Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
25. Buah Hati


__ADS_3

"Aku... Menerimanya! Aku ingin menjadi jauh lebih kuat! Aku ingin melindungi teman-temanku! Keluargaku! Dan semua hal yang penting bagiku!" Voul pada awalnya ragu-ragu, dirinya benar-benar terkejut dengan semua penjelasan Eden, bahwa dirinya sangatlah lemah, sangat-sangat lemah bahkan belum menembus Level 0.


"Hahaha! Seperti itulah seharusnya seorang Pria! Tidak ragu-ragu dan menjalani semuanya dengan berani! Hei Kodi! Katakan kepada Annatasya bahwa aku meminjam muridnya! Ayo nak kita pergi!" Eden tanpa mendengarkan perkataan Kepala Sekolah ataupun Voul, Eden segera menarik Voul lalu menghilang.


"Haah... Setidaknya anda harus menceritakan perjalanan anda, saya ingin tahu tentang Pulau-pulau lainnya!" Gumam Kepala Sekolah yang bernama Kodi Watan, seorang Elemental Angin.


...


Begitu Voul membuka kedua matanya, dia melihat pemandangan yang berbeda, sebelumnya Voul masih berada di kantor Kepala Sekolah, kemudian boom Voul langsung berada di sebuah Hutan yang berisikan berbagai Pohon Aneh.


"Dengarkan, sekarang lubang di dekat batu itu akan menjadi tujuanmu, kau hanya perlu masuk ke dalam lalu kau akan dipindahkan ke Penjara Monster, tempat dimana berbagai Monster berada, kau ingin kuat, maka kalahkan, bunuh, makan mereka, mengerti?" Voul yang masih linglung dengan melihat ke sekitar, tiba-tiba saja mendengar Eden memberikan penjelasan, tanpa pikir panjang Voul langsung mendengarkan dengan baik.


"Makan?" Voul bertanya dengan wajah bingung.


"Ya, bukankah kau juga makan daging Monster di Sekolah Elemental? Jika di sana sudah dicuci dan dibuatkan, sekarang kau yang perlu melakukan semuanya sendiri, batas waktumu satu Minggu, aku akan datang menjemputmu dalam seminggu jadi pergilah!" Setelah memberikan penjelasan lagi, Eden seketika menghilang di depan mata Voul, hal itu membuat Voul ketakutan, tapi dirinya segera menjadi tenang.


Setelah ragu-ragu sejenak, Voul pada akhirnya memasuki lubang di dekat batu besar, dengan bekal tekad dan semangat bertahan hidup, Voul memasuki Penjara Monster.


Eden kemudian segera kembali ke Pulau Abjikel, dirinya menaiki Kapalnya lalu bergegas ke Pulau Abjikel dalam waktu beberapa puluh menit saja.


Sesampainya di Pulau Abjikel, Eden segera melihat ke tempat Buah Hati seharusnya berada, sayangnya di sana masih belum ada apapun selain tanah luas dengan sedikit rerumputan.


Pada akhirnya Eden memutuskan untuk pergi dari sana, dirinya menuju ke tempat Pohon Besar berada.

__ADS_1


"Hei Yo! Lama tidak bertemu, apakah kau sudah memiliki lebih banyak kecerdasan?" Eden menyapa Pohon Besar seolah-olah itu makhluk hidup dengan memiliki kecerdasan, meski Pohon Besar itu memiliki sedikit akal, tapi dirinya tidak benar-benar dapat berbicara dan berpikir dengan benar.


"He sepertinya belum, benar, apakah kau sudah memiliki nama? Hem..." Eden berpikir sejenak mencoba untuk mengingat nama dari Pohon Besar.


Di kehidupan Eden sebelumnya, Pohon Besar itu salah satu dari Lima Penjaga Pulau Abjikel, yang pertama Pohon Besar di depan Eden.


Yang akan berubah menjadi Monster Humanoid yang terbuat dari kayu dan memiliki penampilan layaknya pohon, serta memiliki kemampuan yang luar biasa.


Memiliki kecerdasan yang luar biasa, kelincahan yang lebih lincah dibandingkan kelinci, serta kemampuan untuk mengendalikan tanaman dan pohon di sekitar, bahkan mampu mengubah bagian tubuhnya menjadi senjata seperti tombak, perisai atau pedang, dia biasanya di sebut sebagai Monster Pohon Tua, Eden tidak mengetahui siapa namanya.


Kedua ada Monster yang terbuat dari Batu, Monster itu memiliki pertahanan yang gila, dirinya mampu mengendalikan batu disekitarnya, yang mana hal itu memperkuat pertahanannya.


