
Kutukan yang dimiliki oleh para Bajak Laut Terkutuk, diberikan oleh para Dewa dan Dewi Laut yang terganggu, akan pertempuran yang tidak ada habisnya, mereka semua kemudian berkumpul untuk berdiskusi tentang apa yang terbaik untuk dilakukan, pada akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan Kutukan Keabadian kepada para Bajak Laut.
Tapi bukannya para Bajak Laut menyesali perbuatan mereka dan merasa putus asa, karena keturunan mereka juga harus terlibat, mereka malah menjadi lebih serakah dan egois, dan pertempuran menjadi lebih besar, akibatnya Laut menjadi hitam karena darah kering, pada akhirnya para Dewa dan Dewi kembali berkumpul untuk menciptakan Laut Hitam sebuah dimensi ruang semu, yang di mana para Bajak Laut dapat bertempur.
Tanpa mengganggu dunia luar, tapi para Dewa dan Dewi tidak sengaja ikut memasukkan sebuah Pulau berukuran cukup besar ke dalam Laut Hitam, yang mana pulau itu berakhir menjadi bagian dari Laut Hitam, serta satu-satunya cara untuk naik ke langit menuju ke Kerajaan Langit.
Kutukan Keabadian hanya dimiliki oleh para Bajak Laut, karenanya jika ada anggota Kru Bajak Laut yang memiliki keturunan dengan orang lain, seperti misalnya orang dari Pulau Kematian, yang merupakan pulau yang juga ikut terbawa ke Laut Hitam.
Maka anak yang terlahir dari kedua orang tersebut, akan berakhir menjadi setengah abadi, dirinya akan memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Banyak anggota Bajak Laut dari ke sepuluh kru Bajak Laut Terkutuk, yang memiliki hubungan dengan orang-orang dari Pulau Kematian, dan berakhir memiliki keturunan, hal itu menambah ras baru di Kerajaan Kematian Hitam, di mana Ras tersebut di sebut sebagai Ras Blackdeath.
Sementara para Bajak Laut Terkutuk di sebut sebagai Ras Deathpirates.
Eden sekarang tengah menatap laut yang mengarah ke Pertempuran dari para Bajak Laut Terkutuk, dirinya ingin pergi ke sana juga untuk ikut berpartisipasi, bukan untuk bergabung sebagai bagian dari salah satu ke sepuluh Kru Bajak Laut Terkutuk bukan, melainkan dirinya ingin berpartisipasi sebagai Kru Terkuat, untuk menghentikan pertempuran yang tiada akhir itu, karenanya Eden sekarang ingin melihat seberapa banyak perubahan yang telah dirinya miliki.
[Nama: Eden Abil]
[Kelas: Tidak Ada]
[Level: 36]
[Kekuatan: 0] [Extra 1X]
__ADS_1
[Jiwa: 0] [Extra 1X]
[Koin: 1 Miliar Koin]
[Kemampuan: Tubuh Baja Lv6. Tinju Api Lv5. Peta Dunia Lv4. Langkah Hantu Lv5. Tebasan Berkobar Lv4. Perisai Keinginan Lv4. Pesona Pemimpin Lv2. Melihat Data Orang Lain Lv2. Berpindah Ke Tempat Yang Diinginkan Lv2. Mencari Sesuatu Lv2. Klon Tubuh Lv2. Benteng Pertahanan Lv1]
[Ukiran Tanda: 1: Dewi Laut Mati Azurea]
[Penyimpanan: Topeng Hantu Pengubah Wujud Level 1. Cincin Ular Pembunuh Level 1. Pedang Berelemen Air Level 1. Masker Wajah Kelinci Bulu Putih Seringan Angin Level 1. Topeng Kera Berekor Petir Level 1. Anting Kembar Yin-Yang Level 3. Kalung Rumput Biru Laut Level 2. Seragam Serigala Bermata Putih Level 1. Sepatu Frilresa Sang Kuda Bersayap Hitam Level 2. Pedang Berelemen Air Level 1. Pedang Burung Api Berkaki Empat Level 2. Pendorong Ajaib Level 1 345X. Pendorong Ajaib Level 2 120X. Kompas Penunjuk Pulau. Teropong Keong Laut. Lonceng Air Penenang 10X]
Ada yang bingung dengan perubahan di mana ada kata Extra? Nah kalian pasti tahu kalau Eden sebelumnya mengalahkan Krecein dengan menggunakan Ukiran Tanda, yang membuat kekuatan Eden meningkat, nah kata Extra di sini berarti Eden dapat meningkatkan kekuatannya 1 kali lebih banyak, yang mana seharusnya Eden hanya berada di Level 36 maka dirinya seketika akan mencapai Level 38.
