Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat

Kembalinya Sang Kapten Kapal Terhebat
26. Lokus Topus


__ADS_3

Begitu masuk ke dalam tubuhnya, Buah Hati langsung membuat tubuh Eden terasa terbakar sekaligus terasa seperti membeku.


Kemudian Eden kehilangan kesadarannya, secara perlahan namun pasti Eden membuka kedua matanya.


Melihat langit yang berawan serta lautan yang tak berujung, dengan berdiri gagah berani di atas geladak Kapal, sosok Eden yang benar-benar berbeda dapat terlihat.


"Sialan mengapa ilusi dari Buah Hati harus kejadian ini..." Eden bergumam dengan wajah kesal dirinya benar-benar tidak percaya dirinya malah akan menghadapi, kejadian terakhir yang dirinya alami sebelum kehilangan nyawanya.


"Grrrr... Raawwwrrr!" Mendengar suara teriakan yang keras dan membelah langit, membuat Eden menjadi lebih bingung.


"Aku tahu jika seseorang memakan Buah Hati, maka dirinya menghadapi hal yang paling menakutkan baginya, tapi sungguh kenapa harus Aequor? Sialan..." Eden menatap monster yang terlihat layaknya ular, tapi memiliki ukuran yang sangat besar.


"Sialan... Huuu... Haaah... ini hanya ilusi, ayo kalahkan ilusi ini... Lokus Topus! Pecahkan!" Eden segera menggunakan salah satu Mantra Sihir yang dibuat oleh satu satu dari 5 Penyihir Terbaik, yang pernah Eden temui.


Mantra tersebut biasanya digunakan untuk mengeluarkan seseorang yang terkena jebakan ilusi, tapi ada beberapa orang yang tidak dapat keluar, seperti misalnya ilusi terlalu kuat.


Sayangnya sekarang Eden merasakan hal tersebut.


"Sialan, ini tidak berhasil, apakah aku benar-benar harus menghadapinya, tunggu dulu, ini... Kekuatan yang aku rasakan seperti saat aku menghadapi Aequor! Jadi aku harus mengalahkannya lagi? Sungguh?" Eden bertanya kepada dirinya sendiri, dengan wajah tidak menyenangkan.


"Haah... Benar, aku hanya perlu menghancurkan ilusi ini, tidak perlu mengalahkannya! Itu akan membutuhkan waktu yang terlalu lama, jadi lebih mudah menghancurkan ilusi dari pada menghadapi Aequor!" Eden segera menggunakan semua kekuatan yang dimilikinya.


"Kita akan bertemu lagi! Dasar ular sialan! Lokus Topus! Lokus Topus! Lokus Topus...!"


Eden berpikir jika satu Mantra tidak berhasil, maka hanya perlu menggunakan satu Mantra yang banyak lalu menggunakannya secara bersamaan.


Aequor segera menuju ke arah Eden, melihat itu membuat Eden cemas, meski demikian dirinya tetap terus fokus mencoba keluar dari ilusi tersebut.

__ADS_1


Tepat ketika Aequor akan melahap Eden, dirinya berhasil dan sekitar menjadi retak, lalu cahaya menyilaukan muncul, yang membuat Eden menutup kedua matanya.


Ketika Eden membuka kedua matanya, dirinya menemukan bahwa dirinya telah kembali, ke Pulau Abjikel.


"Sial itu benar-benar hampir saja, Hem? Sialan apakah aku baru saja naik level?" Eden terkejut saat merasakan tubuhnya menjadi lebih kuat, bahkan pakaiannya robek akibat kenaikan level tersebut.


[Nama: Eden Abil]


[Kelas: Tidak Ada]


[Level: 33]


[Kekuatan: 0]


[Jiwa: 0]


[Koin: 1 Miliar Koin]


"Hem aku benar-benar menembus Level 32, dan mencapai Level 33, bahkan Kemampuan Tebasan Berkobar naik satu Level, ini hal yang bagus, tapi tunggu apa itu?"


[Benteng Pertahanan]


[Lv0]


[Sebuah kemampuan yang membuat seseorang memiliki ketahanan mental, layaknya sebuah benteng yang tak tertembus!]


"Wow itu cukup bagus, tapi... Sialan apakah aku masih belum memiliki Kelas?" Eden memperhatikan sesuatu yang sangat mengganggunya sejak lama, yaitu Kelasnya yang masih tidak ada.

