Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 61 Sebuah Pelajaran


__ADS_3

Akhirnya Aisyah meninggalkan temannya dan ikut dengan hendri keliling - keliling rumah Jakson.


Ayra yang satu bait bernyanyi disambung dengan angel, semua mendengar nya ya lumayan lah, nggak malu - maluin.


"B aja tuh suaranya" ucap nia.


"iya malah suruh - suruh orang nyanyi" ucap gita jengah.


Setelah mereka selesai membawakan satu lagu, mereka pun turun dari panggung.


Angel bernafas lega, untung dia hafal lagu tersebut, kalau tidak bisa malu dia.


"lumayan juga suara lo angel" ucap tika.


"diam lo" ucap angel yang masih belum terima dengan kelakuan ayra yang memanggil nya bernyanyi.


Setelah itu, sekarang adalah acara inti yaitu pemotongan kue ulang tahun yang dilapisi tiga tingkat.


Acara pemotongan kue dilakukan ditepi kolam berenang.


Pemotongan kue pun dimulai, dengan nyonya jakson menyuapi kue untuk suami dan anaknya hendri, setelah itu semua tamu menikmati hidangan yang telah disediakan.


Ayra yang lagi berada di pinggir kolam menikmati hidangan dengan yang lain, tiba - tiba entah karena apa ia di senggol seseorang membuatnya terjatuh ke kolam berenang, dan semua para tamu berteriak histeris.


Melihat ayra terjatuh ke kolam berenang, seseorang tersenyum senang.


Ayra yang lagi berada di dalam kolam berenang, berusaha naik ke permukaan karena ia bisa berenang, tapi entah karena apa kakinya tersangkut.


Ayra berusaha untuk melepaskan kakinya tapi tidak bisa, karena kakinya terbelit sesuatu.


Farhan yang habis dari toilet, melihat keramaian dari pinggir kolam, farhan langsung menemui teman - temannya.


"ada apa?" tanya farhan kepada temannya.


"ayra terjatuh di dekat kolam bantuin han, ia bisa berenang tapi kenapa belum muncul" jelas nia.


Tanpa mendengar kan nia yang belum selesai bicara farhan langsung melompat ke kolam berenang, ia yang melihat ayra hampir hilang kesadaran pun berusaha melepaskan tali yang mengikat kaki ayra.


Saat sedang berusaha membuka talinya seseorang pun juga datang dan membantu farhan.


Setelah mereka berdua berhasil membukanya, farhan langsing mengangkat tubuh ayra ke tepi kolam dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"ayra bangun ra" ucap farhan menepuk pipi nya ayra.


Farhan pun menekan dadanya ayra, dan akhirnya ayra terbatuk-batuk mengeluarkan air yang masuk ke tubuhnya.


"ra lo nggak papa, kita pulang ya, biar gue antar" ucap farhan cemas.


Ayra hanya menjawab dengan anggukan saja.


"pakai ini biar nggak kedinginan, atau mau ganti baju dulu?" tanya nyonya jakson yang menyerahkan jaket .


Farhan memandang bima, yang sudah membantu nya dalam membuka tali ikatan di kaki ayra saat dikolam tadi .

__ADS_1


"thanks udah bantuin" ucap farhan.


Bima yang juga baru sampai, karena urusan kerja telat datang, karena mendengar ayra yang terjatuh, ia pun ikut terjun menolong, tanpa memikirkan baju nya yang akan basah.


Baru pertama kalinya, setelah beberapa bulan, mereka tidak komunikasi karena kesalahpahaman.


Bima menjawab dengan anggukan dan berlalu pergi dari sana.


Farhan membantu ayra berdiri dan akan mengantarkan nya pulang.


"ra lo nggak papakan, atau gue aja yang nganterin lo" ucap nia yang dari tadi cemas dengan keadaan ayra.


"iya, gue bareng lo aja" ucap ayra.


"yaudah gue bantu Sampai parkir" ucap farhan, yang pasrah dan tidak memaksakan untuk mengantarkan ayra pulang.


Setelah sampai di parkir, ayra langsung naik ke mobilnya nia, sedangkan tadi ia pergi diantar sopirnya, kalau naik motor jadi nggak nyaman karena memakai gaun.


Diperjalanan menuju ke kediaman adreson, ayra hanya memejamkan matanya sambil bersandar.


