Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
33. Masalah Di Ngarai


__ADS_3

Eden kemudian sampai di kamarnya, dirinya segera memasuki kamar tersebut sebelum akhirnya berbaring di atas ranjang tempat tidur.


Kemudian Eden memejamkan kedua matanya, sementara Eden tengah bersantai menuju ke dunia mimpi, sesuatu tengah terjadi di istana.


"Yang Mulia! Kami mendapatkan laporan bahwa sesuatu tengah terjadi di Ngarai Penjara Pembuangan!" Seorang Kesatria Kerajaan datang menghampiri Nivian, hal itu seketika membuat suasana di sekitar ruang singgasana menjadi dingin, akibat ketegangan yang tengah terjadi.


"Apa? Apa yang terjadi di sana?" Nivian dengan wajah serius bertanya kepada bawahannya, dirinya sangat mementingkan apapun yang terjadi, di mana hal itu berhubungan langsung dengan Krecein.


"Dari laporan yang diberikan, Makhluk itu tengah membuat gerakan tertentu, kami menduga dirinya mencoba lagi melepaskan rantai besi pengekangnya!" Mendengar hal itu Nivian seketika menjadi terdiam, dirinya sangat sensitif terhadap informasi yang mengenai Krecein, karena Monster itu pernah menyebabkan masalah yang sangat besar.


"Monster yang pernah membuat kekacauan besar, bahkan membuat banyak pulau-pulau hancur dan tenggelam mencoba kembali melepaskan diri, apa yang sebenarnya terjadi..." Gumam Nivian dengan wajah serius, dirinya benar-benar berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi.


"Kau kembali ke sana, katakan untuk mengawasi dengan sangat serius tentang semua hal aneh yang terjadi, jika ada sedikit saja kejadian aneh bahkan hal paling tidak penting, tapi tidak normal dari biasanya, tetap laporkan kepadaku, mengerti?"


"Baik! Yang Mulia!"


Melihat ke arah Kesatria yang pergi tersebut, Nivian menghela nafas dengan wajah kusam, dirinya benar-benar tidak mau hal yang buruk terjadi kepada Kerajaan Mare.


"Yang Mulia, apakah Anda ingin membuat Pria bernama Eden itu mengatasi Monster tersebut?" Nivian menatap menterinya, yang muncul dari balik bayang-bayang.

__ADS_1


"Meski dia memang kuat, tapi aku yakin aku lebih kuat darinya, bagaimana bisa dia mengalahkan monster itu yang jauh lebih kuat dibanding aku?" Nivian bertanya dengan tatapan serius kepada menterinya tersebut, namun wanita cantik tersebut masih tetap tenang, dirinya kemudian berbicara.


"Yang Mulia, Anda mungkin tidak merasakannya tapi orang itu memiliki bau berdarah yang begitu menyengat, baru dari seseorang yang telah membunuh begitu banyak orang, bahkan lebih dari Anda ataupun Saya, karenanya Saya pikir dirinya mungkin memiliki cara untuk membunuh monster tersebut." Menteri tersebut menjelaskan dengan tenang, sebelum berhenti sejenak membiarkan Nivian meresap informasi tersebut.


"Juga bukankah Anda ingat, dirinya pernah berkata kalau dirinya tengah mencari Batu Gembok Laut untuk menyegel seorang Dewa Terkutuk tertentu, jadi dapat kita pastikan dirinya kemungkinan besar memiliki cara untuk mengatasi Monster tersebut." Nivian yang mendengarnya seketika terdiam, yang dikatakan oleh bawahannya memang kemungkinan besar benar, tapi dirinya tidak tahu apakah itu pilihan yang tepat, meminta bantuan kepada seorang tamu yang telah menyelamatkan Putrinya.


"Juga bukankah jika dia membunuh Monster itu, maka Batu Gembok Laut yang seharusnya digunakan untuk menyegel monster itu tidak berguna dan akan sia-sia, jadi kita dapat memberikannya kepada orang tersebut." Nivian terkejut dengan perkataan yang diucapkan oleh bawahannya, dirinya tidak menyangka hal itu bisa dilakukan.


"Tapi, apakah dia mau melakukannya atau tidak itulah masalahnya..." Nivian berbicara karena dirinya tidak yakin apakah Eden akan menerimanya.