Pasti ada yang bertanya-tanya, bukannya Level Eden sebelumnya bukan 36? Itu karena saat Eden menahan diri untuk menerima Ukiran Tanda dari Azurea, kekuatannya bertambah karenanya Eden mencapai Level 36.
Karena akan di anggap berada di luar area pencarian, atau istilah simpelnya yaitu Bug, itulah mengapa Eden membeli Kompas Penunjuk Pulau dan Teropong Keong Laut, karena perlu untuk melihat ke sekitar.
Sedangkan Lonceng Air Penenang sendiri, digunakan untuk kondisi air dari Laut Hitam itu sendiri, di mana terkadang sering Air Hitam dari Laut Hitam akan bergerak sendiri seolah-olah dapat berpikir, di mana akan menarik orang-orang untuk tenggelam ke dasar laut.
Di mana cara untuk mengatasinya yaitu dengan menggoyangkan Lonceng Air Penenang, yang akan menenangkan Laut Hitam, Eden tahu ada cara untuk mengatasinya secara sepenuhnya, tapi dirinya tidak bisa melakukan itu dalam waktu dekat, karena perlu ke Pulau Kematian terlebih dahulu.
Setelah melihat kemampuannya, Eden lalu menatap wajah besar Pike yang tengah melihat Albina, yang mana Albina juga menatap Pike dengan bersemangat, terlihat jelas dari dirinya yang menggoyang-goyangkan ekornya.
"Heh? Kau sepertinya senang bermain tatap menatap dengan Albina, tapi aku perlu pergi sekarang..." Eden menatap Pike dan mengutarakan pikirannya.
__ADS_1
"Eh kau akan pergi ke mana? Apakah kau akan pergi ke Pulau?" Pike segera berhenti menatap Albina sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Eden.
"Tidak, bukankah sudah aku katakan, aku akan pergi ke tempat para Bajak Laut itu..." Eden menggelengkan kepalanya.
"Haah kalau seperti itu, apakah kau butuh tumpangan? Aku dapat mendorong kapalmu hingga ke sana, itu akan jauh lebih cepat!" Mendengar pengajuan diri dari Pike membuat Eden tersenyum lebar.
"Tentu! Terimakasih Pike! Ayo!" Eden segera menganggukkan kepalanya sebelum mengarahkan tangannya ke langit!
...
Sementara itu cukup jauh dari tempat Eden berada, pertempuran besar tengah terjadi di mana sepuluh kapal Bajak Laut dengan bendera yang berbeda-beda saling bertarung satu dengan yang lainnya.
Di mana ledakan pertempuran terus-menerus terdengar, bahkan tidak sedetikpun suara ledakan berhenti, pertempuran yang begitu besar tersebut terbilang cukup aneh, dengan kapal yang hancur dapat memperbaiki diri sendiri.
Bahkan anggota kru kapal dari ke sepuluh kapal dapat menyembuhkan diri sendiri, yang mana menyebabkan pertempuran tersebut berlangsung terus-menerus.
Masing-masing dari ke sepuluh kapal terlihat begitu besar, yang mana mampu menampung ratusan orang dalam satu kapal, tidak hanya itu bahkan amunisi secara ajaib akan muncul kembali ketika sudah akan habis.
Meski demikian pertempuran itu pasti akan berhenti sejenak selama beberapa hari, lalu berlangsung kembali beberapa hari kemudian, di mana mereka perlu memulihkan makanan dan minuman untuk mengisi kembali persediaan, meski peluru meriam dapat muncul kembali, tapi persediaan seperti makanan dan minuman tidak akan dapat pulih kembali.
Tetapi makanan dan minuman yang berada di masing-masing dari ke sepuluh kapal Bajak Laut tersebut, mampu memiliki kemampuan untuk menyimpan makanan dan minuman dalam waktu yang begitu lama, tapi karena pertempuran yang begitu brutal terkadang ada kalanya makanan dan minuman yang terbuang ke laut.
Meski para Bajak Laut Abadi, mereka tetap perlu makanan dan minuman untuk mempertahankan sedikit akal sehat mereka sebagai manusia sebelumnya.
__ADS_1