Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
59. Melarikan Diri


__ADS_3

Eden kemudian mulai mencabuti berbagai tanaman herbal, hingga akhirnya tidak tersisa satupun, kemudian Eden melihat-melihat ke sekitar sebelum akhirnya duduk bersila di sana.


"Sekarang aku dapat memikirkan apa yang wanita Skywings itu katakan, aku tidak dapat memahami apa maksudnya, karena dirinya menggunakan berbagai bahasa yang tidak pernah aku dengar." Eden menatap dengan serius ke arah layar transparan yang merupakan Sistem Kapten Kapal miliknya.


"Carikan item yang dapat menerjemahkan berbagai bahasa! Terutama berbagai bahasa ini..."


"... Tú... iam Wijziging нещо... Virkelighed Tahtoa Crollo... 選ぶ-"


[Penerjemah Berbagai Bahasa Lintas Dunia]


"Apa? Lintas dunia? Maksudnya itu bahasa dari dunia lain? Tapi dari Dunia apa?"


"Sialan aku menjadi lebih penasaran, pokoknya perlihatkan kepadaku!"


Sebuah Tablet Android tiba-tiba saja muncul, lalu menyala sendiri, sebelum akhirnya memulai proses penerjemahan.


Setelah beberapa saat menunggu dengan waktu yang cukup lama, Eden akhirnya melihat sesuatu.


[Hasil penerjemahan selesai! Bahasa-bahasa tersebut berasal dari Bumi alternatif, yang terdiri dari berbagai bahasa dari berbagai macam negara yang berbeda... Terdapat bahasa Spanyol. Latin. Belanda. Bulgaria. Denmark. Finlandia. Italia. Jepang]


[Yang mana memiliki arti sebagai berikut, "... Anda.... Sudah mengubah sesuatu... Kenyataan akan runtuh... Pilih-"]


"Apa!" Eden menatap dengan wajah terkejut, dirinya menatap dengan wajah tidak percaya, karena dirinya langsung memahami arti dari kata-kata tersebut, yang mana wanita dari ras Skywings mengetahui dirinya telah mengubah sejarah, karena kembali ke masa lalu, hal itu seketika membuat Eden menjadi sangat waspada.

__ADS_1


"Bagaimana! Bagaimana bisa ada yang mengetahuinya, aku tahu ras Skywings memang memiliki berbagai macam kemampuan yang luar biasa kuat dan di luar nalar, tapi bisakah mengetahui tentang masa depan yang berubah?" Eden mengerutkan keningnya.


Sekarang ini Eden benar-benar terkejut, bingung, gelisah, dirinya tidak tahu bahwa akan ada seseorang atau lebih sesuatu memiliki kemampuan untuk melihat perubahan masa depan yang terjadi, oleh sebab itu Eden sekarang menjadi sangat bingung dan bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya wanita itu, dan bagaimana dia mengetahui tentang perubahan masa depan yang terjadi.


"Haah... Bahkan jika aku memikirkan ini dengan sangat keras sekalipun, aku belum tentu dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa lagi ternyata ada dunia alternatif, mungkinkah dunia paralel itu nyata? Aku memang yakin surga dan neraka itu ada, tapi tentang dunia lain, aku tidak yakin..."


"Haaah... Tapi apa yang terjadi sebenarnya kepada wanita itu? Dirinya tiba-tiba saja berubah menjadi butiran cahaya?" Eden bergumam memikirkan tentang keadaan wanita Ras Skywings yang sebelumnya dirinya temui.


"Lupakan saja, sekarang aku perlu memulihkan kembali kekuatanku, serta menaikan levelku." Eden kemudian memulai rencananya untuk memulihkan diri serta menaikan levelnya.


Dengan menggunakan berbagai tanaman herbal yang dirinya dapatkan dari goa air terjun, setelah beberapa saat terus memulihkan diri dan membuat ramuan untuk meningkatkan levelnya, Eden kemudian meminum ramuan.


Yang seketika membuatnya merasakan tubuhnya seolah-olah terbakar, tidak kali ini Eden benar-benar terbakar, yang mana terlihat jelas dengan api yang keluar dari dalam tubuhnya, membakar seluruh tubuhnya dengan begitu kuat dalam waktu yang begitu singkat.


