
" kepedean lo" ucap angel sewot.
Pagi yang cerah, disambut semangat baru oleh seorang gadis.
Zaki dan ayra yang lagi sarapan bersama, untuk memulai aktivitas nya kembali.
"kamu nggak sekolah kan?" tanya zaki.
" belum masih di skor aku bang" jawab ayra.
"dek lo anter abang lagi ya" ucap zaki sehabis sarapan.
"dihh ngapain nganterin segala, kayak bocah sd aja bang" ucap ayra menolak.
" bukan gitu" ucap zaki lagi.
" ya terus apa, kalau mau pergi ya pergi aja, mobil juga tinggal bawa aja, nantik kalau aku pergi kayak kemaren lagi" jawab ayra .
"ya abang mau jemput nara, tapi malas berduaan di mobil" ucap zaki.
" ihhh nggak deh, abang pergi aja sendiri, pakai jemput dia segala lagi" ucap ayra sewot.
"jangan - jangan abang beneran suka sama dia lagi, awas ya aku nggak mau punya calon kakak ipar yang kayak begituan" tuduh ayra kepada zaki.
"isshh kamu dek, nggak lah katanya mobilnya rusak, please anterin abang mu yang ganteng ini ya" ucap zaki sambil menunjukkan pupy eyesnya.
" iya, yaudah aku anterin tapi lain kali aku nggak mau lagi" ucap ayra pasrah.
" iya , yaudah yuk berangkat" ajak zaki.
Mereka berdua pun menuju kerumah nara untuk menjemputnya
Tampak lah nara yang lagi menunggu di gerbang dengan rumah yang begitu besar.
Pada saat akan masuk mobil, dia begitu senang, tapi senangnya hilang seketika.
"eh lo kok ada disini sih, keluar lo ngapain naik mobil pacar gue, bocil udah jadi pelakor" marah nara.
"diam kamu nara, dia pacar aku, aku menjemput kamu itu karena kasihan aja, kalau kamu nggak mau yaudah kamu aja yang turun" marah zaki.
Ayra hanya mendengar kan perdebatan mereka berdua, dia malas meladenin mak lampir yang dihadapannya ini.
" yaudah geser lo, nantik gue akan bikin perhitungan sama lo" ancam nara.
Mereka pun menuju kampus zaki.
Setelah sampai ayra langsung bersalaman dengan zaki, zaki pun mengusap kepala adiknya.
" hati - hati dijalan ya" ucap zaki" tersenyum.
" iya, yuadah aku pergi dulu" ucap ayra .
Nara yang melihat interaksi antar keduanya, bertambah benci dengan ayra ia ingin mencelakai ayra agar tidak ada yang mengganggunya dengan zaki lagi.
Setelah kepergian nya ayra.
__ADS_1
Nara langsung menggandeng tangan zaki.
"awas ngapain sih lo, lepas nggak" marah zaki.
Setelah itu datang lah teman - teman zaki.
"ki lo diantar ayra lagi?" tanya fikri.
"iya" ucap zaki singkat.
"yaudah yuk ke kelas bentar lagi masuk jam lagi" ajak alex.
Mereka pun langsung pergi dan mengacuhkan nara yang berdiri sendiri disana.
"ihhh gue kok ditinggal sih, brengsek semunya, lihat aja nantik ya berarti namanya ayra gue akan balas" marah nara.
Ayra yang lagi diperjalanan menuju pulang, karena dia berniat hari ini bersantai di rumah, sebelum itu dia ingin singgah dulu ke supermarket mamembeli cemilan.
Setelah memakirkan mobilnya, ayra langsung masuk ke dalam, memilih cemilan dan minuman yang dia suka.
Saat akan membayar, ternyata dia lupa mengambil tas dan dompet yang dia tinggal di mobil.
Dilihatnya orang yang juga ngantri dibelakang.
"mbak boleh titip dulu nggak, soalnya tas saya ketinggalan di mobil" ucap ayra ke kasirnya.Belum dijawab oleh kasirnya
Tiba - tiba
" saya mau bayar mbak sekalian punya dia" ucap laki - laki tersebut.
