
Eden sekarang berada di depan Kamar Dagang Pulau Laut, dirinya kemudian masuk ke dalamnya.
Melihat sosok Eden, seorang pelayan segera mendatanginya, ketika pelayan itu melihat bahwa yang datang adalah Eden, pelayan itu kemudian menanyakan tentang alasan kedatangan Eden.
Di mana Eden menjawab bahwa dirinya ingin menemui ketua cabang dari Kamar Dagang Pulau Laut, begitu mendengar permintaan Eden, pelayan itu kemudian meminta Eden menunggu sebentar, sementara dirinya pergi memanggil ketua cabang.
Eden segera menerimanya, sementara menunggu kedatangan dari ketua cabang Kamar Dagang Pulau Laut, Eden memutuskan untuk berkomunikasi dengan salah satu Klonnya, yang menggantikan dirinya sebagai Kaisar Dunia Bawah.
"Bagaimana keadaan di sana?" Eden bertanya sambil melihat ke sekitar Klonnya, mendengar pertanyaan Eden, Klon kemudian menjawab.
"Kompetisi masih berlangsung, ini akan menjadi pertandingan yang cukup lama, karena terdapat tiga ratus Sekolah, di mana masing-masing sekolah mengikut sertakan murid-murid mereka sebanyak seribu atau lebih, yang mana membuat pertandingan tersebut menjadi sangat lama."
"Begitu, tetap lanjutkan saja Kompetisi..."
"Baik."
Eden kemudian melihat seorang pria dan wanita datang menghampirinya, melihat itu Eden tersenyum menyambut kedatangan mereka.
"Senang bertemu dengan Anda Tuan Eden, bolehkah saya tahu alasan kedatangan anda ke sini?" Layden bertanya dengan rasa ingin, dirinya tidak tahu alasan di balik kedatangan Eden ke Kamar Dagang Pulau Laut.
"Aku ingin bertanya apakah Bubuk Hitam Berkelap-kelip sudah tersedia atau belum?" Eden bertanya langsung ke intinya.
"Maafkan saya Tuan, masih belum terkumpul semua, diperkirakan besok sudah siap anda dapat langsung membawanya, saya jamin akan hal itu!" Layden segera menundukkan kepalanya meminta maaf kepada Eden.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi, besok aku ingin semua Bubuk Hitam Berkelap-kelip sudah tersedia semuanya." Eden menekankan barang yang dirinya inginkan.
"Tentu, saya jamin akan hal itu maafkan saya sekali lagi Tuan." Layden menunjukkan kepalanya hingga Eden benar-benar telah pergi dari sana.
...
"Huuuh... Sekarang ke mana aku harus pergi?" Eden melihat ke sekitarnya, sebelum akhirnya menuju ke alun-alun kota.
Sesampainya di alun-alun kota, Eden kemudian melihat alun-alun Kota Pelabuhan yang luas, melihat ke sekitar Eden kemudian mengalihkan pandangannya ke arah sebuah bangunan yang cukup besar, di mana di atasnya terdapat sebuah tulisan, yang mana terdapat tulisan Asosiasi Misi.
Eden tahu bahwa di sanalah cara untuk mengikuti Sayembara yang diberikan oleh sang Raja dari Kerajaan Kematian Hitam, orang-orang perlu mendaftarkan dirinya ke Asosiasi Misi, baru setelah itu orang-orang baru bisa mengikuti Sayembara yang terjadi.
Karena Eden belum mendaftar sebagai Anggota Asosiasi Misi, bahkan jika dirinya berhasil menemukan cara untuk menyembuhkan keluarga sang Raja, akan sulit baginya untuk datang ke istana jika tidak menjadi bagian Asosiasi Misi.
Eden kemudian memasuki Asosiasi Misi, begitu masuk Eden kemudian dapat melihat, di sekitarnya terdapat banyak sekali orang dari berbagai penampilan yang berbeda, lalu Eden datang ke meja resepsionis, melihat kedatangan Eden membuat wanita pelayan yang menjaga meja resepsionis berdiri untuk menyambut Eden.
"Selamat datang Tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?"
Mendengar itu, Eden tersenyum lebar sebelum akhirnya menjawabnya.
"Aku datang karena ingin menjadi Anggota Asosiasi Misi." Eden menjawab sambil tersenyum lebar.
"Begitu, tunggu sebentar..." Resepsionis itu kemudian pergi ke belakang sebelum akhirnya kembali lagi, dengan selembar kertas formulir, melihat itu Eden tersenyum.
