Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
60. Di Tangkap Kesatria Penjaga


__ADS_3

Di langit yang biru cerah, sekelompok pria yang terlihat gagah melayang di langit tinggi, mereka mengenakan baju besi perak yang memancarkan kilauan elegan.


Mencerminkan sinar matahari yang menyinari mereka, setiap pria membawa tombak dengan hiasan emas di ujungnya, dan sebuah pedang terhunus dengan anggun tergantung di pinggang kanan mereka.


Dalam keanggunan serta kegagahan mereka, terlihat mereka terbang maju, memasuki Pulau Awan yang tergantung di langit, yang merupakan salah satu pulau dari Kerajaan Langit.


Pulau itu tampak seperti potret dari dunia mimpi, terdiri dari awan putih lembut yang berada di bagian paling bawah pulau, terlihat sepasang sayap putih yang indah terikat pada punggung masing-masing pria tersebut, memberikan mereka kemampuan terbang yang luar biasa cepat dan gesit.


Saat mereka melangkah lebih dekat, angin berhembus lembut membelai rambut mereka dan membuat kain, di baju besi mereka bergerak dengan bebas.


Pulau Awan terlihat seperti surga yang tersembunyi, dengan pepohonan hijau yang menjulang tinggi, air terjun indah layaknya kristal dari tebing-tebing yang terapung, dan padang rumput berbunga yang menghijau, serta hamparan rerumputan luas.


Dengan harapan untuk menyaksikan keindahan sempurna dari Pulau Awan, sekelompok pria itu mengamati lebih dekat Pulau Awan, wajah mereka terlihat memancarkan keinginan ketertarikan, dihadapkan pada keajaiban dunia yang tak terduga.


Mereka merasakan kehadiran energi magis di sekitar mereka, mengisi udara dengan aura yang memukau, yang mana membuat mereka menjadi lebih bersemangat dan mendekati Pulau Awan.


Sepasang sayap putih mereka mulai bergetar, mengisyaratkan keinginan untuk terbang dan menjelajahi pulau itu, dengan lincah mereka melayang ke udara.


Di langit yang luas mereka memasuki Pulau Awan, sayap-sayap mereka melambai di udara, memberikan gambaran harmoni antara kekuatan dan keindahan, yang dimiliki oleh para pria gagah tersebut.


Sambil terus terbang mereka mengagumi panorama Pulau Awan yang luar biasa, mereka melihat gunung berapi awan mengeluarkan uap putih, dan air terjun menyemburkan air jernih dengan gemerlap, Pulau Awan menggantung di langit, menciptakan sensasi seperti mimpi yang nyata.


Namun ketika mereka terus menjelajahi Pulau Awan hal yang terlihat mengerikan muncul, yaitu sebuah lubang besar yang berupa lingkaran, yang mana menyapu tanah serta berbagai pepohonan di sekitarnya.


Hal itu dalam sekejap membuat para pria kembali sadar, akan tujuan kedatangan mereka ke sana, yaitu mencari informasi mengenai apa yang terjadi di Pulau Awan.

__ADS_1


Pada saat yang bersamaan mereka datang untuk menangkap orang yang menyebabkan masalah tersebut, tapi siapa yang akan menyangka Pulau Awan akan berakhir dengan begitu berantakan.


Pemimpin dari para Malaikat tersebut maju mendekat, dirinya terlihat memiliki ekspresi yang tidak menyenangkan.


"Berpencar! Cari tahu apa yang terjadi! Tanyakan kepada para penduduk setempat! Setelah dapatkan informasi segera berkumpul di sini!" Mendengar perintah pemimpin mereka, para Kesatria Penjaga segera bergegas menuju ke arah para penduduk setempat.


Begitu sampai di sana, para penduduk setempat segera menjelaskan dengan cepat dan dengan sangat jelas, mendengar tentang Eden dan para Perompak, para Angelwhite segera pergi ke pemimpin mereka, melaporkan apa yang terjadi.


"Seorang pria..." Pemimpin dari para Kesatria Penjaga mengerutkan keningnya, terlihat jelas dirinya sangat tidak menyangka akan ada seorang pria yang bukan seorang Ras Angelwhite.


"Ayo! Segera pergi ke hutan! Telusuri setiap tempat di sana! Jangan lewatkan apapun!"


"Baik!"


...


