
"Aku... Bisakah hal itu tidak tidak dilakukan?" Miriana tidak mau satu-satunya hal yang tersisa antara dirinya dan Dogtrai akan hilang, karena pikir Miriana jika Gen Manusia Dogtrai hilang dari tubuh putrinya, maka dengan kata lain itu sama saja dengan Dogtrai yang benar-benar tidak ada lagi dalam hidupnya.
"..." Eden yang mendengar permintaan sang Ratu menjadi terdiam, dirinya tahu apa yang di maksud oleh Miriana, tapi dirinya tidak yakin apakah itu benar-benar diperlukan, lagipula apakah kenangan lebih penting dibandingkan sebuah nyawa.
"Tidak, kecuali kau ingin dia mati." Perkataan Eden seolah-olah menyambar Miriana, hal itu membuatnya terdiam, dirinya sekarang benar-benar bingung dengan pilihan yang harus dirinya buat.
"Aku tidak akan menerimanya...!" Miriana dengan nada tegas menatap mata Eden, dengan nada penolakan yang tegas.
"Benarkah? Nyawa putrimu tidak begitu penting ternyata? Kupikir hidupnya yang selama ini kau pertahankan sangat penting, karena bagaimanapun dia putrimu, tapi gen manusia milik seorang pria hina yang sudah memiliki istri namun berpaling ke seorang wanita lain, masih kau tetap pertahankan, dibandingkan nyawa putrimu?" Eden mengejek Miriana dengan menyeringai lebar, sambil terus menatap ke arah sang Putri.
Mendengar perkataan Eden, seketika membuat Miriana menjadi sangat marah, kemarahan yang belum pernah dirinya rasakan tiba-tiba saja meluap, merasakan hal itu membuat Eden tersenyum tipis yang tidak diperhatikan oleh Miriana.
"Jangan menyebut Dogtrai seperti itu!" Miriana dengan wajah marah menatap ke arah Eden.
"Tapi itulah kenyataannya, dia sudah memiliki istri, apa lagi istrinya saat itu tengah sakit parah, namun dirinya sempat-sempatnya tidur dengan wanita lain, hingga memiliki seorang anak, pria yang begitu br*ngsek..." Eden mengutuk dengan keras, yang membuat Miriana terdiam, sebelum akhirnya mengigit bibir bawahnya, sebelum akhirnya menarik nafas dalam-dalam lalu mengatakan sesuatu.
"Kau benar, nyawa putriku jauh lebih penting, meski gen manusia milik Dogtrai juga penting, namun memang jauh lebih penting nyawa putriku..." Miriana dengan nada berat menjawab Eden.
"Bagus, seseorang tidak akan menghilang selama kenangan mengenai orang tersebut masih ada, dikatakan orang lain meninggal bila tidak ada seorangpun yang mengingat orang tersebut." Eden tiba-tiba saja mengeluarkan kata-kata bijak untuk menyemangati pilihan yang dibuat oleh Miriana, mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Eden, membuat kedua mata Miriana seketika terbuka lebar.
"Baiklah aku akan menyelesaikan hal ini, tapi aku sekarang kekurangan Energi Jiwa, hilangkan proses Penyerapan Kadar Energi Jiwa yang kau lakukan sekarang, karena aku tidak dapat melakukannya tanpa memiliki Energi Jiwa." Eden mengatakan salah satu bagian penting dalam penyembuhan, sambil mengeluarkan beberapa barang.
__ADS_1
"..." Miriana yang mendengar itu pada awalnya terdiam, sebelum akhirnya memanggil seseorang dengan suara lantang, sebelum akhirnya terdengar pintu yang bergeser, lalu muncullah seseorang.
"Apa perintah anda Yang Mulia Ratu?" Mendengar pertanyaan bawahannya tersebut, Miriana kemudian segera menjawab.
"Hentikan proses Penyerapan Kadar Energi Jiwa yang saat ini terjadi!"
Mendengar perintah sang Ratu pada awalnya bawahannya tersebut langsung terdiam, sambil mengerutkan keningnya dengan wajah bingung.
Dirinya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, apa lagi biasanya orang yang mencoba menghentikan proses Penyerapan Kadar Energi Jiwa akan langsung dihukum mati oleh Sang Ratu, tapi kali ini Sang Ratu memerintahkan kepadanya untuk menghentikan proses Penyerapan Kadar Energi Jiwa, yang membuatnya menjadi sangat bingung.
"Apa yang kau tunggu, cepat lakukan!" Miriana yang memperhatikan bawahannya tidak bergerak dan hanya diam di tempat, seketika menjadi sangat marah.
