Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
40. Peperangan Bajak Laut Tiada Akhir


__ADS_3

Setelah berusaha keras mengendalikan kapal untuk tetap berada di jalur yang benar, akhirnya Eden dapat menemukan jalan keluarnya.


"Albina bersiaplah! Kita akan segera keluar!" Eden segera mengarahkan kapal menuju ke lubang yang merupakan celah dari Jalur Ombak.


Begitu keluar dari Jalur Ombak Eden melihat air Laut yang berwarna hitam, dirinya segera mengendalikan kapal untuk keluar dari dalam air.


Saat berada di luar, Eden akhirnya dapat melihat lautan dari Laut Hitam dengan lebih jelas, melihat laut yang begitu sunyi bahkan angin tidak berhembus membuat siapapun akan ketakutan, tapi Eden masih tetap tenang dan melihat ke sekitar melalui benda-benda yang dirinya beli dari pedagang di Kerajaan Mare sebelumnya, setelah mendapatkan arah, Eden kemudian segera menggunakan pendorong untuk menggerakkan kapal menuju ke arah yang dirinya inginkan.


"Laut Hitam oh ~ Laut Hitam ouh ~ Laut Hitam Oouuhh..." Eden bersenandung sambil menggerakkan kakinya, mendengar alunan musik, membuat Albina bersemangat, dirinya segera menggoyangkan ekornya dengan cepat.


"Laut Hitam adalah... Laut Kematian... Laut Hitam adalah... Lautan Tak Bertuan... Laut Hitam adalah... Lautan Tanpa Kehidupan..." Eden dengan mengendalikan kapal terus bersenandung gembira, dirinya terus memperhatikan arah, serta terus menggunakan pendorong untuk menggerakkan kapal.


"Laut Hitam! Ouh! Laut Hitam!"


"Berisik Oi! Sialan!"


Seketika Eden berhenti bernyanyi, dirinya melihat ke arah asal suara tersebut, di mana terdapat seekor Paus Raksasa yang menatap Eden dengan tatapan kesal.


"Ouh maafkan aku Pike!" Kemudian Eden melanjutkan menggerakkan kapal, sementara itu Paus yang ditinggal seorang diri, tiba-tiba tersadar dirinya segera mengejar Eden.


"Hei! Kau tidak takut kepadaku? Tidak! Yang lebih penting bagaimana kau tahu namaku!" Paus itu segera menyusul Eden, lalu bertanya kepada Eden.


"Yah bukankah kau penjaga Laut Hitam? Setiap kali para bajak laut itu berperang kau akan mengevakuasi orang-orang yang melintas bukan?" Eden bertanya dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Itu... Benar, tapi! Aku hanya memberitahukan namaku ke beberapa orang saja, apakah aku sangat terkenal?" Pike dengan wajah bingung bertanya kepada Eden.


"Ya kau sangat terkenal!" Eden tersenyum menatap Paus raksasa tersebut, alias Pike Paus yang menjaga Laut Hitam, Pike benar-benar menjaga Laut Hitam untuk terkendali, dirinya membuat orang-orang yang lewat untuk menjauh dari pertempuran para Bajak Laut Terkutuk, yang bertempur di Laut Hitam.


Eden bertemu dengan Pike pertama kalinya ketika Eden berhasil melewati Jalur Ombak untuk pertama kalinya dalam hidupnya, itu pengalaman yang paling mengerikan di mana Eden kehilangan cukup banyak anggotanya, tapi dirinya tetap berhasil melewatinya dan mencapai Laut Hitam.


Ketika Kapal tidak tahu harus ke mana dan bagaimana, sebab Kapal tidak dapat bergerak di Laut Hitam menggunakan Angin ataupun mesin, Eden berakhir terombang-ambing di lautan yang sunyi bagaikan laut yang telah mati, tapi siapa sangka ketika banyak anggota kru Eden yang putus asa dan berniat mengakhiri hidupnya, mereka malah bertemu dengan Pike Paus Raksasa yang menjaga Laut Hitam.


Setelah mengatakan tentang pengalaman yang mereka alami, Pike membantu Eden dengan menarik Kapal Eden hingga ke Pulau Laut Kematian, yang merupakan Kerajaan Kematian Hitam berada, di sanalah Eden mulai berteman dengan Pike, tapi siapa yang menduga kalau suatu ketika Pike akan terbunuh oleh orang-orang dari Kerajaan Langit, yang membuat Eden menjadi sangat marah.


Dirinya kemudian mencari cara untuk naik ke langit, dan malah berakhir menemukan sebuah catatan yang berisi berbagai informasi, di sana juga terdapat cara untuk naik ke Kerajaan Langit.


"Hei benarkah itu?" Pike terlihat sangat senang karena menjadi terkenal.