"Boom!" Ledakan terjadi di belakang Eden, hal itu seketika membuat Eden memalingkan wajahnya, tapi siapa yang akan menyangka tepat di depan wajah Eden, sosok Serigala Awan akan muncul.


Eden menjadi sangat terkejut, tanpa sempat berpikir Serigala Awan mengayun cakar depannya yang sebelah kiri, hal itu membuat Eden menjadi tegang, otaknya seketika berputar cepat.


Dengan menggunakan sedikit kekuatannya, yang baru saja pulih, dalam sekejap Eden menghilang, dirinya muncul kembali beberapa puluh meter jauhnya, namun Serigala Awan langsung menyadari keberadaannya, dan kembali mengejarnya.


Sebenarnya Eden ingin menghilang lebih jauh lagi, sayangnya Energi Jiwanya di Kerajaan Langit sulit untuk pulih, oleh karena itu, hanya dengan Energi Jiwa yang sedikit, Eden hanya mampu berpindah tempat ke jarak yang dekat, hal itu dikarenakan Penyerapan Kadar Energi Jiwa yang dilakukan oleh sang Ratu.


Ketika Eden terus berlari sedangkan Serigala Awan terus mengejarnya, para Angelwhite akhirnya berhasil melacak Eden dan Serigala Awan, melihat sosok Serigala Awan membuat semua orang menjadi terkejut.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Serigala Awan tidak terpengaruh?"


"Mungkinkah ada sesuatu di Pulau Awan yang mencegah Penyerapan Kadar Energi Jiwa terjadi?"


"Kurasa tidak, aku dapat merasakan Energi Jiwa yang sangat tipis di tempat ini..."


"Jadi bisa dikatakan Serigala Awan mendapatkan sesuatu, yang membuatnya tidak terpengaruh, oleh Penyerapan Kadar Energi Jiwa!"


"Tenang! Kita sekarang memiliki jumlah yang banyak, oleh karena itu kita dapat mengatasi Serigala Awan."


"Baik Pemimpin!"


Kemudian para Angelwhite segera turun menyerang Serigala Awan, Eden yang melihat kemunculan dari para Angelwhite yang merupakan Kesatria Penjaga Kerajaan Langit, membuat Eden menghela nafas lega.


Serigala Awan menyerang dengan begitu brutalnya, setiap serangan Serigala Awan membuat para Angelwhite cukup kesulitan, namun dengan formasi yang baik, serta kemampuan dan keberanian yang luar biasa, mereka mampu mengatasi hal tersebut.


Pada akhirnya Serigala Awan terluka akibat serangan yang dilakukan oleh para Angelwhite, melihat luka yang dialami oleh Serigala Awan membuat para Angelwhite menyerang lebih serius, setiap serangan yang dilakukan oleh para Angelwhite membuat Serigala Awan kewalahan, hingga akhirnya para Angelwhite mampu membunuh Serigala Awan.


Eden yang melihat Serigala Awan sudah terbunuh, akhirnya terduduk di tanah dengan wajah lemas, tapi para Angelwhite seketika melihat ke arah Eden, hal itu membuat Eden bingung, karena dirinya dapat merasakan tatapan bermusuhan dari para Angelwhite.


Kemudian salah seorang Angelwhite, yang kemungkinan besar pemimpinnya, berjalan mendekati Eden, sebelum akhirnya mengulurkan tombaknya kepada Eden, lalu para Angelwhite lainnya segera mengelilingi Eden dengan membentuk lingkaran.


"Hei hei... Apa-apaan ini, aku tidak melakukan kesalahan apapun..." Eden mencoba membela diri, tapi para Angelwhite tidak mempedulikan kata-kata Eden, mereka malah mendekatkan tombak yang mereka miliki ke arahnya, hal itu membuat Eden tersenyum kecut.


Kemudian salah seorang Angelwhite mendekati Eden secara tiba-tiba, yang mana Eden tidak sempat bereaksi, dirinya seketika di pukul di pipi sebelah kanannya, hal itu membuat Eden terjatuh ke tanah.

__ADS_1


Kemudian para Angelwhite segera menahan tubuh Eden, sementara seorang Angelwhite dengan tangan cekatan segera memasangkan sesuatu layaknya borgol, Eden yang melihat itu terkejut, dirinya tidak berharap malah akan berakhir menjadi seperti itu.


__ADS_2