
Farhan juga melihat perubahan ayra sebelum ia pergi ke inggris, entah apa yang terjadi sebelum ia memutuskan tinggal di inggris.
"gue nggak berubah, ayra yang lo kenal dulu sama dengan sekarang" ucap ayra memandang ke depan.
"tapi gue nggak merasa ayra yang gue kenal ra, sejak lo pergi kita lost kontak" jelas farhan.
"apa yang terjadi waktu itu antara lo sama dia?" tanya farhan.
"dia?" tanya ayra sambil tersenyum miris.
"gue fikir lo udah sama dia, bahagia makanya nggak ada lagi gue usaha untuk dekat dengan lo lagi" jelas farhan.
"gue nggak percaya cowok lagi han, karena dia gue menjadi tidak percaya akan adanya cinta" jelas ayra.
" ra tatap mata gue ra, gue mau buat lo percaya kalau semua cowok itu tidak sama, gue suka sama lo ra sejak lo udah dekat dengan dia, tapi gue tau lo lebih milih dia, maka dari itu gue mundur" ucap farhan serius.
"han, gue belum kepikiran untuk percaya cowok lagi, kalau lo udah lama suka sama gue, kenapa nggak dari dulu lo ungkapin?" tanya ayra serius.
"gue nggak mau persahabatan kita pecah karena cinta, gue juga nggak mau bersaing dengan saudara gue sendiri ra" ucap farhan bersandar sambil memandang langit malam.
Air mata ayra mengalir tanpa terasa, melihat begitu dulu pengorbanan farhan.
"kenapa lo nggak cerita han, dan kenapa dia nyakitin gue, dan kemana lo saat aku butuh teman" ucap ayra sedih.
"maaf saat itu gue mau melupakan lo, dan berusaha untuk tidak tau lagi tentang lo, tapi jika lo bahagia, tapi sekarang gue akan berjuang buat lo ayra putri adreson" ucap farhan memegang tangan ayra.
"gue nggak tau kalau dia nyakitin lo, karena gue tidak memperdulikan lagi, karena nggak mau merusak hubungan lo dan dia, tapi intinya sekarang gue mau kita dekat, gue bakal buktiin kalau gue serius sama lo" ucap farhan begitu serius.
"han gue nggak tau, jika itu keinginan lo, gue juga akan usaha" ucap ayra.
"kalau gitu, jangan panggil lo gue lagi panggil aku kamu" ucap farhan senang.
" iya deh, akan aku usahakan" ucap ayra lagi.
"yaudah yuk balik, keburu malam, mau aku antar?" tanya farhan.
"nggak usah aku bawa motor juga han" ucap ayra berdiri.
Mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing - masing., dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.
Di sisi lain
Nia yang lagi asik - asiknya nonton drakor kesukaan nya terganggu karena hp nya berdering. Dilihatnya ternyata dika yang menghubunginya.
Dika
"nia pr kimia lo udah siap belum?"
nia
"kalau telfon orang itu baca salam dulu, bukan asal nyosor aja, lagian lo tanya sama orang yang salah, tanya tuh sama ayra dan yang lainnya".
__ADS_1
Dika
"hmm dasar lo, udah ketebak lo belum siap, gue fikir lo dapat hidayah ngerjain tugas tanpa nyontek" .
Nia
"ya elah gue belum dapat panutan buat nuntut gue belajar, lagi cari nih lo mau nggak?".
Dika
"idihh ogah gue sama lo, yaudah gue tanya Aisyah aja, kalau tanya farhan bisa - bisa gue malah suruh belajar" .
Nia
"yaelah gue bercanda kali, yaudah sana lo nyontek, nanti kirim ke gue, awas kalau lo nggak kirim gue kutuk lo jadi monyet" .
Dika
"sembarangan aja lo kutuk gue, yaudah gue tutup dulu" .
Telfon pun berakhir.
"idihh sembarangan aja nih anak, main matik in aja, ganggu orang aja awas aja kalau nggak dikirim nya, gue geprek ni anak" kesel nia sendiri.
Akhirnya nia memutuskan untuk melanjutkan menonton drakor tanpa ada niatan untuk mengerjakan prnya.
Setelah beberapa waktu terdengar pesan masuk, dan itu ternyata Dika yang mengirimkan jawaban dari tugas kimia.
"hmm dikirim juga oleh nih anak" gumam nia.
****
Pagi yang cerah, diawali semangat baru oleh siswa SMA 1 BANGSA.
