Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
32. Krecein


__ADS_3

"Itu... Maafkan aku Bu, aku pergi menyelinap keluar dari Kerajaan, sebab! Aku ingin melihat dunia luar!" Mendengar jawaban Pris membuat Sang Ratu terdiam.


"Haah... Kau dihukum karena keluar dari Kerajaan tanpa izinku! Kau tidak boleh keluar dari istana selama seminggu!" Eden yang mendengarnya tertawa di dalam hati, dirinya sangat mengenal Pris karenanya dia tahu bahwa Pris tidak akan bisa menahan diri berada di dalam Istana saja.


"Apa? Tapi-" Pris mencoba untuk bernegosiasi dengan ibunya, tapi ketika dirinya melihat tatapan ibunya, dia segera menghentikan hal tersebut.


"Lalu siapa ini?" Sang Ratu segera memalingkan wajahnya ke arah Eden.


"Namaku Eden Abil, aku seorang Kapten Kapal, sebelumnya aku menemukan Pris yang tengah dikejar-kejar oleh segerombolan Monster Laut, karenanya aku datang membantu..." Pris yang mendengar penjelasan Eden bertambah ketakutan, dirinya tahu hukumannya akan bertambah besar ketika ibunya yaitu Sang Ratu mengetahui hal tersebut.


Pris yang mengharapkan bentakan keras dari ibunya, tidak mendapatkan hal tersebut melainkan dirinya merasakan pelukan hangat.


"Apakah kamu baik-baik saja, adakah luka di bagian manapun?" Pris seketika membuka kedua matanya lebar-lebar, dirinya menatap ibunya dengan wajah terkejut.


Eden yang melihat itu terdiam, tapi dirinya merasa senang, karena di kehidupan sebelumnya, Pris terluka akibat ekornya terkoyak parah akibat gigitan tajam dari Migif, karena luka parah tersebutlah Pris memiliki tubuh yang lemah, dirinya juga tidak diterima oleh Ras Bluesea lainnya untuk menjadi Ratu selanjutnya.


Tapi kali ini perbuatan Eden mengubah hal tersebut, karenanya Eden merasa senang akan perbuatannya tersebut.


"A-aku baik-baik saja Bu..." Pris dengan tenang memberitahukan kepada ibunya, karena dirinya tidak mau ibunya menjadi cemas.


"Fiuh...!" Kemudian raut wajah Sang Ratu berubah menjadi sangat marah, yang membuat Pris menggigil ketakutan.


"Kau akan mendapatkan hukuman lain..."


"... Baiklah..."


"Namamu Eden bukan? Namaku Nivian Oceana Dless, terimakasih telah menyelematkan Putri yaitu Pris Oceana Dless... Aku pasti akan membalas kebaikan ini..." Nivian dengan nada tulus berterimakasih kepada Eden.


"Tidak masalah, aku memang ingin ke Kerajaan Mare, aku butuh beberapa Batu Gembok Laut apakah kalian memilikinya?" Mendengar itu, seketika suasana disekitar berubah, dan puluhan sosok bermunculan satu persatu, mereka mengarahkan senjata menuju ke arah Eden, bahkan Nivian terkejut dengan hal tersebut.

__ADS_1


"Mengapa kau mencari Pusaka laut?" Nivian bertanya dengan nada serius.


"Wah... Beginikah Ras Bluesea memperlakukan tamu? Aku tidak menyangka hal itu..." Eden tersenyum sambil melihat ke sekitar, dirinya dapat melihat beberapa ada yang mencapai Level 33, bahkan ada yang berhasil mencapai Level 35.


"... Turunkan senjata kalian..." Mendengar perintah Sang Ratu seketika semua orang terkejut.


"Aku perintahkan turunkan senjata kalian!" Seketika semua Kesatria Kerajaan menurunkan senjata mereka.


"Jadi katakan mengapa kau mencari Pusaka itu, apakah kau tahu apa fungsi dari benda itu?" Nivian kembali bertanya dengan wajah serius kepada Eden.


"Tentu, itu memiliki tiga fungsi, pertama Membuka serta Menutup Segel Laut Hitam, kedua Menyegel Monster Laut ke dalamnya, ketiga Menyegel Dewa Terkutuk yang berhubungan dengan Laut, seperti misalnya Dewa Laut Racael." Eden yang menjelaskan dengan santai seketika membuat suasana kembali menjadi tegang.


"Lalu mengapa kau mencarinya, apakah kau ingin pergi ke Laut Hitam?" Nivian mengkerutkan keningnya menatap Eden dengan wajah serius.


"Tempat terkutuk itu? Untuk saat ini tidak, aku membutuhkannya untuk Menyegel kembali Dewa Terkutuk tertentu..." Eden menggelengkan kepalanya dan memberitahukan alasannya, yang membuat semua mata tertuju kepadanya.


"Ya!" Eden menjawab dengan senyuman yang mekar di wajahnya.


"... Sayangnya kami tidak memilikinya..." Nivian menggelengkan kepalanya dan memberitahukan hal tersebut kepada Eden.