"Maaf! Baik Yang Mulia Ratu!" Melihat bawahannya telah menghilang, akhirnya Miriana menghela nafas lega.
Pertama Eden mengeluarkan berbagai tanaman herbal, sebelum memulai proses pembuatan ramuan penghilang nyeri dan rasa sakit, sebelum akhirnya menunggu hingga Penyerapan Kadar Energi Jiwa berhenti, setelah berhenti Eden segera meminumkan sang Putri dengan Ramuan penghilang nyeri dan rasa sakit.
Sebelum akhirnya menyerap Energi Jiwa di sekitar secara gila-gilaan, hal itu seketika membuat Miriana menjadi sangat terkejut, dirinya tidak menyangka Eden akan menyerap Energi Jiwa dalam jumlah yang sangat besar.
'Azurea, bantu aku fokus menghilangkan Gen Manusia yang ada di dalam dirinya..." Eden berbicara dengan Azurea melalui pikirannya, dirinya tidak dapat mengandalkan kemampuannya seorang diri, sebab hal tersebut membutuhkan fokus yang begitu banyak, dan tentunya dengan kekuatannya saat ini tidak mungkin dirinya dapat melakukan hal tersebut.
'Baik!' Azurea menjawab dengan tegas.
__ADS_1
Kemudian Eden mulai menjadi sangat fokus, di mana dirinya mulai menghancurkan Gen Manusia yang terdapat di dalam diri sang Putri, sementara itu sebagian fokusnya untuk mempertahankan manfaat dari ramuan penghilang nyeri dan rasa sakit, supaya sang Putri tidak terlalu kesakitan.
Setelah beberapa saat Eden akhirnya berhenti, Miriana menatap dengan wajah tidak percaya, di mana sebelumnya dirinya melihat tubuh putrinya secara menakjubkan mulai berubah, yang sebelumnya hanya daging berdarah menjijikan yang terlihat mengerikan, sekarang berubah menjadi gadis remaja yang terlihat cantik dengan rambut putih pendek, dengan tubuh yang begitu menawan.
Hal itu tanpa di duga membuat Miriana mengeluarkan air mata, melihat itu membuat Eden terkejut, dirinya tidak menyangka hal tersebut akan dilihatnya dari seorang Miriana, sebab dia seorang wanita yang kuat dan begitu tegas, karenanya Eden tidak menyangka akan ada sisi kewanitaan dalam diri Miriana.
"Terimakasih..."
"Jangan, belum cukup, ini baru permulaan saja." Eden menghentikan Miriana untuk berterimakasih.
"... Bukankah kau bilang hal itu dapat menyembuhkannya?" Miriana mengerutkan keningnya dengan wajah tidak senang, melihat itu membuat Eden tersadar.
"Ya aku memang bilang caranya adalah dengan menghilangkan Gen Manusia di dalam dirinya, namun selain itu ada hal lain, seseorang tidak bisa hidup hanya dengan satu Gen dari seorang ibu saja, dirinya perlu Gen dari seorang ayah, masalahnya Gen dari seorang ayah tersebut telah aku hapus atau lebih tepatnya aku musnahkan." Eden menjelaskan sebelum berhenti sejenak.
"Jadi kau harus mencarikan seorang pria dari Ras Angelwhite untuk memberikan beberapa darah mereka, atau lebih tepatnya Gen Ras Angelwhite mereka." Eden kemudian berhenti menjelaskan.
"Tidak bisakah itu dari Ras lain?"
"Tentu bisa, hal ini terjadi karena Gen Manusia yang dimiliki putrimu jauh lebih kuat dibandingkan Gen Ras Angelwhite, akibatnya tubuh yang dimilikinya hanya tubuh manusia sedangkan kekuatan yang dimiliki oleh Ras Angelwhite tidak dapat di tahan oleh tubuh manusianya yang menyebabkan hal ini terjadi, tentu menggunakan Gen Ras lain juga bisa termasuk ras Manusia, namun Gen tersebut harus sangat sedikit pengaruhnya, dan Gen Ras Angelwhite harus jauh lebih kuat." Eden menjawab pertanyaan yang dimiliki oleh Miriana.
"Lalu gunakan saja milikmu!"
__ADS_1
"...!" Eden tercengang mendengarnya, dirinya menatap Miriana dengan wajah tidak percaya.
Merasakan tatapan Eden membuat Miriana memiringkan kepalanya dengan bingung, melihat itu Eden benar-benar tercengang.