Bel berbunyi tanda masuknya pelajaran pertama, semua siswa masuk ke kelas masing - masing tak terkecuali ayra dkk dan Farhan dkk.
Sebelum guru datang, para siswa sibuk dikelasnya dengan kegiatan nya masing - masing. Ada yang main hp, membaca, nyalin Pr dan bercerita.
"tumben lo nggak minta buku gue, kan sekarang lagi ada pr kimia?" tanya ayra heran.
"nggak lah, sekarang gue anak rajin, ya bikin sendiri lah" ucap nia bangga.
"idihh palingan juga hasil contekan, mana ada sejarah seorang nia bikin pr" ucap ayra sambil tersenyum mengejek temannya yang satu ini.
"tau aja loh ayra, emang deh lo sahabat gue, itu tadi malam dika yang ngasih contekan" jelas nia.
"lah dapat contekan dari mana tuh anak?" heran ayra, karena nggak mungkin dika ngerjain tugas nya sendiri, karena bisa dibilang nggak ada bedanya tuh sama nia, apalagi pelajaran kimia.
"nggak tau tuh anak, nggak gue tanyain yang penting tugas gue siap.
"idihh, kalau jawabannya salah gimana?" tanya ayra.
__ADS_1
"iya juga ya, sini gue pinjam buku lo buat samain jawabannya" ucap nia yang baru nyadar.
Ayra pun memberikan bukunya, dan langsung dibuka oleh nia, untuk menyamakan jawaban nya.
"lah ra kok jawabannya beda, nggak masuk akal juga jawabannya, kok gue nggak sadar ya" ucap nia.
'lah masa iya lo yang nulis tapi nggak diperhatikan.
"itu kemaren tangan gue yang nulis, fikiran gue sama film drakor" ucap nia cengengesan.
"dasar lo, yaudah cepat diperbaiki sebelum guru datang" suruh ayra.
"ihh nyesel banget gue nyontek jawaban dika awas ya lo, gue geprek lo dika" kesel nia.
Sedangkan ayra hanya geleng - geleng kepala dengan cara belajar temannya itu.
Saat akan baru memperbaiki jawabannya, datang lah buk wati sebagai guru kimia yang mengajar di jam pertama.
"aduhh gimana nih ra" ucap nia bingung.
"ya harus gimana lagi, gue juga nggak tau, makanya lain kali diperhatikan lagi niaaa cantik" ucap ayra yang lucu sekaligus bikin ayra kesel bagaimana cara nia belajar.
"anak - anak kemaren ibu kasih pr kan, sekarang kumpulkan ucap buk wati
Semua murid pun mengumpulkan pr yang telah dibuatnya.
"mampus gue" ucap nia yang terpaksa mengumpulkan prnya.
Setelah mengumpulkan prnya, pelajaran pun dimulai, buk wati pun menerangkan terlebih dahulu pelajaran tersebut sebelum mengerjakan latihan baru.
Setelah selesai menerangkan pelajaran, para murid mengerjakan latihan yang dikasihnya.Sedangkan buk wati memeriksa pr yang telah dibuat oleh para murid.
Setelah memeriksa tugas, gurupun kembali menyerahkan buku tersebut.
"Nia dan dika kalian maju kedepan" suruh buk wati.
"aduhh kena gue kan" kesel nia.
"yaudah maju aja dulu" suruh ayra.
Mereka berdua pun maju kedepan, Sedangkan murid hanya memperhatikan keduanya saja.
"kalian kenapa jawaban pr sama dan juga nilai nol nggak ada yang benar satupun" marah buk wati.
"ya buk lumayan kan, hasil kerja keras sendiri, daripada mereka nilai bagus dapat dari hasil contekan" jawab dika.
"iya nggak gitu juga konsepnya dika, bagus kalau ngerjain nya sendiri tapi kalau nggak ngerti belajar yang serius, bukan begitu jalannya, sembarangan isi" ucap guru tersebut.
"iya buk lain kali kami belajar lebih giat lagi' ucap dika.
"iya harus, untuk semuanya kalian harus lebuh giat lagi, bentar lagi akan banyak ujian yang harus dihadapi, jika kalian ingin lulus dengan nilai bagus, maka belajar lah, semua keputusan nya ada pada kalian, ibuk cuman mengingat" nasehat buk wati.
__ADS_1
Setelah banyak nasehat yang dikasih, bel pun berbunyi tanda belajar berakhir digantikan dengan jam istirahat.
***