu ideal membuat kaum wanita iri.
Eden terpesona hingga membeku sejenak, terdiam hanya menyaksikan hal tersebut, sementara itu Sang Ratu terkejut melihat penampilan Eden yang terlihat begitu biasa, namun aura yang dimilikinya tidak biasa sama sekali.
Keduanya hanya terdiam dan saling memandang satu sama lain, jika ditanya siapa yang paling dekat dengan Eden di kehidupan sebelumnya di Kerajaan Mare di antara para Ras Bluesea, maka jawabannya adalah Sang Ratu.
Yap bukan Kru Eden ataupun Pris, tapi Sang Ratu Ras Bluesea, mengapa?
Keduanya memiliki pemikiran yang sama, serta memiliki hobi yang sama, tidak hanya itu keduanya saling mengetahui memiliki perasaan satu dengan yang lain, tapi Eden tidak bisa memiliki istri dengan Ras Bluesea apa lagi itu seorang Ratu, karena dirinya memiliki begitu banyak musuh, dan saat itu dunia tengah tegang karena Perang yang terjadi di berbagai tempat.
Sang Ratu juga tidak bisa melakukannya, karena hubungan dengan Ras lain, bisa membuat perpecahan dalam Ras Bluesea, meski Eden telah banyak berjasa bahkan banyak anggota Kru Eden yang merupakan Ras Bluesea, tapi tetap saja ada beberapa orang yang tidak menerima orang luar, karena banyak orang luar yang menyerang Ras Bluesea untuk dijadikan budak.
Akibatnya keduanya hanya memiliki hubungan teman, tapi meski demikian beberapa kali keduanya melakukan hubungan intim, yaitu pertempuran brutal di atas ranjang yang begitu panas.
Dapat dikatakan keduanya saling mencintai tapi takdir tidak bisa menyatukan keduanya, tapi siapa sangka di kehidupan kali ini, Sang Ratu melihat Hubungan Keterikatan yang berasal dari Aura Takdir Eden, begitu dekat dan melekat kuat dengannya.
__ADS_1
Eden tentu saja tidak mengetahui hal itu, bahkan di kehidupan sebelumnya, Sang Ratu tetap merahasiakan kemampuannya tersebut.
"Pris kau ke mana saja dari tadi pagi?" Mendengar pertanyaan Sang Ratu seketika membuyarkan lamunan Eden, dirinya segera melihat ke arah Pris yang tengah menundukkan kepalanya.