
Eden kemudian mengikat mereka semua, lalu Eden melemparkan air kepada mereka semua supaya segera sadarkan diri.
"Blassh!"
"Uwaah!"
Mereka semua segera sandarkan diri secara bersamaan.
"Bagus! Kalian akhirnya sadar! Dengarkan para perompak sialan! Aku akan memberikan kalian dua pilihan!" Eden menunjukkan tiga jarinya kepada mereka, hal itu membuat semua perompak menjadi ragu-ragu sekaligus bingung.
"Ehm... Itu... Tiga?"
"Kau ini! Kalau aku bilang ini dua! Ya berarti dua!" Eden segera menendang wajah perompak tersebut.
"Ahk!"
"Glup." Semua mata perompak bergetar mereka tidak menyangka akan bertemu dengan orang gila, oleh karena itu mereka bingung dengan apa yang akan terjadi kepada mereka.
"Sekarang, kalian mau memilih apa? Mati di sini... Atau! Kalian dapat ikut denganku membantuku sebentar, lalu aku akan membiarkan kalian pergi, tapi! Jika ada salah satu dari kalian yang mencoba kabur, maka aku pastikan kalian semua akan langsung aku bunuh!" Eden dengan nada serius menatap ke arah para perompak.
"Baik!"
Mereka semua menjawab secara serempak, hal itu seketika membuat Eden menjadi sangat senang.
Kemudian Eden melepaskan ikatan yang mengikat mereka, yang mana membuat mereka menghela nafas lega.
"Baiklah, sekarang kalian segera turunkan layar! Angkat jangkar! Lalu arahkan kapal menuju ke Pulau Awan!"
"..."
"Apa yang kalian tunggu! Bergerak sialan!"
"Ba-baik!"
Para perompak menurunkan layar, mengangkat jangkar, lalu mengemudikan kapal menuju ke arah Pulau Awan.
Sementara itu selama beberapa hari ini, Kompetisi Murid Terbaik dari seluruh sekolah masih berlanjut, sudah banyak orang yang mengikuti perlombaan, dan sepuluh hari lagi lomba kedua akan dimulai.
Klon Eden terus memantau situasi yang terjadi di sana, dalam kurun waktu tersebut pula banyak murid-murid hebat lainnya telah bertarung.
Bahkan pertempuran antara Sekolah Penjaga dan Sekolah Elemental menjadi salah satu hal yang populer, karena aksi Voul sebelumya banyak sekolah-sekolah lain yang merupakan Sekolah Elemental menggunakan trik yang sama, tapi siapa sangka hal tersebut dapat dipatahkan oleh Sekolah Penjaga 69, yang memiliki seorang pria dengan kemampuan untuk memimpin serta bertarung yang luar biasa.
__ADS_1
Kembali ke Eden, sekarang Eden mulai melihat bentuk dari Pulau Awan, yang mana terdapat banyak sekali kapal dengan berbagai macam jenis, di mana terlihat berada di pelabuhan Pulau Awan.
Eden kemudian berhasil sampai di Pulau Awan, melihat ke sekitar kemudian Eden, menoleh ke arah para perompak.
"Apa yang kalian lakukan! Turun ke sini!"
"Baik!"
Kemudian semua perompak turun ke bawah, melihat para perompak bersama Eden, membuat semua menjadi ketakutan dan menjadi panik, mereka mengira Eden akan memulai penyerangan besar-besaran ke Pulau Awan.
"Bagus!" Eden kemudian menyimpan kapalnya, hal itu membuat semua orang terkejut, mereka semua menatap ke arah Eden dengan wajah tidak percaya.
"Ikuti aku!" Eden kemudian memimpin para perompak masuk lebih dalam ke Pulau Awan, hal itu membuat semua menjadi panik, dalam sekejap semua orang minggir dari jalanan, membiarkan Eden lewat bersama para perompak.
Eden tidak peduli dengan mereka, dirinya terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan Hutan Awan Putih.
"Kalian semua telusuri hutan ini, ambil apapun tanaman herbal yang ada!"
"Baik!"
Eden segera memimpin mereka memasuki hutan, semua perompak kemudian mulai mengambil semua Tanaman Herbal yang ada di Hutan Awan Putih.
Setiap kali tanaman herbal di temukan, para perompak dengan langkah cepat, dengan gerakan yang tanggap mengambil semua tanaman herbal, ini membuat Eden menjadi sangat senang, setelah beberapa saat terus menelusuri hutan.
