Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
42. Raja Pulau Laut Hitam


__ADS_3

Eden yang menyaksikan pertempuran yang tengah berlangsung tersebut menjadi sangat bersemangat, dirinya segera mempersiapkan diri.


Melihat penampilan Eden seketika membuat Pike bingung, dirinya tidak mengharapkan Eden akan mengubah penampilannya.


"Tetap tenang di sini bersama Pike, Albina! Aku pergi dulu!" Eden segera melompat dengan sangat tinggi ke langit menuju ke arah pertempuran yang tengah berlangsung.


"Dia benar-benar gila bukan?" Pike berbicara dengan tatapan tidak percaya.


"Awoo...?" Albina mengalihkan pandangannya ke arah Pike dengan memiringkan wajahnya dengan bingung.


"Kau juga berpikir demikian! Haha kita benar-benar menjadi teman baik!" Pike yang salah mengartikan maksud dari Albina berbicara dengan nada gembira.


"Awoo! Awooo!" Albina segera menggelengkan kepalanya, tidak menyetujui maksud Pike, tapi Pike malah kembali salah mengartikan maksud dari Albina, di mana dirinya menjadi lebih bahagia dan menganggap Albina sebagai teman baiknya.


...


Sementara itu Kapten kapal dari salah satu kru Bajak Laut tengah menatap sekitar sambil menembaki berbagai musuh dengan pistol, dirinya menatap mereka yang terbunuh oleh senjatanya dengan tatapan bahagia.


"Rasakan itu kalian dasar Sampah!"


"Baaam!"


Sebuah peluru hampir saja akan mengenai tubuh dari Kapten Bajak Laut tersebut, dirinya segera melihat ke arah peluru itu berasal.


"Oul Tua! Kau menebak ketika aku lengah hah! Dasar sialan matilah!" Kapten Bajak Laut tersebut segera menembakkan peluru dari senjatanya kepada Kapten Bajak Laut Oul.


"Diam kau dasar Smith Tua! Lebih baik kau saja yang mati!" Kapten Oul kembali menembaki Kapten Smith dengan berbagai peluru.


"Hei! Hei! Kalian berdua pikir, lautan ini hanya milik kalian! Matilah!" Seorang Kapten Bajak Laut lain ikut campur.

__ADS_1


"Rum Tua! Bagaimana bisa kau mengalihkan pandanganmu! Kau mau mati karena peluru ya! Rasakan!" Kapten Bajak Laut lain segera menmbakkan peluru.


"Hei! Apa itu!"


"Hah? I-itu! Awas! Menghindar!" Berbagai anggota Kru, dari berbagai Kru bajak laut yang berbeda segera menghindari sesuatu yang datang mendekat, yang mana jatuh dari langit.


Suasana seketika menjadi diam membisu, semua mata seketika langsung tertuju ke sesuatu yang baru saja terjatuh dari langit.


"Dengarkan! Kalian dasar para orang bodoh! Aku Eden Abil! Kapten Kapal Terhebat! Akan menjadi kru Kapal terkuat! Dengan mengalahkan kalian semua!" Eden segera memproklamirkan dirinya sendiri kepada semua orang sebagai yang terkuat.


Yah memang tidak salah, karena level rata-rata dari anggota kru dari ke sepuluh Bajak Laut tersebut berada di Level 15-20, sedangkan Eden sendiri berada di Level 36, karena itulah mengapa Eden yakin dirinya akan menang melawan mereka semua seorang diri.


"Siapa kau! Sombong sekali sampai mengatakan hal itu!" Salah seorang anggota Kru Bajak Laut yang berada di dekat Eden segera menyerang.


Melihat itu Eden segera menahan serangannya, dengan tangan kanannya sebelum mengangkat orang itu, lalu melemparkannya ke laut.


"Aaaahhh!"


Semua mata seketika tertuju ke arah Eden, mereka tidak menyangka akan melihat Eden yang begitu mudah mengangkat seseorang sebelum membuangnya ke lautan.


"Sekarang apakah kalian hanya akan diam saja atau menyerang?" Mendengar nada mengejek dari Eden seketika semua orang tersadar.


"Apa yang kalian tunggu! Serang!" Semua orang segera pergi bergegas ke arah Eden.


"He..." Eden hanya tersenyum melihat semua yang dilakukan oleh para Bajak Laut tersebut.


Setiap kali ada bajak laut yang menghampiri Eden, maka dia akan langsung memukul terbang mereka hingga jatuh ke laut, lalu ketika seseorang menembakkan peluru, Eden menghancurkannya peluru-peluru tersebut.