"Sekarang saatnya pergi menuju ke pelabuhan!" Eden berniat untuk menuju ke kota Pulau Awan, untuk pergi menggunakan kapalnya menuju ke ibukota Kerajaan Langit.


Eden kemudian keluar dari dalam goa yang berada di balik air terjun, lalu dirinya menaiki air terjun, hingga tiba di atas, melihat ke sekitar dengan waspada, tapi matanya seketika terbuka lebar, Eden segera menghilang.


...


Suasana siang hari menyelimuti hutan di setiap sudutnya, Eden yang sebelumnya menghilang, sekarang tengah berlari, dengan nafas tersengal-sengal, merasakan detak jantungnya yang berpacu semakin kencang.


Eden tahu dirinya sedang dalam bahaya besar, kenapa sebab tepat di belakangnya, sesuatu terus memburunya, Yap dia adalah Serigala Awan Bermata Merah, makhluk buas yang dikenal baik oleh penduduk Pulau Awan dengan kecepatan dan ketangkasan luar biasa.

__ADS_1


Serigala itu berbulu putih layaknya awan berlari di dalam hutan, tetapi jangan biarkan keindahannya menipu, karena di baliknya tersembunyi kehausan darah dan insting pemburu yang mematikan.


Serigala Awan itu menggeram dengan ganas, menciptakan suara yang bergemuruh melalui pepohonan rusak yang berada di sekitarnya, Eden tidak ingin menjadi mangsanya, tapi Eden tahu bahwa Serigala Awan telah memutuskan untuk menjadikan dirinya sebagai mangsa buruan.


Eden terus berlari melintasi hutan yang berantakan, pepohonan yang patah dan tumbang menciptakan rintangan-rintangan, yang menghalangi jalannya untuk berlari menjauh, dengan hati yang berdebar kencang, dia melompat tinggi menghindari ranting-ranting yang menjulang ke arahnya.


Langkah-langkahnya cepat dan pasti, meski kegelapan menutupinya, Serigala Putih tidak pernah berhenti mengejarnya, karena dapat merasakan keberadaannya.


Ketika Eden mencapai sebuah rawa lumpur yang licin dan berbahaya, dirinya menyadari bahwa dia tidak bisa melewatinya dengan berlari seperti sebelumnya.


Dalam sekejap, Eden melihat peluang dan bergelantungan di sebuah pepohonan, dengan menggunakan sulur yang menjulang dari dahan-dahan pohon di tepi rawa, pasti ada yang bingung mengapa Eden tidak menggunakan kekuatan fisiknya atau salah satu kemampuannya, itu karena Eden telah berlari sangat lama, dirinya juga telah menggunakan semua Energi Jiwa miliknya, untuk berpindah-pindah tempat.


Karena itulah mengapa Eden hanya dapat melarikan diri, bahkan staminanya mulai terkuras habis, akibat melarikan diri untuk waktu yang lama.


Rawa itu terlihat seperti lumpur yang tak berujung, sebab memiliki luas yang tidak diketahui, Eden berpegangan erat pada sulur itu, berayun dengan keahlian dan keberaniannya, menghindari bahaya yang menyeramkan di bawahnya, Serigala Putih tetap berusaha mengejarnya dengan gigi dan cakarnya yang tajam, tetapi tidak mampu mencapai kecepatan dan kelincahan Eden.


Setelah berhasil melewati rawa lumpur yang mematikan, Eden melanjutkan pelariannya dengan cepat, dirinya masih dapat merasakan bahaya, hingga dirinya tiba di area tertutup oleh akar pohon besar.


Dalam usaha terakhir untuk menghindari Serigala Putih yang terus mengejar, Eden meluncur di atas tanah yang berbukit, dirinya bergerak seperti angin, melintasi akar pohon yang besar dan berliku-liku, seperti seorang peselancar yang mahir melalui ombak di lautan, walaupun jalan masih berbahaya dan penuh dengan rintangan, Eden tidak berhenti melarikan diri karena tidak ingin mati.


Dalam kegelapan yang mencekam, Eden terus berlari dengan segenap kekuatannya, mencoba melarikan diri dari cengkeraman Serigala Awan yang terus mendekat.


Suasana dramatis dan ketegangan memenuhi udara, Eden menghadapi kesulitan yang luar biasa, meski begitu dengan tekad untuk bertahan hidup, dirinya berharap dapat menemukan jalan keluar dan menghindari bahaya yang mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2