"ra mau mampir ganti baju dulu nggak?, nanti lo masuk angin" jelas nia.


"nggak papa langsung pulang aja" jelas ayra.


"ra kenapa lo sampai jatuh ke kolam berenang?" tanya nia sambil menyetir.


Ayra hanya diam saja, dan tetap memejamkan matanya.


Nia yang tidak mendapatkan jawaban pun, tidak bertanya lagi, setelah beberapa menit sampailah mereka di rumah kediaman adreson.


Ayra pun membuka matanya dan keluar dari mobil dalam keadaan lemas.


"ra mau dipanggil dokter nggak" tanya nia yamg melihat ayra agak pucat.


"nggak usah" jawab ayra.


"nia pun membuka pintu rumah kediaman adreson dan disana terdapat zaki yang lagi menuruni tangga.


Zaki yang melihat ayra yang di bantu nia berjalan langsung mendekati mereka berdua.


"kamu kenapa dek, kok basah gini?" tanya zaki.


"nggak papa bang, aku cuma mau istirahat aja" jawab ayra.


Mereka pun membawa ayra ke kamar nya, dan dirumah mami dan papi nya lagi keluar sebentar karena ada jamuan dari teman kantornya.


"dek mau di panggil kan dokter?" tanya zaki.


"nggak papa, adek cuman mau istirahat aja bang" jelas ayra dan memejamkan matanya.


"yaudah lo istirahat aja dulu, gue pulang dulu" pamit nia.


"iya thanks karena udah ngantar gue pulang" ucap ayra.

__ADS_1


"santai aja kali, yaudah gue duluan" ucap nia.


Nia pun keluar dan diikuti zaki dari belakang.


"nia boleh bicara sebentar?" tanya zaki.


"iya kak" ucap nia.


"kenapa ayra sampai begitu?, bukannya kalian pergi acara ultah teman?" tanya zaki.


"iya kak, tapi tadi ntah kenapa ayra terjebur ke kolam berenang, menurutku ada yang mendorong" jawab nia.


"hmm, makasih infonya kamu mau diantar soalnya udah malam" jelas zaki.


"nggak papa, aku pulang dulu ya kak" pamit nia.


"iya hati - hati" ucap zaki, karena mau diantar ayra juga sendiri dirumah.


Zaki kembali ke kamarnya ayra dan melihat ayra baru selesai membersihkan diri dan sudah berganti pakaian nya.


Ayra yang melihat abangnya zaki yang lagi duduk di sofa dikamar nya pun mendekati zaki dan langsung menangis.


Zaki yang melihat ayra menangis langsung memeluk nya.


"kamu kenapa dek?, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya zaki.


Ayra tidak menjawab, ia kemudian menghapus air matanya.


" bang ceritanya besok ya, ayra mau istirahat dulu" ucap ayra yang berdiri dan membaringkan diri dikasurnya.


"yaudah kamu istirahat dulu, kalau ada apa - apa panggil abang aja" ucap zaki yang keluar dari kamar ayra, dan tak lupa menutup pintunya.


Tujuannya agar ayra bisa menenangkan dirinya terlebih dahulu.


Disisi lain.


"angel kok bisa ayra sampai pingsan gitu?" tanya tika.


"gue nggak tau, gue fikir dia bis berenang niatnya cuman mau dia kejebur aja, nggak nyangka juga gue kalau sampai gini" jelas angel.


"kayak nya tadi dia beneran shok banget deh ngel" jelas via.


"biarin aja, biar tau rasa tuh dia" ucap angel tanpa rasa bersalah.


"yaudah yuk balik, awas ya kalau kalian ngomong ke yang lain kalau gue yang mendorong ayra" ancam angel.


Via dan tika hanya menganggukkan kepalanya mengikuti kemauan angel, pasalnya mereka takut dengan ancaman angel dan tidak berani berkutik.


Mereka pun memutuskan untuk meninggalkan acara tersebut, tanpa rasa bersalah.


Farhan yang lagi berada dirumah, berusaha menghubungi ayra tapi tidak ada jawaban.


Karena khawatir ia pun menghubungi zaki abangnya ayra, untuk menanyakan keadaan ayra sekarang.

__ADS_1


***


"


__ADS_2