"Tidak, kalian memilikinya tapi sayang, benda itu sudah kalian gunakan untuk Menyegel Monster Laut dan seseorang Dewi Terkutuk..." Tepat setelah Eden mengatakan hal tersebut, semua senjata, dari tombak, pedang, pisau, mengarah tepat di beberapa bagian tubuhnya.


"Wow kalian semua begitu waspada, haha... Tidak mungkin aku akan mengambilnya, tenang saja, jadi singkirkan senjata kalian jika tidak ingin aku yang menusuk tubuh kalian, mengerti..." Eden berbicara dengan nada dingin dan menatap ke sekitarnya.


"Cukup! Pergi kembali ke tempat kalian!" Setelah Nivian mengatakan itu, seketika semua Kesatria Kerajaan menghilang.


"Hem... Bisakah aku tinggal beberapa hari di tempat ini, aku perlu beberapa barang, seperti Kerang Pemandu, Teropong Laut, dan barang-barang lainnya..." Eden menjelaskan sambil menatap mata Nivian.


"... Tentu, silahkan aku menyambutmu dengan senang hati..." Nivian akhirnya menjadi tenang, sebelum menerima permintaan Eden.

__ADS_1


"Tolong antarkan Eden ke salah satu kamar!" Mendengar Nivian berbicara di udara tipis, pintu seketika terbuka, lalu terlihat seorang pelayan wanita di depan pintu, Eden segera menuju ke sana sebelum itu dirinya tersenyum lembut kepada Nivian dan Pris, lalu pergi mengikuti pelayan wanita.


...


"Ibu... Dia...?" Pris bertanya dengan wajah khawatir kepada ibunya.


"Huuh... Kau sepertinya membawa pulang seseorang yang sangat berbahaya, siapa dia sebenarnya, bagaimana bisa dia mengetahui tentang Dewi Terkutuk itu?" Nivian bertanya kepada dirinya sendiri, dengan wajah bingung, sementara Pris juga tidak mengetahui hal tersebut.


"Yang Mulia, haruskah kita mencoba membuatnya membunuh Monster itu?" Salah seorang menteri kerajaan muncul, yang merupakan seorang wanita cantik yang sebanding dengan Nivian.


"... Tidak, aku tidak bisa membuat resiko, awasi saja dia, jika dia membuat sesuatu yang berbahaya bagi Kerajaan, segera laporkan kepadaku." Mendengar perintah Nivian, menteri wanita tersebut menganggukkan kepalanya sebelum menghilang dalam bayang-bayang.


...


Sementara itu jauh di dalam lautan, di mana lokasinya berada di bawah ngarai laut yang begitu dalam, serta gelap yang tidak terlihat cahaya matahari sama sekali, sesosok makhluk yang begitu besar dengan tubuh yang terlihat seperti manusia, tapi memiliki sisik dan insang, dengan warna kulit hitam kemerahan, memiliki gigi tajam setajam pedang, terikat oleh rantai yang terbuat dari logam tertentu, di sekelilingnya terdapat pelindung besar yang merupakan Penjara.


Monster itu dikenal sebagai Krecein sosok monster yang telah menghancurkan banyak pulau, yang membuat Pulau tersebut tenggelam ke dalam lautan, dirinya kebal terhadap serangan tajam, meski begitu dirinya tetap akan terluka akibat serangan tumpul.


Krecein adalah Putra dari Dewa Laut Racael dengan Monster Laut Levia, karena hubungan terlarang tersebutlah lahir sesosok monster yang dapat mengendalikan laut untuk menciptakan Tsunami, yang mampu menghapus banyak pulau.


Akibat hubungan itulah Dewa Laut Racael menjadi Dewa Terkutuk, yang di mana dipenjara, di sebuah pulau terpencil yang berada di langit, sedangkan Monster Laut Levia dibunuh oleh Dewa Pedang Tunsis.


Krecein sendiri disegel oleh Dewi Laut tertentu, sebelum akhirnya ditempatkan di dalam ngarai laut yang berada jauh dari Kerajaan Mare, tapi tidak akan lama lagi Dewa Laut Racael akan bangkit, karenanya Eden perlu Batu Gembok Laut untuk menyegel kembali Dewa Terkutuk tersebut.


Tapi masalahnya Batu Gembok Laut sangat sulit ditemukan, sekali muncul itu akan diperebutkan oleh beberapa makhluk kuat, seperti misalnya Dewa-Dewi, atau bahkan Pemimpin suatu Ras tertentu.


Bahkan Kerajaan Mare hanya memiliki dua saja, yang satu menyegel Monster Laut Krecein, sementara yang lain menyegel seorang Dewi Laut Terkutuk, karenanya Eden tidak bisa memilikinya.


Ada beberapa barang yang perlu Eden dapatkan di Kerajaan Mare, sebab di Toko dari Sistem Kapten Kapal tidak ada, mungkin ada barang yang lebih baik, sayangnya benda itu sangat mahal, dan Eden hanya memerlukannya untuk beberapa saat sebelum tidak memakainya lagi, karena itu Eden lebih memilih membelinya di Kerajaan Mare.

__ADS_1


__ADS_2