"Ini Tuan, silahkan isi formulir yang ada di sini."
"Tentu..." Eden mengambilnya, sebelum akhirnya duduk di sebuah kursi kosong lalu mengisi formulir, di atas meja meletakkan formulir.
[Nama:...]
[Umur:...]
"Benar-benar sangat biasa..." Eden tersenyum sebelum akhirnya mengisi formulir, setelah itu Eden berdiri sebelum menyerahkan kembali formulir tersebut kepada resepsionis.
__ADS_1
"Silahkan Tuan, ini punya anda..."
"Sebagai Anggota Asosiasi Misi, ada beberapa peringkat yang dapat dimiliki, pertama ada Pangkat Bintang satu, dua, tiga, empat, dan lima, di masing-masing Pangkat Bintang terdapat peringkat yang lebih kecil, yaitu Garis satu, dua, tiga, empat, dan lima."
"Saat ini anda hanya berada di Garis satu, dan belum mencapai Bintang satu, untuk mencapai Bintang satu, anda perlu menjalankan misi-misi yang ada di papan misi, yang ada di sana." Resepsionis menunjukkan ke sebuah papan yang ada di beberapa tempat di Asosiasi Misi.
"Bisakah aku langsung dipromosikan menjadi Bintang tiga?" Eden bertanya dengan rasa ingin tahu, karena di kehidupan sebelumnya hal itu mungkin, karenanya Eden bertanya kepada resepsionis.
"... Tentu bisa, tapi... Anda perlu membayar satu juta Uang kertas, juga anda perlu di evaluasi apakah cocok untuk berada di Bintang tiga, atau hanya dapat berada di Bintang dua Garis lima." Resepsionis bertanya dengan wajah bingung, dan menjawab dengan ragu-ragu.
"Tidak masalah, ini uangnya aku akan mengikuti evaluasi, bisakah hari ini juga?" Eden bertanya sambil menyerahkan setumpuk uang kertas.
Melihat uang kertas tersebut membuat wajah resepsionis terkejut, dirinya kemudian menatap Eden dengan wajah bingung, sebelum mengambil uang kertas tersebut lalu pergi ke belakang, setelah beberapa saat dia kembali kepada Eden bersama seorang pria berbadan kekar.
"Apakah dia pria yang kau maksud Ulci?" Pria berbadan kekar bertanya kepada wanita resepsionis.
"Ya Tuan Gowdo, dialah orang yang ingin menjalani Evaluasi untuk mencapai Pangkat Bintang tiga." Wanita resepsionis yang bernama Ulci menjawab pria berbadan kekar di sebelahnya.
"Baiklah, Hei ayo ikut aku..." Pria bernama Gowdo mengajak Eden pergi, melihat kedatangan Gowdo dan Eden yang ikut di belakangnya bersama dengan Ulci, membuat anggota-anggota lain yang berada di Asosiasi Misi saat itu menjadi penasaran, yang kemudian juga ikut ke sana.
Melihat suasana akan menjadi ramai, Eden tersenyum kecut, karena dia tahu bahwa dirinya akan membuat keributan, meski begitu Eden tetap tidak peduli dan terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah halaman luas.
"Ayo ambil senjata yang kau inginkan, aku dapat akan menggunakan pedang ini."
Melihat Gowdo yang memegang sebuah pedang besar, membuat Eden segera melirik ke arah tumpukan senjata yang terbuat dari kayu, sebelum akhirnya Eden memilih sebuah pisau, melihat pilihan Eden membuat semua orang terkejut, mereka segera mengejek Eden, karena mereka berpikir Eden ingin bertingkah keren saja.
Yah mereka tidak salah, tapi Eden juga ada alasan lain, karena dirinya tidak ingin secara tidak sengaja menggunakan terlalu banyak kekuatan, oleh karena itu Eden memilih hanya menggunakan sebuah pisau.
"Kau yakin dengan pilihanmu?" Gowdo bertanya kepada Eden dengan mengerutkan keningnya, dirinya menatap Eden dengan wajah tidak senang, seolah-olah merasa terhina dengan pilihan senjata Eden.
"Ya aku yakin..."
"Benarkah?"
"Ya!"
