
"Bahaya seperti apa yang kau maksud? Kami ini abadi!" Kapten Rum bertanya dengan wajah tidak senang.
"Hesna, Gurita dari alam Neraka yang akan memakan jiwa-jiwa makhluk hidup, jika ada yang terjerat oleh tentakelnya tidak ada yang bisa lepas darinya kecuali orang tersebut telah mati, kalian memang abadi, tubuh kalian memang akan pulih kembali, tapi jika Jiwa kalian terbunuh atau dimakan maka kalian sama saja dengan mati, karena hanya tubuh kosong tanpa dapat bergerak atau berpikir layaknya boneka..."
Eden menyeringai lebar, yang seketika membuat bulu kuduk berdiri bagi sepuluh Kapten Bajak Laut Terkutuk, mereka juga mengetahui tentang Jiwa, karena mereka sebelumnya memang telah mati, tapi Dewa-dewi laut datang menciptakan tubuh baru untuk mereka masuki, yang mana mereka berakhir menjadi abadi, karenanya mereka sangat memahami tentang jiwa.
"Apakah neraka benar-benar ada?" Kapten Dendosnate bertanya, dirinya memang telah mati tapi, jiwanya tidak pergi ke neraka ataupun surga, melainkan berada di Alam Jiwa, tempat berbagai Jiwa berkumpul, di sana mereka mereka tidak dapat bergerak sesuai dengan yang mereka inginkan, dan hanya berdiri diam atau terkadang bergerak beberapa meter.
Karenanya dia tidak tahu apakah Neraka ataupun Surga itu nyata adanya, mendengar pertanyaan itu Eden terdiam sejenak, karena dirinya juga tidak yakin, sebab dirinya belum pernah ke sana, tapi dari berbagai buku peninggalan kuno, memang dinyatakan Neraka dan Surga itu ada sebenarnya.
"Aku tidak tahu, tapi Hesna itu benar-benar nyata karena aku telah bertemu dengannya beberapa kali sebelumnya." Eden mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh.
"Jika kau tidak tahu, lalu bagaimana bisa kau mengatakan dia dari Neraka! Tunggu? Kau bilang pernah bertemu dengannya?" Kapten Valnir terkejut dengan pernyataan Eden.
"Ya, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, dirinya akan muncul ketika Dimensi Ruang tertentu mengalami perubahan, yang mana terjadi fenomena Perluasan Ruang, hal itu akan membuat Ruang tidak stabil yang akan membuat dirinya dapat keluar dari tempatnya, menuju ke Dimensi Ruang yang tidak stabil tersebut, ada kalanya Dewa-dewi akan mengirim Ras Angelwhite untuk menangkap dan menahannya tapi hal itu tidak akan mudah."
"Jika hanya dia kau tidak perlu menahan dan menyatukan kami bukan?" Kapten Arweq segera menangkap hal yang mengganjal.
__ADS_1
"Benar..." Eden mengangkat kedua alisnya, sebelum menyesap tehnya lalu berbicara.
"Selain Hesna akan ada berbagai Monster aneh lainnya, yang mana mereka semua di pimpin oleh Rubios, salah seorang penjahat terkuat yang berasal dari Ras Firebone, dia memiliki ambisi untuk menjadi Raja, dan semua makhluk adalah hewan peliharaannya..." Mendengar tentang Rubios semua Kapten Bajak Laut merinding, mereka tidak menyangka akan ada orang yang lebih gila dan tidak waras dibandingkan mereka semua.
"Dia memiliki kemampuan mengendalikan berbagai Makhluk, untuk dijadikan budak tanpa akal, yang mana dia anggap sebagai Hewan Peliharaan..." Eden menatap mereka semua dengan seringai lebar.
"Glup..." Dapat terdengar jelas suara seseorang yang menelan ludah, hal itu membuat Eden tersenyum lebih lebar.
"Sekarang...! Sekarang...! Mereka masih tidak akan muncul, tapi ketika Dimensi Ruang mengalami Perluasan Ruang, dan Ruang menjadi tidak stabil, maka mereka akan muncul ke Laut Hitam, ketika itu terjadi semua orang dibutuhkan..." Eden tersenyum lebar.
"Lalu kami saat ini hanya perlu bersiap, dengan cara berpatroli menjaga keamanan sekitar Laut Hitam?" Kapten Ecjizo bertanya dengan mata yang serius.