__ADS_1


"Benar, kurasa sudah saatnya aku pergi menuju ke tempat Voul, sudah tujuh tahun seharusnya bagi Voul... Dari tidak adanya sinyal bahaya, berarti dirinya dapat bertahan dengan cukup baik..." Eden tersenyum saat memikirkan perubahan yang terjadi kepada Voul.


"Hei Pohon Besar! Aku akan pergi, mungkin aku akan kembali ketika kau sudah lebih cerdas, atau ketika Rimile sudah terlahir, sampai saat itu tiba jaga dirimu baik-baik!" Sebelum pergi Eden berpamitan kepada Pohon Besar, lalu akhirnya Eden kembali ke Kapalnya, kemudian pergi menuju ke Pulau di mana dirinya meninggalkan Voul.


Sesampainya di sana, Eden segera menuju ke batu yang merupakan Penjara Monster, Eden segera mencoba menarik Voul keluar dari sana.


Sementara itu di dalam Penjara Monster, Voul yang telah bertahun-tahun tinggal di tempat yang berbahaya, tiba-tiba saja merasakan sebuah tarikan.


Ketika Voul membuka kedua matanya, dirinya sudah berada diluar Penjara Monster, dan tepat di depannya Kaisar Dunia Bawah yaitu Eden terlihat.


"Ya-yang mulia Kaisar!" Voul tergagap karena akhirnya dapat keluar dari Penjara Monster setelah beberapa tahun.


Beberapa tahun? Nah memang seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, waktu di Penjara Monster dan di dunia nyata itu berbeda, bagi Eden memang baru tujuh hari yaitu satu Minggu, tapi bagi Voul itu sudah tujuh tahun semenjak dirinya terakhir kali bertemu Eden.


"Kenapa? Apakah ada yang ingin kau katakan?" Eden bertanya karena dirinya memperhatikan bahwa, Voul terlihat ingin mengatakan sesuatu.


"Saya... Ingin tahu, bukankah anda mengatakan hanya tujuh hari?" Voul benar-benar bingung dan tak percaya, dengan tahun-tahun yang dirinya alami seorang diri.


"Memang di sini baru tujuh hari, tapi di Penjara Monster setidaknya sudah tujuh tahun, kau pikir hanya dengan tujuh hari di Penjara Monster kau bisa menjadi lebih kuat?" Eden berbicara sambil tersenyum.


"Itu... Lalu mengapa tubuh saya tidak menua sama sekali apakah itu efek dari Penjara Monster?" Voul benar-benar yakin ototnya menjadi lebih kuat, tapi tidak mungkin otot memiliki perubahan, sementara tubuh tidak menua sama sekali selama tujuh tahun.


Hal itu tidak mungkin, kecuali di beberapa kasus, di mana memang ada manusia yang tidak dapat menua dan hanya terlihat seperti anak-anak saja, dan Voul yakin dirinya masih dapat terus tumbuh, karena dirinya benar-benar bisa merasakan perubahan halus, tapi seolah-olah ada yang menekan hal tersebut.


"Aku membuat kau tetap terlihat seperti anak-anak, karena itu akan merepotkan ketika keluarga dan teman-temanmu melihat kau yang telah tumbuh menjadi tujuh tahun lebih tua, jadi aku membuat tubuhmu tetap terlihat seperti anak kecil..." Voul yang mendengar itu akhirnya mengerti, memang hal itu pasti menyebabkan masalah, untung saja Eden dapat berpikiran lebih jauh dan menghindari masalah.


"Sudah saatnya kau kembali, tapi ayo lakukan beberapa tes untuk mengindari kau menghancurkan barang-barang, karena tidak mampu mengendalikan kekuatanmu dengan tepat." Eden kemudian melakukan beberapa pengujian di sana-sini.

__ADS_1


Setelah melakukan banyak tes, untuk meningkatkan kemampuannya untuk mengendalikan kekuatannya lebih jauh, akhirnya Voul benar-benar mampu mengendalikan kekuatannya sesuka hatinya.


"Bagus, ayo pergi! Akan aku antar kau kembali!" Voul menganggukkan kepalanya, lalu keduanya menghilang dan muncul kembali di Negara Dunia Bawah, lebih tepatnya di kantor Kepala Sekolah.


__ADS_2