"Tentu..." Seketika Eden muncul tepat di depan Gowdo, hal itu membuat semua orang tercengang, bahkan Gowdo tidak bisa bereaksi tepat waktu, karena Eden lebih dulu memberikan pukulan di dada Gowdo, yang membuat Gowdo terpukul sangat keras hingga menabrak dinding Halaman latihan milik Asosiasi Misi.
"Baaammm!"
Tubuh Gowdo yang bertabrakan dengan tembok membuat suara yang begitu keras, hal itu menciptakan debu bertebaran di mana-mana, yang membuat orang-orang kesulitan melihat keadaan Gowdo, tapi Eden mengetahuinya karena Eden sendiri yang memukul Gowdo.
"Uhuk!"
Terdengar suara batuk seseorang, lalu terlihatlah sosok Gowdo yang menopang tubuhnya dengan pedang besar yang dirinya pegang, melihat hal itu membuat Eden tersenyum kecut.
"..." Semua penonton tercengang dengan hal yang tengah terjadi, mereka tidak ada tahu apa yang terjadi kepada Gowdo, sebab semua yang terjadi begitu cepat, hingga membuat mereka tidak sempat bereaksi apapun.
"Ehmm... Kurasa aku menang?" Eden bertanya sambil tersenyum canggung.
Mendengar itu semua mata menatap Eden dengan tatapan kosong, mereka tidak percaya Eden dapat mengalahkan salah satu Anggota Asosiasi Misi yang merupakan Pangkat Bintang tiga Garis tiga dengan begitu mudahnya, hal itu membuat semua orang sadar bahwa Eden ternyata sangat kuat.
"Tuan Gowdo! Apakah kau baik-baik saja!" Seorang pria tampan bersama beberapa orang wanita cantik masuk ke dalam halaman latihan, melihat sosok Gowdo, pria tampan itu segera berlari mendatangi Gowdo.
"Cepatlah minum ini!" Pria itu mengulurkan sebotol yang berisi air berwarna biru.
"Tidak perlu Howl, aku tidak perlu benda itu, benda itu sebaiknya kau simpan sendiri, terlalu mahal jika untuk aku gunakan sendiri..." Gowdo segera menolaknya.
__ADS_1
"Tidak Tuan Gowdo, anda sudah banyak membantuku, benda ini tidak seberapa, oleh karena itu saya mohon tolong gunakan benda ini untuk menyembuhkan luka yang terdapat di tubuh Anda." Pria yang bernama Howl segera menolaknya, dan kembali menawari Gowdo barang tersebut.
"Tidak perlu Howl, aku akan sembuh dalam beberapa hari, jadi aku tidak memerlukannya, kau simpan saja ketika salah satu anggotamu ada yang terluka gunakan saja benda itu..."
"Tuan Gowdo anda tidak perlu khawatir, kami dapat membelinya lagi, jadi anda dapat menggunakannya!" Salah seorang wanita yang datang bersama Howl sebelumnya, juga membantu Howl untuk memberikan benda itu untuk menyembuhkan Gowdo.
"Itu benar Tuan Gowdo gunakan saja..."
"Ya, kami tidak memerlukannya, saat ini anda dapat menggunakannya, sekarang lebih baik menyembuhkan luka-luka yang anda miliki lebih dulu."
"Tidak perlu, aku baik-baik saja, terimakasih telah menawarkan aku benda itu, tapi kalian dapat menyimpannya, ketika ada yang terluka di antara kalian, bisa kalian gunakan untuk menyelamatkannya." Gowdo kembali menolak.
"Uh, baiklah! Tapi katakan kepadaku siapa orang yang melakukan ini kepadamu! Aku pastikan akan membuatnya menyesal!" Howl segera bertanya kepada Gowdo.
"..." Eden yang menyaksikan semua itu dalam diam, membuat bibir Eden berkedut-kedut, tidak Eden sangka akan menjadi begitu dramatis.
"Ini..." Eden segera menyiram tubuh Gowdo, sebelum yang lainya sempat bereaksi, luka yang terdapat di tubuh Gowdo sembuh dalam waktu yang sangat singkat.
"Apa!" Semua orang terkejut dengan hal itu, semua mata tertuju kepada Eden, mereka menatap Eden dengan wajah terkejut,
"Sekarang, bisakah kita melanjutkan? Aku berhasil naik ke Pangkat Bintang tiga bukan?" Eden kemudian berbalik, sebelum berjalan mendekati Ulci, mendengar pertanyaan Eden membuat Ulci terdiam, sebelum akhirnya menjawab.
