
Mareka pun memutuskan pulang kerumah masing - masing.
Ayra yang menyusul farhan, langsung menghadang jalannya farhan.
"kenapa?" tanya farhan jutek.
"kok lo pergi gitu aja sih?" tanya balik ayra.
"nggak tau, minggir gue mau pulang" ucap farhan yang akan meninggal kan ayra.
"jangan gitu, gue kan nanya baik - baik, kok lo gitu sih, kalau gue salah gue minta maaf" jelas ayra.
"lo nggak salah, gue yang terlalu salah disini" ucap farhan dan akan pergi tapi tangan nya di tahan oleh ayra.
"lo kenapa gini, kenapa lo nggak lagi hubungin gue, kenapa lo nggak ngomong lagi sama gue kalau salah gue minta maaf" ucap ayra yang merasa bersalah tapi juga nggak tau dimana salah nya.
"lo nggak salah, udah gue bilang gue yang salah" jelas farhan dengan suara yang agak meninggi.
Ayra yang mendengar farhan begitu jadi sedih, tanpa terasa air matanya jatuh.
Farhan yang melihat ayra sedih, tambah merasa bersalah karena berbicara tinggi, ayra yang akan pergi langsung ditarik farhan dan memeluknya.
"maafin gue, gue nggak bermaksud untuk bentak lo tadi" ucap farhan sambil mengusap punggung ayra.
__ADS_1
Ayra tidak menjawab dia makin menangis di pelukan farhan.
Tak lama pun tangis ayra pun mulai reda.
"gue nggak suka lo dekat dengan cowok lain, gue cemburu, gue nggak mau kehilangan lo lagi, tapi jika keputusan lo pergi, gue hanya bisa ikhlas untuk kesekian kalinya" jelas farhan sambil mengusap air mata nya ayra.
"iya maafin gue, tapi masalah itu gue nggak tau sekarang" jelas ayra.
"iya nggak papa, mungkin belum waktunya" jelas farhan tersenyum, dia yakin ayra punya rasa dengan nya.
"tapi lo ikut nantik malam kan?" tanya ayra.
"iya gue ikut, yaudah yuk pulang" ajak farhan.
Ayra langsung pulang menuju ke masionnya, setibanya di kediaman adreson.
" assalamualaikum " ucap ayra.
"waalaikumsalam, sayang kamu udah pulang nih" ucap mami rara.
"udah mi, yaudah kalau gitu aku kekamar dulu ya mi" ucap ayra lagi.
"kamu sibuk nggak sekarang" tanya mami rara.
__ADS_1
" nggak sih, emang kenapa mi?" tanya ayra.
"sebenarnya berkas papi mu ketinggalan, ini mami mau antar tapi mami mau belanja untuk bahan dapur yang juga habis, bisa nggak kamu antar sekarang? " tanya mami rara.
"hmm gitu mi, yaudah boleh deh kalau gitu aku siap - siap dulu" ucap ayra langsung menuju kamarnya.
Setibanya dikamar ayra langsung bersih - bersih dan setelah beberapa menit ayra sudah rapi, tak lupa masker yang digunakan, agar tidak ada yang melihat nya.
Ayra yang sudah selesai langsung menuju kantor papinya aril, untuk mangantarkan berkasnya tersebut.
Setelah menempuh beberapa menit sampai lah ayra di depan perusahaan papinya yang begitu megah, dengan mengendarai motor maticnya.
Ayra yang turun dari motor langsung masuk menuju meja resepsionis.
"maaf mbak bisa saya menemui tuan aril adreson?" tanya ayra ramah.
Resepsionis tersebut memandang ayra dari atas sampai bawah.
Ayra hanya memakai pakaian sederhana tapi masih bagus lah, sederhana dan tidak terlalu tampil mencolok ditambah masker yang menutupi wajahnya.
"kamu siapa, bocah - bocah kok mau ketemu perusahan ini, kamu siapa pak aril?" tanya resepsionis tersebut sinis.
" jangan - jangan kamu mau menggoda pak aril ya, kecil - kecil kok kerjaannya begitu" ucap resepsionis itu lagi.
__ADS_1
Ayra yang mendengar penuturan dari resepsionis tidak tahan lagi, mendengar tuduhan tersebut.