Dia tidak akan menyerang orang lain, kecuali orang tersebut yang memulai penyerangan, Monster itu biasanya dipanggil Boo Si Penjaga, karena dia hanya bisa mengucapkan Boo makanya dia dipanggil seperti itu, dia juga hanya menjaga tempat tinggalnya dari orang lain.


Ketiga ada Monster rumput, kali ini Monster yang ganas, dia akan memakan apapun yang menyentuhnya, dia biasa memiliki bentuk layaknya Serigala, Monster ini sering berpergian ke berbagai tempat, untuk memakan apapun yang tersentuh olehnya, pergerakannya seperti menjaga Pulau Abjikel dengan terus mengitarinya.


Keempat ada Monster berbentuk layaknya Ular, tapi memiliki mata yang terbuat dari api, serta ujung dari ekornya terdapat api yang menyala-nyala.


Monster ini biasanya berada di dalam tanah dan menghabiskan waktu, dengan menjadikan wilayahnya dipenuhi oleh permata atau batu-batu unik lainnya, karena api yang dimiliki ular tersebut membuat beberapa perubahan di tanah dan membuatnya mengeras dan menjadi berbagai batu aneh, monster ini biasanya dipanggil Ular Api Pembuat Logam.


Kelima sekaligus pemimpin dari kelima Monster lainnya, yaitu monster yang berbentuk layaknya seorang wanita cantik, dengan rambut terbuat dari tanaman hijau, dengan memiliki mata berwarna ungu, serta memiliki pakaian yang terbuat dari tanaman, serta memiliki kulit ungu kehijauan, serta memiliki telinga lancip.


Monster ini dapat menguasai semua hal dengan cepat, dan paling berpikiran terbuka, tapi juga yang paling kuat dibandingkan keempat sebelumnya.

__ADS_1


Kemampuannya dapat mengendalikan tumbuhan, serta pepohonan yang ada, dirinya lincah serta cepat, dan dapat belajar saat bertarung karenanya kemampuannya akan terus meningkat ketika pertarungan menjadi lebih lama.


Monster ini salah satu dari anggota Kru Eden di kehidupan sebelumnya, sayangnya dia memilih pensiun setelah menikah dengan salah seorang dari Ras Bluesea, yang juga salah satu anggota Kru Eden.


Sebelumnya Eden memiliki ratusan anggota Kru, serta memiliki ratusan ribu Armada Kapal, tapi karena Monster dan ras lainnya berkembang lebih cepat dan lebih kuat, 60% dari mereka tiada.


Dirinya bernama Rimile, salah satu anggota Kru Eden yang paling kuat, semenjak dia pensiun, Eden tidak pernah lagi bertemu dengannya, karena itu Eden sebenarnya cukup berharap bisa bertemu lagi dengannya, sayangnya hal itu akan cukup sulit karena dia belum lahir.


Setelah seminggu menunggu Voul, Eden yang sedang menatap sekitar tempat Buah Hati seharusnya, tiba-tiba saja merasakan sesuatu.


Tanpa pikir panjang Eden segera melihat asal hal yang dirinya rasakan, begitu Eden datang ke sana, dirinya menemukan sebuah Tunas kecil muncul.


"Ini...! Tunas dari Pohon Buah Hati! Hahaha! Akhirnya!" Eden sangat bahagia melihat hal tersebut.


"Benar, saat ini aku masih tidak bisa mendapatkan Buah Hati, haaah... Ouh! Ramuan Percepat Penumbuhan Tanaman!" Eden segera teringat salah satu Ramuan, yang sebelumnya sering beredar di kalangan pembudidaya tanaman dan tumbuhan ajaib.


Eden segera mengeluarkannya, lalu menyirami bibit tersebut dengan satu botol penuh, merasa belum cukup Eden menuangkan sembilan puluh sembilan lagi, dan akhirnya menjadi seratus botol.


"Sssss!" Suara aneh dapat terdengar, kemudian hal ajaib terjadi Tunas kecil yang baru saja muncul ke dunia, secara gila-gilaan tumbuh menjadi lebih besar.


Eden yang menyaksikan itu tersenyum layaknya orang gila, sementara semua makhluk di Pulau Abjikel merinding ketakutan sebab kelahiran Pohon Buah Hati yang secara gila-gilaan.


"Hahahaha! Benar itulah Buah Hati!" Eden tertawa terbahak-bahak, sambil menatap buah layaknya hati, dengan memiliki warna merah layaknya buah apel, terlihat menggantung di bagian paling atas pohon tersebut.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Eden segera bergegas ke atas pohon, lalu dirinya mencabut Buah Hati dari pohon tersebut.


"Baiklah! Sekarang hasil dari kerja keras menunggu selama beberapa hari!" Eden dengan satu gigitan memakan semua Buah Hati seorang diri.


__ADS_2