Merasa sudah saatnya mengakhiri, Eden segera memunculkan api di tangan kiri dan kanannya, tapi berbagai peluru meriam datang menghampiri, Eden segera menciptakan perisai tipis transparan, melihat peluru meriam juga tidak mempengaruhi Eden, membuat semua orang menjadi lebih putus asa.

__ADS_1


Eden kemudian membuat api di kedua tangannya membesar, melihat api yang membubung tinggi seketika membuat orang-orang ketakutan, meski mereka abadi, dan akan hidup lagi setelah mati, tapi mati terbakar merupakan hal yang menyakitkan, karenanya membuat mereka semua ketakutan.


"Rasakan!" Eden melompat tinggi sebelum terjun ke arah laut, yang hal itu membuat percikan sebelum akhirnya gelombang super besar tercipta, yang mana gelombang itu berupa lingkaran yang membuat dampak ke sekitar, hal itu membuat semua kapal Bajak Laut terombang-ambing, sebelum akhirnya pada hancur dan banyak bajak laut yang terjatuh ke laut.


Meski demikian dampak gelombang itu tidak sampai ke Kapal Eden yang mana terdapat Albina dan Pike, karena Eden sudah membatasinya.


Pike yang melihat semua kejadian itu seketika tercengang, dirinya tidak menyangka Eden akan memiliki kemampuan yang begitu besar.


Sementara itu di suatu tempat di Pulau Kematian, yang mana terdapat Kerajaan Kematian Hitam, di dalam istana Kerajaan, seseorang tengah memejamkan mata di atas singgasana, orang itu seketika membuka kedua matanya lebar-lebar, dirinya menatap ke arah kejauhan.


"... Lautan... Bergejolak... Seseorang yang membawa Takdir Besar telah datang ke Laut Hitam..." Orang itu adalah Raja dari Kerajaan Kematian Hitam, pemimpin dari Pulau Kematian.


"Maksud Anda Yang Mulia...? Mungkinkah salah seorang Dewa atau Dewi turun? Atau keturunan mereka?" Menteri sekaligus sahabat dekat sang Raja bertanya.


"Tidak temanku, seseorang yang jauh lebih besar dari mereka, orang yang memegang begitu banyak Takdir, mungkin dia akan mampu mengatasi masalahku..." Sang Raja kemudian menutup kembali kedua matanya.


...


Sekarang Eden tengah duduk santai, di kapalnya bersama semua Kapten dari ke sepuluh Bajak Laut Terkutuk, yang mana mereka-lah orang yang menciptakan pertempuran yang tiada akhirnya tersebut dan berakhir dipenjara di Laut Hitam.


"Tenang saja Smith, Oul, Rum, Terigjen, Panskio, Valnir, Dendosnate, Gelga, Ecjizo, Arweq, aku bukan orang jahat, yang aku mau setelah menjadi pemimpin kalian memberikan sebuah tugas, aku mau kalian berpatroli di Laut Hitam, tanpa bertempur satu sama lain ketika bertemu."


"Yang perlu kalian lakukan hanya menjaga keamanan, ketika waktunya sudah tiba aku ingin kalian membantuku melakukan sesuatu yang penting, tapi untuk saat ini tetap berpatroli di sekitar Laut Hitam menjaga keamanan di sekitar."


"Meski saat ini Laut Hitam hanya berukuran kecil, tapi aku yakin akan terjadi perluasan ruang di Laut Hitam..." Eden berbicara santai sambil meminum tehnya, sementara itu semua Kapten Bajak Laut tersebut hanya mendengarkan.


Sebelumnya mereka sudah beberapa kali mencoba menyerang Eden, tapi itu semua berakhir sia-sia, pada akhirnya untuk pertama kalinya mereka sepakat bahwa Eden sangat kuat, karenanya mereka akan mendengarkan Eden.


"Perluasan Ruang? Maksudnya Dimensi ruang dari Laut Hitam akan melebar? Menjadi lebih luas begitu?" Kapten Arweq bertanya dengan wajah terkejut, di antara ke sepuluh Kapten Bajak Laut lainnya, Kapten Arweq memiliki kecerdasan yang jauh lebih baik.

__ADS_1


"Ya, itu akan terjadi, aku tidak tahu waktu tepatnya kapan itu adalah terjadi, tapi yang pasti ketika itu terjadi akan ada bahaya yang mana membuat kalian semua perlu menyatukan kekuatan, bersama orang-orang dari Pulau Kematian serta Kerajaan Kematian Hitam, untuk saat ini yang perlu kalian menjaga keamanan dengan berpatroli." Eden tersenyum lebar saat merasakan berbagai emosi dari ke sepuluh Kapten Bajak Laut Terkutuk.


__ADS_2