"Wow! Itu luar biasa!" Pike mengeluarkan air dari lubang di atas kepalanya, melihat semburan air tersebut membuat Eden tertawa.


"Ngomong-ngomong Pike, apakah ada Bajak Laut yang tengah berperang di sekitar sini?" Eden tahu Pike selalu berada di dekat pertempuran para Bajak Laut Terkutuk.


Karenanya Eden bertanya apakah ada pertempuran yang tengah terjadi di sekitar, jika benar-benar ada maka dirinya perlu datang ke sana.


"Ya, ada pertempuran yang tengah berlangsung, yaitu berjarak 3000 kilometer dari tempat ini, memang kenapa? Ah! Aku belum tahu siapa namamu?" Pike memberitahukan memang ada pertempuran yang tengah berlangsung, tapi dirinya segera ingat dirinya belum mengetahui nama Eden.


"Namaku Eden Abil! Aku seorang Kapten Kapal dari kapal ini, meski saat ini hanya ada satu pria yaitu aku dan Makhluk Panggilanku yaitu Albina yang merupakan seekor Serigala Putih." Eden menunjuk dirinya serta Albina.

__ADS_1


"Begitukah, lalu apa yang membawamu ke tempat ini Eden? Apakah kau tidak tahu tentang tempat ini?" Pike dengan bingung bertanya kepada Eden.


"Tentu saja aku tahu, karenanya aku perlu pergi ke para Bajak Laut itu untuk mengurus beberapa hal!" Eden dengan tersenyum lebar menatap ke arah yang diberitahukan oleh Pike, bahwa para Bajak Laut tengah bertempur di sana.


"Apa! Kau gila!" Pike berseru terkejut.


"Tidak, aku tidak gila! Kenapa semua orang selalu mengatakan aku gila? Aku masih waras!" Eden mengerutkan keningnya.


"Jika kau waras, lalu kenapa kau mau pergi ke sekelompok orang gila yang selalu bertempur itu?" Pike bertanya sambil menatap Eden dengan tatapan aneh.


"Bajak Laut Terkutuk, yang mana terdiri dari sepuluh Kru Bajak Laut yang berbeda, yaitu Smith, Oul, Rum, Terigjen, Panskio, Valnir, Dendosnate, Gelga, Ecjizo, Arweq, ke sepuluh bajak laut yang serakah dan egois di mana mereka menginginkan menjadi Bajak Laut satu-satunya, serta menjadi yang terkuat."


"Tapi karena pertempuran yang tiada akhirnya, dari generasi ke generasi, Dewa dan Dewi Laut mendatangi para arwah dari para nenek moyang ke sepuluh bajak laut yang memulai semuanya, serta ke seluruh keturunan mereka."


"Kemudian Dewa dan Dewi Laut menghidupkan kembali yang telah mati, lalu memberikan kutukan kepada mereka semua untuk menjadi abadi, karena menjadi abadi, darah mereka yang tumpah akibat pertempuran terus-menerus mencemari lautan, mengubahnya menjadi Laut Hitam, hal itu mengakibatkan Dewa dan Dewi Laut kembali mendatangi mereka dan membuat sebuah dimensi ruang."


"Di mana mereka dapat bertempur terus-menerus tanpa akhir, serta tidak akan menggangu dunia, itulah mengapa Laut Hitam tercipta, serta Bajak Laut Terkutuk yang menjadi Abadi bersama seluruh garis keturunan mereka sebelum terlempar ke Laut Hitam."


"Kau terlahir dari Laut Hitam yang tercemar dari darah para Bajak Laut Terkutuk, karenanya kau dapat berevolusi di mana mampu memiliki kemampuan untuk berbicara dan berpikir, serta memiliki tubuh yang sangat keras, bukan?" Eden menjelaskan secara terperinci mengenai Laut Hitam, serta Bajak Laut Terkutuk dengan sangat santai.


"Benarkah itu?" Pike terkejut, karena dirinya tidak mengetahui tentang hal tersebut, yang dirinya tahu Laut Hitam tercipta akibat pertempuran yang tiada akhir dilakukan oleh para Bajak Laut Terkutuk, hanya itu yang dirinya ketahui, mengenai ada sangkut pautnya dengan para Dewa dan Dewi Laut tidak Pike ketahui, dirinya bahkan tidak tahu bahwa terciptanya dirinya karena Laut Hitam yang tercemar darah para Bajak Laut Terkutuk tersebut.


"Ya, itulah hal yang sebenarnya terjadi kepada Laut Hitam ini." Eden menganggukkan kepalanya, dirinya sangat mengetahui tentang Laut Hitam, karena cerita Laut Hitam sendiri cukup rahasia, sehingga membuat Eden penasaran, karenanya dia mencari tahu hingga menemukan semua kebenarannya.

__ADS_1


__ADS_2