"Mengenai hal itu, saya sendiri tidak yakin, tapi jika dirinya benar-benar menerimanya, kita akan menyelesaikan masalah yang tidak pernah kita selesaikan selama ratusan tahun."


"Baik, besok aku akan mencoba bertanya kepadanya, jika dia menerima hal tersebut maka aku akan mengabulkan apapun permintaannya." Nivian menganggukkan kepalanya menyetujui hal yang diusulkan.


...


Keesokan pagi harinya, Eden bangun dari tidurnya dirinya pergi membuka pintu, mungkin banyak yang bingung dengan Eden yang dapat dengan tenang dan nyaman berada di dalam air, itu karena sebelum Eden turun dari kapalnya, dirinya menggunakan salah satu Ramuan Kehidupan Dalam Laut.


Yang membuat Pengguna dapat hidup seperti bernafas di dalam air, makan di dalam air dan melakukan hal lainnya, hal itu dapat bertahan selama satu Minggu.

__ADS_1


Meski ada beberapa tempat di Kerajaan Mare, yang tidak ada air sama sekali, seperti ruang penelitian sebab jika dipenuhi air maka itu bisa membuat masalah, lalu ruang pembuatan senjata yang memerlukan api, meski ada beberapa api yang dapat menyala bahkan di dalam air, api itu hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.


Begitu pintu kamar terbuka, lalu terlihat Eden yang berjalan keluar, di luar sudah terdapat beberapa pelayan yang menunggu Eden.


"Silahkan ikuti kami Tuan, kami akan mengantarkan Anda menuju ke Kamar Mandi." Eden menganggukkan kepalanya, dirinya sudah beberapa kali tinggal di Kerajaan Mare, karenanya dirinya dapat dengan tenang ketika menemukan dua pelayan yang sudah menunggu di depan pintu kamarnya, serta mengantarkannya menuju ke Kamar Mandi.


Yap Kamar Mandi juga tidak dipenuhi oleh air, kecuali air untuk membersihkan diri, ruangan tersebut digunakan untuk membersihkan diri, setelah Eden membersihkan diri, yah meski kedua pelayan tersebut sudah mencoba untuk membantu Eden untuk mandi, tapi Eden menolaknya karena hal itu membuatnya malu.


Setelah itu Eden di bawakan beberapa pakaian, sayang sekali tapi Eden telah berganti pakaian, yang membuat kedua pelayan tersebut sedikit mengubah ekspresi mereka yang sebelumnya datar tanpa ekspresi, seketika berubah sedikit aneh.


Lalu Eden di antar menuju ke ruang makan, Yap ruang makan juga tidak dipenuhi oleh air, bagaimana bisa seseorang makan dengan air yang berada di makan tersebut bukankah itu akan menjadi aneh.


Pasti banyak yang bertanya bagaimana hal ajaib dan aneh seperti beberapa tempat tidak dipenuhi oleh air, itu karena sebuah Mantra Pengering Air Pelindung, berkat pelindung tersebut air tidak akan memenuhi ruangan, meski ada beberapa air di dalamnya seperti air untuk minum, tapi tidak sampai membuat seluruh ruangan dipenuhi oleh air.


Begitu Eden memasuki ruangan, dirinya menemukan Nivian dan Pris sudah berada di dalam sana, Pris yang melihat Eden segera memalingkan wajahnya, dirinya masih kesal dengan Eden yang memberitahukan tentang dirinya yang menyelinap keluar dari Kerajaan.


Sementara Nivian dengan senyum yang terpampang di wajahnya, memberi petunjuk kepada Eden untuk duduk, kemudian Eden duduk di ujung meja makan, yang berhadapan langsung dengan Nivian.


"Sekarang karena telah berkumpul semuanya, mari kita makan bersama, silahkan dicoba makan khas yang kami miliki..." Nivian dengan ramah mempersilahkan Eden untuk memakan makanan yang telah disajikan di atas meja makan.

__ADS_1


"Baiklah..." Eden segera menganggukkan kepalanya, sebelum melihat ke arah makanan yang berada di meja makan, dirinya melihat beberapa makanan yang dirinya sukai, sebelum mengambilnya untuk dirinya makan.


__ADS_2