"iya dek" ucap kasir tersebut sambil mengambil kartu debitnya.
"eehh nggak usah, gue bisa bayar sendiri, bentar ya mbak gue ambil tas dulu di mobil" ucap ayra.
" nggak usah mbak, gabung aja belanjaan nya sama saya" ucap laki - laki tersebut.
Ayra akan membantah, langsung dipotong oleh laki - laki tersebut.
"nurut aja, nggak lihat orang pada ngantri nungguin belajaan kita" ucapnya langsung.
Ayra hanya pasrah, lagian emang lagi banyak yang ngantri mau bayar belanjaan mereka masing - masing.
Setelah membayar, laki - laki tersebut langsung pergi.
"ehh tunggu, biar gue ganti uang lo" ucap ayra mendatangi laki - laki tersebut.
"nggak usah anggap aja sebagai balas budi, waktu itu udah tolongin gue" ucap laki - laki tersebut.
"nggak, gue waktu itu ikhlas tolongin lo kok, gue ganti aja uang lo" ucap ayra lagi keras kepala.
"keras kepala amat sih lo, gue bilang nggak usah ya nggak usah, yaudah lain kali aja lo ganti dengan yang lain, gue duluan" ucap laki .- laki tersebut langsung pergi.
Ayra yang tinggal sendirian
"ihh dasar pria aneh, mending pulang deh" gumam ayra.
__ADS_1
Setalah ayra sampai dirumah, ayra langsung menuju kamarnya.
Dia mengganti pakainnya lebih santai lagi dan akan menonton drakor kesukaannya.
Tidak lama hp nya pun berdering dan dilihat nia yang mentelfonnya.
"halo"
^^^nia^^^
^^^" iya halo, ra gue udah pulang sekolah ni, gabut gue sendirian dirumah gue ke rumah lo ya"^^^
"ya pas kali gue lagi nyantai ni, yaudah lo langsung aja kesini, jangan lupa bawakan catatan lo mau gue pinjam"
^^^nia^^^
^^^" okey siap, otw gue sekarang"^^^
"yaudah"
tuttt
Setelah berbincang dengan sahabat nya tanpa salam.
Ayra pun menunggu nia yang akan datang kerumahnya tersebut.
Tak lama terdengar suara mobil di perkarangan
"assalamualaikum ayraaaa gue datang nih" teriak nia dari luar.
"waalaikumsalam, kerumah orang tuh pakai sopan santun jangan teriak - teriak gitu" ucap ayra kesel.
" iya sorry,, eh btw bokap nyokap lo mana, kc nggak kelihatan?" tanya nia .
" mereka lagi keluar negri, bokap gue ada pekerjaan biasa harus turun tangan langsung" jawab ayra.
" owch begitu kalau abang lo mana?" ucap nia.
"ngapain lo nanya abang gue, jangan bilang lo naksir abang gue lagi" tuduh ayra kepada nia.
" ehhh buset lo jangan suudzon dulu kali, nggak baik "ucap nia mulai ceramahnya
"iya nggak, gue juga nggak sudi punya kakak ipar kayak lo" ucap ayra becanda.
"sembarangan aja lo kalau ngomong, gue ini menantu idaman tau" ucap nia bangga.
" menantu idaman pala lo" ucap ayra lagi.
" yaudah mana buku catatan lo,jangan bilang lo lupa bawa, awas aja lo kalau lupa gue usir lo sekarang" tuduh ayra kepada nia.
" sembarangan aja lo kalau ngomong, gue nggak pikun kali, itu lagi dimobil bentar gue ambil dulu" ucap nia berjalan keluar mengambil catatannya.
Bersamaan juga datang zaki yang baru pulang dari kampus.
Nia yang melihatnya menundukkan kepalanya, nia nggak enak dengan adanya zaki, sedangkan zaki cuek tanpa memperdulikan adanya nia.
__ADS_1