"Ya, sekarang anda telah mencapai Pangkat Bintang tiga, selamat Tuan Eden!" Mendengar jawaban Ulci membuat semua mata tertuju kepadanya Eden.
"Lalu bisakah aku menerima Misi Sayembara sang Raja sekarang?"
Suasana menjadi hening, semua orang terkejut dengan pertanyaan Eden.
"Pffhahaha! Jadi itulah alasanmu untuk mencapai Pangkat Bintang tiga! Kau ingin mengikuti misi itu ternyata haha!" Gowdo tertawa terbahak-bahak.
"Ya." Eden menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Gowdo.
"Namamu Eden bukan? Kemampuan yang kau miliki memang luar biasa, aku tidak tahu dari mana asalmu, tapi satu hal yang aku yakini kau adalah pria terkuat yang pernah aku temui! Bahkan Gibdelt sekalipun jauh di bawah kemampuanmu!" Gowdo tersenyum sebelum mengatakan apa yang dirinya rasakan dari kekuatan Eden.
"Apa! Bahkan lebih dari Ketua Asosiasi Misi!"
"Benarkah itu?!"
"Tidak mungkin bukan!"
"Bagaimana bisa ada orang yang jauh lebih kuat dibandingkan Ketua Asosiasi, yang semuda ini!"
"Kau benar sekali!"
"Tidak, itulah kenyataannya, pria itu jauh lebih kuat dibandingkan Gibdelt sekalipun! Kemampuannya sangat kuat sampai-sampai membuatku sangat terkejut! Aku tidak sempat bereaksi sedikitpun saat bertarung sebelumnya bukan, itu karena kecepatannya yang begitu luar biasa!" Gowdo segera memberitahukan tentang yang terjadi sebelumnya.
"Jika dia lebih lemah atau setara dengan Gibdelt aku masih bisa bereaksi, tapi kali ini aku tidak sedikitpun bisa bereaksi untuk menghindari serangannya, karena itu dia jauh lebih kuat dibandingkan Gibdelt, bahkan pukulannya begitu kuat, seharusnya kau tidak perlu menggunakan Pisau kecil itu jika kau memiliki kekuatan sebesar itu!"
Gowdo bertanya kepada Eden dengan wajah bingung, karena dirinya benar-benar tidak mengerti mengapa Eden tetap memilih sebuah senjata, padahal dirinya sudah sangat kuat hanya dengan mengandalkan tinju miliknya saja.
"Jika aku hanya menggunakan tangan kosong kalian semua akan lebih meremehkan dan menghinaku, aku menggunakan pisau saja kau sudah mengubah ekspresimu, kalian semua adalah katak dalam sumur, kalian pikir kalian sudah sangat kuat, tapi kalian belum pernah melihat orang yang benar-benar kuat."
"Dunia luar sangat luas, aku datang ke Laut Hitam karena aku perlu mengurus sesuatu di tempat ini, yang kebetulan Cara untuk menyembuhkan keluarga sang Raja memiliki tujuan yang sama denganku, karenanya aku ikut sayembara ini, ingatlah di atas langit masih ada langit..." Eden kemudian pergi dari sana.
Meninggalkan mereka semua yang terdiam, dengan fakta yang baru saja Eden katakan, Yap mereka semua adalah katak dalam sumur, mereka selalu berpikir mereka kuat, tapi sebenarnya itu adalah ilusi, karena yang paling kuat di Laut Hitam hanya berada di level 20-25, lebih dari itu tidak ada, karena itu Eden mengatakan hal itu untuk mereka sadar, supaya ketika Hesna dan berbagai Monster muncul mereka sadar diri.
Gowdo yang mendengarnya tersenyum lebar, dirinya tidak menyangka akan dinasehati oleh orang yang jauh lebih muda darinya, tapi dia tahu apa yang dikatakan oleh Eden itu benar, dirinya sudah lama tinggal di Laut Hitam, karena itu dirinya tidak sadar bahwa Laut Hitam hanyalah tempat kecil, dan dunia luar sangat luas dan berbagai sosok kuat ada banyak.
__ADS_1
Karena terlalu lama di Laut Hitam yang membuat Gowdo lupa, seberapa luasnya dunia ini, dirinya dulu juga orang yang terbawa arus dan berakhir di Laut Hitam, tapi semenjak berada di sana Gowdo lupa akan dunia luar yang terdapat banyak orang yang juah lebih kuat dibandingkan dirinya sendiri.