
Sementara Eden sedang berkenalan dengan sesama orang yang berada di Sel Penjara Istana, saat ini sang Ratu tengah mendengarkan laporan dari bawahannya.
"Seorang pria yang bukan dari Kerajaan Langit... Manusia ya..." Sang Ratu dengan nada misterius bergumam sambil menatap ke arah bawah.
Dirinya tengah memikirkan apa yang harus dilakukan mengenai hal tersebut, sang Ratu yakin pria tersebut pasti orang dari Pulau Kematian Hitam, tempat asal dari Dogtrai, meski sudah bertahun-tahun berlalu, sang Ratu masih merindukan sosok Dogtrai yang lemah lembut kepadanya, oleh karena itu dirinya rela melakukan hal ekstrim untuk menjaga putri dirinya dan Dogtrai, untuk terus mengenang keberadaan Dogtrai.
Sang Ratu kemudian memutuskan untuk bertemu dengan pria tersebut, dirinya memutuskan untuk mencari tahu apa yang dilakukan oleh pria itu.
"Bawa dia ke sini, aku ingin berbicara dengannya." Mendengar perintah sang Ratu, semua Kesatria Penjaga terkejut, mereka bingung dengan keinginan sang Ratu, karena pikir mereka jika Eden benar-benar mampu memporak-porandakan Pulau Awan, maka dapat dipastikan dirinya juga dapat melakukan hal yang sama, terhadap mereka yang saat ini tidak memiliki Energi Jiwa yang cukup.
Sang Ratu yang langsung memahami kekhawatiran mereka, segera angkat bicara.
"Jangan khawatir, aku yakin dia saat ini tidak memiliki Energi Jiwa yang cukup, jadi tidak mungkin dirinya dapat melakukan hal buruk, jadi segera bawa dia ke tempat ini." Mendengar perintah sang Ratu sekali lagi, pada akhirnya para Kesatria Penjaga melaksanakan perintahnya.
Melihat para Kesatria Penjaga pergi, sang Ratu kemudian berjalan menuju ke sebuah pintu yang merupakan kamar dari putrinya, begitu dirinya membuka pintu sedikit, sang Ratu langsung mengetahui keadaan putrinya yang semakin memburuk.
Akibat gen manusianya lebih kuat dibanding gen Angelwhite miliknya, yang membuat sang Putri mengalami perubahan yang terlihat mengerikan, bagi siapapun yang melihatnya orang tersebut pasti akan merasakan rasa jijik yang sangat mengerikan, meski demikian sang Ratu tetap tenang melihat itu semua, bagaimanapun dia adalah anaknya.
Sang Ratu berharap dengan menyerap Energi Jiwa dirinya dapat menyembuhkan putrinya, untuk sepenuhnya menjadi Ras Angelwhite.
...
"Kau bilang apa?" Sebuah suara tiba-tiba saja berbicara setelah Eden selesai mengatakan tentang dirinya.
__ADS_1
"Aku hanya berniat mengambil beberapa tanaman herbal-" Sebelum Eden sempat mengulangi yang dirinya katakan, suara kembali muncul menyela Eden.
"Bukan itu! Maksudku kau orang yang menyebabkan guncangan dan suara keras yang terjadi sebelumnya!"
"Hem? Jika yang kau maksud guncangan dan suara keras mengenai Pulau Awan maka jawabannya adalah iya, aku memang yang melakukannya, meski pada akhirnya Serigala Awan tetap bertahan hidup setelah semua itu, yang membuatku cukup kecewa." Menjawab dengan santai Eden menjelaskan.
"Tapi yang membuatku menjadi sangat kecewa adalah para Kesatria Penjaga yang akhirnya membunuh Serigala Awan, yang telah aku coba bunuh mati-matian, hal itu membuatku menjadi sangat-sangat kecewa." Eden menjawab dengan nada lelah, sebelum akhirnya menggelengkan kepalanya.
"... Kau berada di level antara level 40-43 ya..." Sebuah suara yang belum pernah Eden dengar tiba-tiba saja muncul, hal itu membuat Eden mengalihkan pandanganya ke arah sel tertentu.
"Apakah kau mengalami penurunan level, akibat Penyerapan Kadar Energi Jiwa?" Suara itu kembali terdengar bertanya dengan suara lembut kepada Eden.