"Tunggu dulu... Sebelumnya kau bilang hal itu akan terjadi, tapi apa yang menyebabkan Perluasan Ruang terjadi? Juga jika itu terjadi kapan tepatnya, beberapa bulankah? Tahun? Atau apa?" Kapten Gelga bertanya karena dirinya tidak mau menunggu sesuatu hal yang tidak pasti.
"Kalian tahu bukan tentang Pulau Kematian? Nah di pulau itu ada namanya Gunung Kematian, saat ini Raja dari Kerajaan Kematian Hitam tengah melakukan sayembara untuk menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit Putra, Putri, dan istrinya, karena Sayembara tersebut orang-orang pada akhirnya membuat Gunung Kematian meletus."
"Hal itu tentu bukan penyebabnya, tapi letusan Gunung Kematian yang telah terkumpul selama ratusan tahun di Dimensi Ruang Laut Hitam, menyebabkan Jalan menuju ke Kerajaan Langit menjadi lebih lebar, karenanya membuat Ruang mengalami fenomena Perluasan Ruang, jika menurut perhitunganku mungkin dalam waktu 100 tahun mereka akan datang, jadi sampai saat itu tiba, berlatihlah lebih keras." Eden berbicara menjelaskan dengan santai.
__ADS_1
Di kehidupan sebelumnya Eden menemukan tentang Laut Hitam puluhan tahun semenjak bencana, karena tidak tahu harus keluar dengan cara apa, Eden berakhir di sana selama puluhan tahun hingga akhirnya Perluasan Ruang terjadi, Hesna muncul bersama pasukan Rubios dan Rubios itu sendiri.
"Itu sangat singkat, bisakah kita menjadi lebih kuat dalam waktu yang sesingkat itu?" Kapten Panskio bertanya dengan wajah khawatir.
"Ya dia benar, ketika kami menjadi Abadi seperti ini, membuat kami sangat sulit untuk naik Level, karenanya aku tidak yakin apakah dalam waktu singkat seperti seratus tahun itu cukup untuk kami...?" Kapten Smith juga menyetujui pertanyaan tersebut.
"Ehm... Aku akan melatih kalian semua, jadi tenang saja, ini akan membuat kalian menjadi lebih kuat! Aku jamin!" Eden tersenyum lebar memikirkan pelatihan super super neraka untuk para makhluk Terkutuk tersebut, hal itu membuat ke sepuluh Kapten Bajak Laut yang telah mengalami hal yang begitu mengerikan bergidik ngeri.
"Baiklah, mulai sekarang ayo jalani hidup dengan semangat!" Eden mengangkat tangan kanannya ke atas.
Sementara Eden tengah mempersiapkan diri untuk masalah yang mungkin terbilang lama bagi manusia normal, saat ini di suatu tempat yang terdapat di salah satu Negara Kapal, yang mana Negara Kapal 47, sesuatu tengah terjadi di dalam sebuah kamar seorang wanita cantik.
"Uh... Jam berapa ini? Ah aku telat! Aku harus segera berangkat ke Sekolah!" Nama wanita itu adalah Xia Mio, seorang murid dari Sekolah Penjaga, dirinya menjadi siswi terbaik hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja.
"Apakah hari ini adalah hari di mana kita akan pergi berkompetisi? Aku sudah tidak sabar!" Xia Mio dengan wajah bersemangat segera pergi keluar dari rumahnya, setelah berpamitan kepada ibu dan ayahnya.
Xia Mio salah satu murid dari Sekolah Penjaga Negara Kapal 30 yang memiliki nilai terbaik, hal itu dikarenakan Xia Mio memiliki rahasia yang tidak pernah dirinya katakan kepada siapapun, dirinya mengetahui bahwa dunia ini, di dimensi atau lebih tepatnya dunia lain hanya sebuah novel, Yap dia mengetahui hal itu, bukan, bukan karena dirinya seorang Reinkarnator atau hal lainnya, tapi karena kemampuannya untuk dapat melihat kehidupan dari dirinya yang lain dari dunia yang berbeda hanya dengan bermimpi.
__ADS_1
Kemampuannya pertama kali muncul ketika dirinya berumur lima tahun, pada awalnya dirinya hanya menganggap hal itu mimpi biasa, tapi ketika bencana besar terjadi, dirinya akhirnya yakin dengan kemampuannya.
Dirinya memang mengetahui beberapa hal tentang masa depan, tapi dia tidak mau memberitahukan hal itu kepada orang lain, sebab dia tahu mengubah sesuatu akan berdampak besar ke sesuatu yang lain.