Eden berniat untuk menaikkan levelnya, oleh karena itu dirinya mulai meramu ramuan herbal, dengan pertama-tama merendamnya di air mendidih, lalu membekukannya, sebelum merendamnya kembali ke air mendidih.
Setelah itu Eden memasukkan beberapa tanaman herbal di satu tempat, lalu Eden mengisi tempat tanaman herbal itu dengan air mendidih bersih, lalu mendidihkannya kembali, setelah beberapa saat berbagai tanaman mulai mengeluarkan zat-zat bermanfaatnya, lalu Eden menyaring untuk memisahkan yang mana bagus dan yang mana tidak bagus.
Kemudian Eden membuat zat-zat yang lebih bermanfaat untuk digabungkan ke dalam wadah, yang berisikan tanaman herbal yang utama, di mana Eden membuatnya bercampur menjadi satu hingga benar-benar terciptalah sebuah ramuan peningkatan.
"Berhasil!" Eden berseru bahagia, dirinya segera mencobanya.
Membuka tutup wadah, Eden kemudian segera meneguknya hingga habis tak tersisa.
"Mantap Jiwa!"
Tubuh Eden mulai mengeluarkan hawa panas, uap terlihat keluar dari tubuh Eden, dalam sekejap mata tubuh Eden berwarna merah akibat suhu panas yang terlalu tinggi, secara perlahan namun pasti tubuh Eden terlihat mengalami perubahan yang dapat terlihat dengan mata telanjang.
Di mana Eden terlihat kulit menjadi lebih putih, yang juga terlihat menjadi lebih mulus, rambut yang secara perlahan berubah menjadi kuning keemasan, serta wajahnya yang terlihat menjadi lebih tampan.
Juga kotoran-kotoran di tubuh Eden terlihat mulai keluar, yang mana membuat tubuh Eden mengeluarkan bau tidak sedap, hal itu seketika membuat Eden mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Sialan... Inilah kenapa aku selalu benci naik level puluhan, yang mana ketika mencapai level puluhan, maka kotoran-kotoran di tubuh akan keluar, hal itu sangat bau..." Eden mengeluh sebelum akhirnya membersihkan dirinya.
...
Beberapa saat kemudian Eden keluar dari goa, setelah tubuhnya menjadi lebih bersih dan lebih wangi.
"Hai ayo apakah ada dari kalian yang ingin melarikan diri?"
"Tidak Tuan!"
"Benarkah?"
"Ya!"
"Lalu mengapa aku melihat salah seorang dari kalian hilang!"
Mendengar teriakan Eden, semua orang terkejut sebelum akhirnya saling memandang, hal itu segera membuat mereka menyadari ada seseorang dari mereka yang tidak berada di sana, hal itu membuat semua orang terkejut, mereka semua seketika menelan ludah.
"Tidak Tuan! Saya berada di sini!" Tiba-tiba saja seseorang berteriak yang membuat semua mata berlari ke arah sana.
"Ke mana saja kau! Apakah kau melarikan diri sebelum akhirnya kembali lagi?"
"Ti-tidak! Saya pergi buang air kecil Tuan!"
"... Benarkah?"
"Y-ya!"
"Tapi mengapa kau berkeringat deras seperti itu?"
"Tu-tuan! Ada serigala besar tadi saat aku pergi buang air kecil!"
"Serigala? Maksudmu Serigala penjaga Hutan Awan Putih?"
"Y-ya!"
"Biarkan saja, lagipula sekarang ini kita akan pergi jauh dari wilayahnya ayo berangkat!"
"Baik!"
Sementara Eden terus memimpin mencari tanaman herbal, di suatu tempat di Kerajaan Langit.
__ADS_1
Seorang wanita yang sangat cantik, dengan rambut putih serta mata biru muda, yang juga dengan dua buah benda lembut miliknya, serta pinggul ramping dan mempesona, yang mana merupakan tubuh paling ideal yang diinginkan setiap wanita, saat ini tengah duduk dengan wajah serius membaca satu persatu dokumen di tangannya.
"Seorang pria memimpin perompak ke Hutan Awan Putih? Siapa dia? Aku harus membawanya ke sini... Mungkin saja dia mengetahui tentang keadaan Dogtrai..." Gumam wanita cantik tersebut.