
Melihat Eden yang memakan makanan Kerajaan Mare dengan begitu lahap membuat Nivian dan Pris tercengang, keduanya tidak menyangka Eden akan begitu lahap memakan makanan baru baginya.
"Mungkinkah dia begitu lapar? Karenanya memakan makanan apapun dengan begitu lahap? Atau dirinya memang menyukai makanan Kerajaan Mare?" Gumam Pris dengan tatapan bingung.
Nivian tidak kalah bingungnya dengan putrinya, dirinya juga benar-benar tidak menyangka Eden akan melakukan hal tersebut, dirinya sekarang benar-benar sangat-sangat penasaran akan identitas Eden yang sebenarnya.
Sementara kedua ibu-anak tersebut masih memakan makanan mereka dengan tatapan bingung, Eden dengan begitu lahapnya tengah memakan apapun yang dirinya sukai, sedangkan makanan yang tidak dirinya sukai maka akan dirinya makan perlahan.
Dengan begitu lahapnya Eden memakan semua makanan tersebut dengan waktu yang begitu singkat, tidak lama kemudian setengah dari makanan yang ada di atas meja habis di makan oleh Eden seorang diri, sedangkan setengahnya di makan oleh Nivian dan Pris.
Hal itu Eden lakukan bukan hanya karena dirinya sangat menyukai makanan tersebut, itu karena makanan-makanan tersebut dibuat oleh seorang anggota Krunya di kehidupan sebelumnya, karena makanan yang di buatnya enak-enak, itulah mengapa Eden makan dengan begitu lahap, sebab dirinya sangat rindu dengan masakan tersebut.
Begitu Nivian dan Pris melihat setengah dari makanan di meja habis oleh Eden seorang diri, membuat keduanya tercengang.
Sekarang Nivian menjadi khawatir jika permintaan Eden, makan tanpa henti yang dibuatkan oleh koki Kerajaan, hal itu dapat membuatnya dalam masalah karena harus membuat para bawahannya tersiksa membuat makanan tanpa henti, hanya untuk permintaan Eden karena telah membunuh Monster tersebut.
Eden kemudian menatap kedua ibu-anak tersebut, yang benar-benar terpaku diam menatap makanan yang telah habis.
"Jadi, apakah aku dapat pergi ke Kota, aku perlu membeli beberapa barang yang aku butuhkan?" Mendengar permintaan Eden, membuat Nivian kembali ke kenyataan, dirinya segera menatap Eden.
"Tentu saja, Pris kamu pergilah antarkan Eden untuk membeli barang di Kota, karena dirinya tidak mengenal letak di Kota, aku ingin kamu pergi mengantarkannya." Mendengar itu seketika Pris menjadi sangat senang.
"Baik Bu!" Pris segera menerimanya, karena dirinya tidak akan bosan, sebab harus terus berada di dalam Istana.
__ADS_1
...
Kemudian Eden dibawa oleh Pris menuju ke Kota, melihat Kota yang begitu besar membuat Eden senang, sebab dapat kembali melihat pemandangan yang telah lama tidak dirinya lihat.
Eden segera pergi menuju ke salah kios makanan, melihat penampilan Eden yang berbeda membuat pemilik kios terkejut, tapi Eden dengan lancar berbicara dan dengan ramah membeli barang.
Melihat Eden yang berpenampilan berbeda seketika menarik banyak perhatian orang-orang untuk datang, Eden tidak mempermasalahkannya, dirinya dengan lancar berbicara Bahasa Ras Bluesea.
Melihat Eden yang dikerumuni oleh banyak orang membuat Pris tercengang, dirinya tidak menyangka Eden akan begitu populer dalam waktu yang begitu singkat.
Eden kemudian pergi bersama Pris menuju ke berbagai tempat, dari toko barang-barang yang menjual berbagai Benda Ajaib, lalu ke toko yang menjual berbagai Ramuan, lalu menuju ke toko berbagai Suku Cadang Kapal, dan berbagai toko lainnya.
Pris tidak pernah menyangka perjalanan yang seharusnya menyenangkan dan tenang, malah berakhir dengan keadaan yang begitu heboh dan tiada henti.
Membeli begitu banyak barang tentunya membutuhkan banyak uang, Eden tentu saja telah menukarkan banyak uangnya ke berbagai mata uang yang akan digunakan di masa depan, ketika dunia masih baik-baik saja, karenanya Eden memiliki banyak uang yang digunakan oleh Ras Bluesea.
