Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 31 Kemarahan Aril adreson


__ADS_3

Ayra yang mendengar penuturan dari resepsionis tidak tahan lagi, mendengar tuduhan tersebut.


"iya mana ada orang kayak kamu ada urusan sama pemilik perusahaan ini" tambah salah satu rekannya.


"tapi memang saya ada keperluan dengan pemilik perusahaan ini" jelas ayra.


"mana kenal pemilik perusahaan dengan bocah kayak kamu, pasti tujuan nya kamu tidak baik kan pastinya?" tuduhnya.


Ayra pun langsung menghubungi papinya, sebenarnya dijalan tadi ayra sudah memberitahu bahwa dirinya yang akan mengantarkan berkas tersebut.


"izinin saya bertemu atau kalian akan tau akibatnya nanti" ucap ayra dengan nada tegas.


"siapa lo, bisa mengancam kami, yang ada kamu yang akan keluar dari kantor ini" ucap salah satu resepsionis tersebut, dan menghubungi satpam yang menjaga diluar.


Setelah dihubungi datang lah satpam penjaga diluar.


"pak seret bocah ini keluar, dia bikin keributan disini" suruh salah satu resepsionis tersebut.


"tapi saya tidak bikin keributan, saya ada keperluan dengan pak aril" ucap ayra menjelaskan.


"baik mbak" ucap satpam tersebut tanpa mendengarkan penjelasan dari ayra.


Satpam tersebut yang akan menyeret ayra keluar, berhenti karena pintu lift terbuka, dan semua menoleh ke lift tersebut.


Datang lah papi aril dengan sekretaris nya seorang laki - laki dari lift khusus yang digunakan untuk orang penting saja.

__ADS_1


"ada apa ini kok ribut - ribut?" tanya papi aril.


"ini pak bocah ini bikin keributan disini, disuruh keluar dia tidak mau" jelas salah satu resepsionis tersebut.


"iya dia kayaknya berniat tidak baik" ucapnya lagi sinis.


" berniat tidak baik gimana maksud kalian?" tanya aril lagi.


"iya kayak dia mau menggoda bapak, mana ada bocah gini ada urusan penting dengan bapak" ucap resepsionis tersebut menjelaskan.


Aril yang mendengar anak nya dituduh begini menjadi marah besar.


Sedangkan ayra yang dari tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan papinya, merasa khawatir melihat raut wajah papinya tersebut.


" piii," kaget ayra dengan reaksi yang ditunjukkan papinya.


Mereka yang mendengar panggilan ayra jadi kaget sekaligus menundukkan kepala, dengan kesalahan yang mereka lakukan.


"kalian tau siapa yang berada di hadapan kalian sekarang?" tanya papi aril kepada mereka.


Mereka semua hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yang diajukan atasannya tersebut.


"dia itu anak saya, yang saya sayangi dan kalian seenak nya nuduh anak saya tidak baik" marah papi aril.


"walaupun kalian tidak tau, tapi setidaknya jaga bicara dan sopan santun kalian dalam bicara, bukan malah merendahkan dan menuduh orang lain begitu" tambah papi aril lagi

__ADS_1


" udah pi, aku nggak papa kok, kita keruangan papi aja sekarang" ucap ayra menenangkan papinya.


"kalian semua dipecat, urus semuanya" perintah aril kepada sekretaris nya dan berlalu pergi ke ruangannya.


" baik pak" jawab sekretaris tersebut, sambil memberikan hormat.


Sedangkan resepsionis tersebut hanya pasrah menerima konsekuensinya untuk dipecat dari perusahaan tersebut, atas kesalahan yang mereka lakukan.


Ayra dan papi aril telah sampai di ruangan pemilik perusahaan adreson.


Ayra begitu kagum akan bentuk interior ruangan papi nya.


"pi, ruangan bagus sekali" ucap ayra kagum.


"iya kamu suka nggak?" tanya papinya.


"bagus pi, suasana nya itu bikin kita betah didalam nya" ucap ayra menjelaskan .


"iya papi sengaja merancang khusus ruangan ini, agar saat kerja tidak terlalu cepat bosan" ucap papi aril menjelaskan.


"oohh, ya pi ini berkasnya" ucap ayra memberikan berkas yang dibutuhkan papinya.


"kamu nggak papakan tadi, kenapa kamu nggak langsung masuk aja, kan udah papi bilang, kamu nggak perlu ke meja resepsionis tadi itu dulu" jelas papi aril.


"iya kan aku nggak enak pi, aku cuman mematuhi peraturan dan prosedur aja pi" jelas ayra.

__ADS_1


__ADS_2