Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 68 Saling Memberi Ancaman


__ADS_3

Zaki sangat menyayangi adiknya, ia tidak segan - segan jika ada yang mau mengusik hidup adiknya apalagi berniat buruk.


"gue sebenarnya udah kenal dengan ayra sebelum lo mengenalkannya dikampus" jelas fikri.


Zaki menatap fikri dengan intens, sambil menunggu kelanjutan ceritanya, yang sebenarnya sudah ia ketahui dari ayra.


"ayra pernah nolongin gue, ketika gue di dihadang beberapa orang dijalan dan gue ditolongin oleh ayra" jelas fikri.


Melihat zaki yang tidak menggubris ucapannya fikri pun menjadi heran.


"siapa ayra, kenapa gue tidak menemukan apapun informasi tentang dia" jelas fikri.


"apa alasan utama lo sampai harus mencari tahu tentang dirinya?" tanya zaki.


"gue menyukai nya, maaf kalau lo marah silahkan, karena merasa gue suka sama cewek lo, tapi gue jujur suka pada nya saat pertama melihat nya" jelas fikri.


"gue mau kita bersaing dengan sehat, dan itu menurut gue lebih baik terang - terangan dari pada nanti lo nanti kira gue nikung lo dari belakang" lanjut fikri.


"kalau gue bilang ayra bukan pacar gue gimana" tanya balik zaki.


"maksud lo gimana" tanya fikri heran.


"gue kakaknya ayra bukan pacarnya" ucap zaki menjelaskan.


"bukannya keluarga adreson punya satu anak dan itu cuman lo doang" jelas fikri.


"bukan gue punya adik, dan itu ayra putri adreson, itu semua permintaan nya karena tidak mau orang memandang nya dari kekayaan saja" jelas zaki.


"lalu sebelum nya dia dimana, karena setiap gue dan yang lain kerumah lo dia nggak ada" ucap fikri.


"sebelumnya dia di inggris, dan pertama lo ketemu dia, itu adalah saat dia baru pulang ke sini" jelas zaki.


"dan untuk masalah lo suka sama adek gue, gue nggak ngelarang dan lo berhak perjuangin dan gue harap lo nggak nyakitin adek gue" jelas zaki.


"gue bakal usaha" ucap fikri serius.

__ADS_1


"dan menurut gue, lo punya saingan dan satu lagi ayra susah buat membuka hati karena pernah disakiti" ucap zaki.


"thanks ya bro udah beritahu gue, gue bakal berusaha" jelas fikri.


"iya gue nggak nyangka aja, lo datang ke sini cuman nanya in itu, nggak biasa nya gitu" jelas zaki.


Benar biasa nya mereka kalau ada apapun bertemunya diluar, nggak ada disangkutkan ditempat kerja, walaupun mereka bersahabat tapi harus tau tempat dan waktunya.


"iya bro sorry ganggu pekerjaan lo, tadi itu gue benar - benar penasaran kenapa orang suruhan gue nggak mendapatkan informasi tentang ayra, padahal dilihat dari penampilannya benar - benar sederhana" ucap fikri.


"iya itu lah adik gue"ucap zaki bangga.


"dan gue harap lo dapat menjaga kerahasiaan ini, karena ayra tidak mau diusik kepribadian nya, makanya lo nggak akan mendapatkan informasi apa pun" jelas zaki.


"iya bro, yaudah gue balik aja, lo lanjut in pekerjaan lo" ucap fikri berdiri dan bersalam ala pertemanan mereka.


Setalah kepergian fikri, zaki sempat berfikir semoga ayra mendapatkan kebahagiaan, dan tidak disakiti seperti sebelum nya. Dan orang itu tidak akan kembali lagi mengusik kehidupan adiknya


Disisi lain


Banyak para siswa dan siswi yang berbincang, ada yang mendukung ayra dan ada juga yang meremehkan ayra karena salah melawan angel yang memang hebat nggak ada tandingannya di sekolah ini.