"Tidak, aku masih berada di levelku, kenapa?" Eden bertanya dengan wajah bingung, dirinya menjadi sangat penasaran akan informasi mengenai orang yang bertanya kepadanya tersebut.
"Ho... Tentu, kita akan melihatnya, tapi sebelum kita melihat berapa lama levelku akan bertahan, mari kita lihat lebih dulu apakah aku akan dibebaskan dalam waktu dekat, atau aku akan berada di sini selamanya..." Eden menjawab dengan nada menghina, merasakan ejekan yang dilontarkan oleh Eden, membuat orang misterius tersebut menjadi kesal.
Tapi dirinya tidak gegabah seperti wanita yang sebelumnya, kemudian mereka semua menunggu, waktu terus berlalu hingga akhirnya terdengar sebuah suara.
"Klik!"
"Bzzz!"
"Baam!"
__ADS_1
Pintu kemudian benar-benar terbuka, yang memperlihatkan tubuh sekelompok orang, di mana orang-orang tersebut adalah Kesatria Penjaga yang sebelumnya menangkap dan membawa Eden ke Penjara Istana.
Melihat sosok sekelompok Kesatria Penjaga, membuat tahanan lainnya terkejut, mereka tidak menyangka yang Eden katakan akan menjadi nyata, hal itu membuat mereka semua menjadi sangat penasaran mengenai Eden.
Kemudian para Kesatria Penjaga berhenti di Sel Penjara Eden, melihat mereka membuat Eden tersenyum lebar.
"Hei! Lama tidak bertemu! Apakah akhirnya aku pergi! Ayo cepat bukakan pintu sel penjara ini, apakah kalian ingin membiarkan Sang Ratu menunggu lebih lama lagi?" Eden berbicara dengan nada tidak senang, dan memerintahkan dengan sangat cepat, para tahanan lainnya menjadi sangat terkejut.
Mereka tidak berharap Eden akan dipanggil oleh Sang Ratu, hal itu membuat mereka semua menjadi sangat penasaran akan hal yang Eden lakukan, tidak hanya para tahanan bahkan para Kesatria Penjaga menjadi sangat terkejut, di mana dapat terlihat dari ekspresi mereka yang menunjukkan tanda-tanda terkejut dan tidak percaya.
Sebab mereka semua tidak berharap Eden akan mengetahui dirinya akan dikeluarkan, untuk bertemu dengan Sang Ratu, seolah-olah Eden sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hal itu tidak mungkin, karena di kehidupan sebelumnya Eden tidak dipenjara, karena pada saat itu dirinya sudah sangat kuat, berbeda dengan sekarang yang di mana dirinya tengah di penjara, Eden mengetahui apa yang terjadi hanya mengandalkan tebakannya.
Sebab Eden yakin Sang Ratu sangat penasaran mengenai dirinya, oleh karena itu Eden bertingkah seolah-olah dirinya mengetahui apa yang akan terjadi.
Kesatria Penjaga segera membuka kunci sel Penjara Eden, sebelum menyuruh Eden keluar, lalu kembali mengunci sel penjara tersebut, kemudian Eden di kawal oleh para Kesatria Penjaga, melihat sosok Eden membuat para tahanan lainnya menjadi sangat terkejut akan hal tersebut.
Kemudian Eden akhirnya sampai di depan ruang singgasana, di mana sang Ratu berada, lalu Eden melangkah masuk ke dalam sana, yang akhirnya Eden dapat bertemu kembali dengan Sang Ratu.
Melihat sosok Sang Ratu yang terlihat masih sama dengan di kehidupan sebelumnya, membuat Eden menghela nafas lega, dirinya tidak mau efek kupu-kupu yang dirinya sebabkan berdampak sangat besar, oleh karena itu Eden merasa lega melihat sosok Sang Ratu yang dirinya kenal.
Sang Ratu yang melihat sosok Eden, kemudian menyuruh kepada para Kesatria Penjaga untuk pergi meninggalkan ruang singgasana, meski pada awalnya mereka menolak, tapi pada akhirnya para Kesatria Penjaga pergi keluar.
__ADS_1
Di mana hanya menyisakan Eden yang berhadapan langsung dengan Sang Ratu, melihat sosok Eden membuat Sang Ratu menjadi sangat penasaran.