
Ia memutuskan untuk menemui angel gimana kelanjutan rencananya.
Disisi lain
Bel berbunyi tanda pelajaran berakhir, ayra yang akan keluar dihalangi oleh farhan.
"ikut aku" ucap farhan sambil menarik tangannya ayra.
Farhan mengajak ayra ke taman belakang sekolah, dan melepaskan tangannya dari ayra.
"kenapa ?" tanya ayra menatap farhan dengan intens.
"kamu nggak mikirin ucapan kamu tadi?" tanya farhan.
"ucapan mana han?" tanya ayra bingung.
"ucapan kamu yang menantang angel sayang"ucap farhan gemes dengan ekspresi nya ayra.
"haha, itu iya emang kenapa?" tanya ayra.
"kamu nggak takut dengan nya" tanya farhan.
"untuk apa aku takut, emang dia makan orang" ucap ayra sambil tertawa.
"aku serius ra" ucap farhan menatap ayra dengan serius.
Gimana ayra bisa sesantai itu untuk menantang angel, sedangkan angel notabesnya anak atlet yang jago, yang sudah banyak meraih kemenangan.
"aku serius dengan ucapan ku han, kamu tau aku gimana, setiap perkataan ku tak main - main" jelas ayra yang juga menatap farhan dengan serius.
"tapi gimana kamu akan hadapi tantangan besok?" tanya farhan.
"itu biar jadi urusan ku, sekarang kamu jangan khawatir gitu, semua ada jalannya, dan pastinya setiap perbuatan pasti akan ada akibatnya" ucap ayra dan berlalu pergi.
"maksudnya ayra apa berkata begitu?" gumam farhan sendiri karena ayra sudah pergi dan menghilang dari taman tersebut.
Ayra langsung menuju ke markas kakaknya ahda, karena tugasnya juga belum selesai.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampai lah ayra di markasnya dengan menggunakan motornya.
Ayra langsung menuju ke ruangannya. Ahda yang lagi di ruangan sebelah yang masih menyelidiki kasus persenjataan ilegal tersebut tidak mengetahui bahwa ayra datang ke sini.
Tak lama pintu diketuk oleh salah satu anggota, dan memberitahu kan bahwa ayra datang dan sekarang berada di ruangan nya.
Ahda yang mendengar nya langsung masuk ke ruangan ayra, setibanya disana Ahda melihat ayra yang lagi duduk dengan fokus dengan laptop nya.
"tumben nggak kasih tau kakak kalau datang" jelas ahda..
"iya kak " ucap ayra memberhentikan kegiatannya dan bersandar pada sandaran kursi.
__ADS_1
"gimana keadaan kamu sekarang, udah baikan?" tanya ahda, yang sudah tau ayra tenggelam karena didorong teman nya.
"iya mendingan sih kak, cuman sedikit trauma karena keingat teman aku juga tenggelam di depan mataku" jelas ayra
"kamu harus kuat, bentengin trauma mu dimasa lalu itu" nasehat ahda.
"iya aku sudah berusaha, iya mungkin karena terlalu shok, aku juga nggak nyangka dia segitunya ke aku kak" jelas ayra.
"kakak paham, terus gimana rencana kamu sekarang?" tanya ahda.
"udah diberi kesempatan beberapa kali, aku rasa dia akan nggak senekat itu, tapi kita mulai aja kak dengan membongkar keburukan keluarganya" jelas ayra.
"dan dikantor papi kita selesaikan setelah masalah disekolah selesai" jelas ayra lagi.
"baik kakak setuju dengan kamu, terus langkah kamu apa?" tanya ahda.
"tadi dia bikin ulah lagi, besok aku nantangin dia untuk bertarung kak" ucap ayra.
"kamu yakin, akan bisa" tanya ahda.
"ihh kakak nggak percaya amat sih dengan aku, mau dibuktikan" ucap ayra yang sudah siap untuk memukul ahda.
"haha iya, kakak percaya kok, lagian kakak bercanda, terus habis itu gimana" tanya ahda.
