Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 24 Niatan Ayra


__ADS_3

Nia yang melihatnya menundukkan kepalanya, nia nggak enak dengan adanya zaki, sedangkan zaki cuek tanpa memperdulikan adanya nia.


Setelah nia mengambil bukunya, ia pun masuk kembali ke dalam, dan melihat ayra yang lagi tertawa bersama zaki.


Nia pun menghampiri mereka.


"ra nih buku nya" ucap nia memberikan bukunya kepada ayra.


"okey thanks, nantik gue kembalikan" ucap ayra mengambil buku tersebut.


"bang lagi nggak banyak pekerjaan kan?" tanya ayra.


"enggak sih, emang kenapa?" tanya zaki.


"ikut kita nonton yuk, biar lebih seru" ajak ayra .


" hmm boleh deh, mau nonton film apa? " tanya zaki.


" hmm apa ya bagusnya, nah gimana kalau horor" saran ayra.


"jangan, gue orang nya penakut" ucap nia.


"ya nggak papa, kan kita nonton nya bareng lagian hantunya nggak bakan keluar juga kali" ucap ayra meyakinkan.


" hmz yaudah deh, kalau gitu" pasrah nia.


Mereka pun mulai memutar kan film nya, dengan ruangan dilepaskan tiarai nya biar lebih gelap.


"lah kok di lepas itu kainnya, kan jadi gelap" ucap nia.


"biar lebih seru" ucap ayra lagi.


Sedangkan zaki hanya mengikuti keinginan mereka.


Mereka pun duduk, dengan posisi nia berada ditengah dan disampingnya zaki dan ayra.


Ayra menontonnya hanya biasa aja,sambil memakan cemilan.


Sedangkan nia saat hantunya muncul tanpa sadar memeluk pergelangan tangan zaki.


Nia yang sadar pun refleks melepaskan.


"hmz maaf kak, nggak sengaja " ucap nia malu.


"hmz iya nggak papa, yaudah matikan aja filmnya nanti tambah takut lagi" ucap zaki.


Ayra yang lagi asyik menonton, menoleh ke zaki saat ia mendengar ucapan zaki.


"lah kok mau dimatikan sih bang, kan cerita nya lagi seru" ucap ayra.


"nggak matik in aja, nggak kasihan kamu sama nia yang ketakutan begitu" jelas zaki.


" hmm iya deh, maafin gue ya nia yang ngajak lo nonton film horor" ucap ayra.


" iya nggak papa kok, santai aja kali" ucap nia.


"yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap nia.

__ADS_1


" okey, yuk gue antar kedepan" ucap nia.


Ayra pun menghantarkan nia sampai mobil.


"loh kc nggak mau hidup mobilnya, tadi aman aja" ucap nia yang mau menjalankan mobilnya.


"kenapa nia?" tanya ayra.


"mobil gue nggak mau hidup, gue pulang naik taxi aja deh, gue titip aja disini dulu besok gue ambil" ucap nia.


"jangan, udah keburu magrib nih, yaudah lo diantar bang zaki aja deh" saran ayra.


"lah nggak, nggak usah gue pulang naik taxi aja" tolak nia.


"bangg,,," teriak ayra.


" apa dek?" tanya zaki yang keluar mendengar adeknya berteriak.


"anterin nia ya, mobilnya rusak nggak mau hidup" ucap ayra.


"nggak usah kak aku pulang naik taxi aja, ini udah dipesan" jelas nia.


"ini udah mau malam, nggak baik naik taxi apalagi sendiri, aku antar aja" ucap zaki yang langsung pergi mengambil mobilnya.


Nia dan zaki pun pergi meninggalkan perkarangan rumah.


Ayra yang tinggal sendiri pun tersenyum.


"gue tau lo suka sama abang gue, gue akan usahakan kalian bersama" gumam ayra.


Di sisi lain


Nia yang berada di mobil berdua dengan zaki pun merasa canggung.


Zaki yang melihat nia terus memandang keluar pun, jadi tau kalau nia yang merasa canggung berdua dengannya.


"hmm kenapa diam?" tanya zaki.


" nggak papa kak" ucap nia menunduk.


Tak lama terdengar perut nia yang berbunyi, nia yang juga ikut mendengar jadi malu.


"lah kok kita kesini kak?" tanya nia.


" aku tau kamu lapar, kita makan aja dulu" ucap zaki.


Mereka pun memasuki restauran berdua.


Saat makan, tiba - tiba ada aja yang menyiram nia dengan air.


" eeh lo ngapain lo deketin pacar gue" ucap seorang perempuan, siapa lagi kalau bukan nara.


" nara lo apa - apa an sih, gue nggak ada pacaran sama lo ya" ucap zaki marah, sambil membantu membersihkan baju nia yang basah dengan tisu.


"jangan ganggu gue mulai dari sekarang dan berikutnya, ngerti lo" ancam zaki, yang langsung menarik tangan nia.


Nara yang ditinggal pun membanting semua makanan yang diatas meja.

__ADS_1


"kurang ajar lo zakiiii, lihat aja nantik ya gue bakal buat lo bertekuk lutut dihadapan gue" ucap nara marah.


Zaki dan nia pun tiba di mobil, zaki yang melihat nia kedinginan melepaskan jaket nya, dan membantu memasangkan nya ke nia.


"terimakasih kak" ucap nia memberikan senyumnya yang manis.


Zaki yang melihat nia tersenyum jadi merasa jantung nya deg deg kan.


"kok gue gini sih, melihat nya tersenyum" gumam dalam hati zaki.


"nggak papa, seharusnya aku yang minta maaf ke kamu, karena gara - gara nara kamu jadi basah gini" ucap zaki merasa bersalah.


" nggak papa kak, yaudah yuk kita pulang aja" ajak nia.


Mereka pun langsung pulang menuju rumah nia.


Di sisi lain.


Nara langsung masuk ke kamar angel dengan membuka pintu secara kasar.


" lo kenapa sih, masuk ke kamar orang itu ketuk pintu dulu" ucap Angel kesel.


"diam lo gue lagi kesel tau nggak" jawab nara marah.


" yahh lo kalau kesel jangan lampiaskan ke gue juga kali" ucap angel.


"iya sory deh" ucap nara pasrah.


"sekarang lo cerita ke gue, ada apa sebenarnya?" tanya angel.


"tadi tu gue ketemu zaki" ucap nara.


" lah bagus itu, terus apa salah nya?" tanya angel.


"dengerin gue dulu, jangan dipotong dulu ucapan gue" ucap nara kesel.


"iya iya lanjut" ucap angel.


"gue ketemu dia di restauran lagi makan dengan cewek, tapi ceweknya itu beda dengan kemaren, terus karena emosi gue langsung siram dengan air minum diatas meja" ucap nara menjelaskan.


" terus?" tanya angel.


"terus karena gue siram tuh cewek zaki nya marah besar dengan gue dia bilang jangan ganggu gue lagi" ucap nara menambah kan.


"lo sih main siram aja, orang itu kalau mau dekat dengan cowok itu harus main cantik, nggak asal - asalan gitu aja " nasehat angel.


"iya, bantuin gue ya, cari cara biar bisa dekat dengan zaki lagi" ucap nara memohon.


" iya yaudah nantik gue bantuin lo, biar bisa dekat dengan zaki lagi" ucap angel.


"makasih sayangku" ucap nara memeluk angel.


"idihhh kalo ada maunya baru lo baik gitu" ucap angel menyindir.


"mana ada gue gitu, lo kali " ucap nara kesel.


"yaudah terserah, malas gue debat" ucap angel.

__ADS_1


__ADS_2