Ayra dan sahabat nya pun keluar menuju tempat lokernya ayra agar membantu ayra bersiap.


Sesampainya disana, teman yang lain menunggu diluar, ayra yang membuka lokernya merasa ada yang aneh.


"kok nggak dikunci, dan kenapa baju nggak rapi seperti sebelumnya ya, hmm ada yang nggak beres nih" jelas ayra dan menutup lokernya kembali.


Ayra membuka loker yang paling bawah, yang memang dikira kosong, padahal itu adalah loker ayra yang ayra gunakan untuk cadangan, karena memang tempat lokernya berlebih.


Ayra pun mengganti bajunya dan keluar dengan pakaian silatnya dan disana sudah ada sahabat nya menunggunya.


Mereka pun menuju ketempat diadakan pertandingan tersebut dengan disaksikan oleh guru juga, dan itu semua tak luput dari kepala sekolah yang mana sebagai bokapnya angel.


Kali ini bokap nya angel lebih tepatnya kepala sekolah tidak mempersalahkan pertandingan karena udah dipastikan anaknya akan menang.

__ADS_1


Dan masalah angel masih belum memberitahu tentang ayra yang tidak diketahui identitasnya.


"ra lo yakin akan bertanding, kita nggak mau lo kenapa napa" ucap nia.


"hmm" jawab ayra singkat.


"iya angel itu orangnya tanpa ampun dan nanti kalau tangan dan kaki lo patah gimana ra, nggak usah aja ya" bujuk gita.


Ayra yang mendengar nya memberhentikan langkah nya, dan menatap sahabatnya satu persatu secara dalam, kemudian menampilkan senyum manisnya.


"kalian doakan aja, semoga gue menang dan gue harap kalian percaya sama gue" ucap ayra kembali berjalan dan di ikuti sahabat nya.


"hmm kalian boleh duluan gue mau ke toilet bentar" ucap ayra saat mereka hampir sampai tempat pertandingan.


Ayra pergi ketoilet karena panggilan alam, setelah itu kembali ke pertandingan.


Saat perjalanan ia tanpa sengaja bertemu dengan kepala sekolah.


"kamu, yakin akan bertanding dengan anak saya, pakai nantangin segala lagi, lebih baik kamu mundur dari pada nanti kaki dan tangan kamu patah" ucap kepala sekolah bangga.


"saya tidak nyangka ya, pemimpin di sekolah ini tidak mencerminkan sikap kepemimpinan" ucap ayra dengan tegas.


"kamu orang miskin, sekolah yang rajin itu lebih baik dari pada ngurus yang bukan urusan kamu" ucap kepala yang tersinggung karena ucapan ayra.


"saya memang miskin, tapi seharusnya bapak yang orang kaya juga tidak seenaknya juga dalam sekolah ini, banyak siswa yang dibully oleh anak bapak, tapi bapak malah membela yang salah" ucap ayra yang menatap kepala sekolah tersebut tanpa rasa takut.


"kamu setelah pertandingan ini saya akan membuat kamu keluar dari sekolah ini" ucap kepala sekolah dengan tatapan marah.


"dan sebelum itu saya juga akan membuat bapak dan anak bapak akan keluar dari sini terlebih dahulu" ucap ayra juga tegas.


"haha emang kamu bisa apa, sampai bisa mengeluarkan saya dari sini ha, emang kamu punya apa, mending fikirkan aja tuh nasib kamu besoknya" ucap kepala sekolah meremehkan.


"kita lihat aja nanti bapak kepala sekolah yang terhormat, dan satu lagi saya tidak akan main - main dengan ucapan saya" ucap ayra berlalu pergi.


Setelah kepergian ayra, kepala sekolah menghubungi seseorang untuk menyelidiki tentang identitas ayra, karena dari awal ayra datang ke sekolah ini ia juga merasa ada yang janggal, tapi kalau dilihat dari indentitas sekolah ia hanya murid beasiswa pindahan dari sekolah sekitar sini.

__ADS_1


***


__ADS_2