"kakak lihat aja nanti, ikutin aja alurnya, sekarang aku mau tanya gimana tugas kakak udah selesai?" tanya ayra.
"baik, tolong kakak hubungi kak intan, bisa nggak dia datang kesini, agar kita bisa menjelaskan lebih rinci, nanti akan aku juga coba temukan pusat titik terangnya.
Ahda pun langsung menghubungi intan dan memberitahu apakah dia bisa datang kesini, dan panggilanpun berakhir.
"gimana kak, apa bisa kak intan datang ke sini?" tanya ayra yang melihat panggilan keduanya berakhir.
"iya bisa, dia langsung otw jalan" jawab zaki.
Di sisi lain
Nara yang akan bertemu dengan angel di sebuah kafe, tempat janjian mereka.
Nara sudah sampai di kafe xx dan langsung turun dari mobilnya.
Saat akan masuk tang sengaja ia melihat zaki dkk yang juga lagi makan disana.
Tanpa menyia kan kesempatan nara langsung mendatangi mereka.
"hai ketemu lagi, mungkin jodoh ya kan sayang" ucap nara kepada zaki.
Sedangkan teman zaki yang lain merasa muntah mendengar kan ucapan nara yang begitu percaya diri.
"mungkin kebetulan" jawab zaki singkat.
__ADS_1
"hmm boleh gabung nggak?" tanya nara ke pada zaki, padahal ia sudah duduk duluan di samping zaki.
"ya elah, nggak perlu ditanya lagi, lo aja udah duduk duluan tanpa di persilahkan" ucap fauzan jengah.
Sedangkan nara mengacuhkan ucapan fauzan yang bikin dia tambah kesel.
Angel yang sudah datang dari tadi, terus menunggu nara yang belum juga kunjung datang.
"kemana sih dia, udah lumutan juga gue nungguin, katanya udah datang kok belum sampai ya" gumam angel yang kesel karena belum juga nara muncul.
Angel pun menghubungi nara, tapi panggilannya pun tidak diangkat.
"kemana sih dia, telfon gue nggak diangkat"kesel angel dan berdiri untuk meninggalkan kafe tersebut, tapi sebelum itu iya membayar makanannya terlebih dahulu.
Saat akan membayar, tanpa sengaja ia melihat nara yang lagi duduk dengan beberapa cowok.
"lah tuh dia, dasar ya lo nara, gue nungguin lo malah sibuk ngebet cowok" gumam angel yang terus memandang nara dengan kesel.
"mbak, yang bayar makanan saya perempuan yang duduk itu, dia kakak saya" jelas angel kepada kasirnya dan menunjuk nara.
"baik dek" ucap mbak tersebut dan mendatangi nara.
"permisi mbak, mohon dibayar makanan di meja 07 ya" kata penjual tersebut.
"lah kok saya yang bayar sih, minta sama dia lah" ucap nara heran karena tiba - tiba ia disuruh bayar makanan orang lain.
Tak lama pesanpun masuk dari angel.
"bayarin makanan gue, ngapain lo disana, gue udah capek nungguin lo malah enak - enakan sama cogan" isi pesan dari angel.
"yaudah mbak saya bayar" ucap nara dengan pasrah sambil mengeluarkan kartu debitnya.
Zaki dkk mengacuhkan nya, dan tetap fokus pada diskusi tugasnya.
Setelah membayar makanan nya angel, nara pun pamitan kepada zaki, karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan angel.
"yaudah sayang aku duluan ya" pamit nara.
Zaki tidak mengindahkan ucapan nya nara.
Setelah kepergian nara, mereka pun juga sudah selesai dengan tugas kuliah nya.
"heran deh gue lihat nara, awal kenal dia kayak cewek beda dari yang lain, tapi ternyata sama aja" ucap alif.
"iya juga sih, pas awal dia kalem tapi ternyata dia ganjen banget" ucap fauzan.
"udah, yuk balik udah keburu sore nih" ucap fikri.
Mereka pun memutuskan untuk pulang, karena tugas juga sudah selesai.
__ADS_1