Sementara itu Pris yang menyaksikan uang yang dimiliki oleh Eden terheran-heran, dirinya tidak menyangka Eden akan memiliki banyak sekali mata uang yang digunakan di Kerajaan Mare, hal itu membuat Pris bingung dan bertanya-tanya, apakah sebelumnya ibunya yaitu Nivian telah memberikan banyak sekali uang, kepada Eden atas dirinya yang diselamatkan oleh Eden
Sayangnya tidak, Eden tidak menerima apapun dari Nivian, karena Eden sudah keburu pergi bersama Pris, sebelum Nivian sempat memberikan sesuatu kepada Eden.
Hal itu membuat Eden terpaksa membayar semua barangnya, dengan uang miliknya sendiri, mata uang yang digunakan oleh Kerajaan Mare Rapaf, di mana satu roti setara dengan 2 Rapaf, sedangkan Eden memiliki setidaknya 500 Juta Rapaf, tentu saja Eden tidak akan menggunakan semua uang itu sekaligus, karena bisa membuat mata uang Rapaf jatuh, dan menyebabkan kekacauan.
Setelah akhirnya pergi ke sana-sini, mencari begitu banyak sekali barang, Eden akhirnya berhenti, dirinya melihat ke arah langit sore, sebelum mengajak Pris untuk kembali.
__ADS_1
Begitu sampai di istana, Eden segera pergi membersihkan diri, sebelum akhirnya makan malam bersama Nivian dan Pris.
Nivian ingin memberitahukan tentang percakapannya dengan menterinya sebelumnya, tapi dirinya tidak tahu bagaimana memulai percakapan tersebut, Eden yang memperhatikan tersebut berniat untuk bertanya, tapi dirinya segera menghentikan hal tersebut, karena Nivian tidak mau mengatakannya, dirinya tidak bisa memaksa Nivian untuk mengatakannya.
...
Eden saat ini tengah berada di kamarnya, dirinya telah selesai makan malam, dan tengah berbaring santai di ranjang tempat tidurnya.
Sementara itu di suatu tempat, yang merupakan ngarai yang begitu gelap, sesosok monster raksasa membuka kedua matanya, dirinya segera memaksakan diri untuk menghancurkan rantai yang mengekangnya.
Hal itu segera diketahui oleh para Kesatria Kerajaan Mare, mereka segera melaporkan hal tersebut kepada Sang Ratu, yang membuat Nivian menjadi sangat terkejut, dirinya segera mengambil tindakan, di mana dirinya memerintahkan untuk mengevakuasi Ibukota, dirinya juga menyuruh untuk menyiapkan pasukan.
Menteri wanita cantik, segera muncul dan Nivian memerintahkannya membawa pasukan untuk menghadapi Krecein.
Eden yang terbangun akibat keributan tersebut, mengerutkan keningnya, dirinya tersenyum dingin karena dirinya sangat mengetahui apa yang terjadi.
"Krecein kau akhirnya bangkit? Bukankah ini terlalu cepat? Sialan... Levelnya saat ini seharusnya 40, sementara itu aku hanya berada di Level 33, sedangkan Nivian hanya berada di Level 37, ini akan menjadi sangat sulit, mengapa dia muncul begitu cepat? Bukankah seharusnya sedikit lebih lama?" Gumam Eden dengan wajah tidak senang, karena harus membantu Kerajaan Mare, dari menyelesaikan sebuah masalah yaitu Krecein.
Eden segera keluar dari kamarnya, dirinya kemudian menghilang sebelum akhirnya muncul kembali di Dinding Pelindung, melihat kemunculan Eden seketika semua orang menjadi waspada, tapi begitu menteri wanita yang melihat sosok Eden, dirinya segera memerintahkan semuanya untuk tidak waspada.
"Halo Tuan Eden, mengapa Anda di sini? Bukankah Anda sebelumnya masih berada di Kamar?" Menteri wanita itu bertanya dengan wajah tenang, tapi kedua matanya tidak dapat berbohong karena terlihat fluktuasi, yang mana menteri wanita itu sebenarnya sangat terkejut.
"Tenang saja, aku akan mencoba untuk menghadapinya, tolong buat semua Kesatria Kerajaan kembali ke dalam, akan merepotkan ada mereka di sekitar..." Ucap Eden dengan begitu santainya, sambil menatap sosok Monster Raksasa Humanoid yang merupakan wujud dari Krecein.
__ADS_1