
Memang benar setiap tindakan alangkah lebih dipertimbangkan terlebih dahulu, karena semua tindakan kita, tidak bisa kita pastikan bahwa hasil akhir sesuai dengan keinginan kita.
Hujan turun begitu lebat, mungkin jika ditunggu tidak akan berhenti, ayra pun memutuskan untuk menghubungi ahda, agar menjemput nya.
Tak lama datang lah sebuah mobil yang berhenti tepat di depan penjual makanan tersebut.
Dan ayra merasa mobil itu tidak asing baginya, saat itu turun lah seorang laki - laki berseragam sekolah sama dengannya.
"ehh lo bima, gue fikir siapa pantasan mobilnya nggak asing lagi tadi pas gue lihat" ucap ayra yang baru sadar kalau mobil itu punya bima.
"iya ini gue, tadi pas gue lewat, nggak sengaja lihat lo lagi disini, gue sekalian aja mampir" jelas bima.
"lah ngapain pakai mampir segala" ucap ayra heran.
"lah gue mau tanya itu motor lo kapan dijemput, kan kemaren lo bilang pulang sekolah dijemput, pas tadi gue ke kelas lo ngajak bareng ke rumah sakit, ternyata lo udah pulang" jelas bima.
"itu tadi sebenarnya gue lagi buru - buru dan ternyata hujan turun, yaudah gue memutuskan mampir disini" ucap ayra.
"terus lo tadi naik apa kesini?" tanya bima heran.
"hmm itu tadi gue pesan gojek motor" jawab ayra .
"kenapa nggak pesan taxi aja, kan kalau hujan nggak basah gini" jelas bima.
"hmm itu uang gue mana cukup" alasan ayra.
Menurut ayra membantu yang lebih membutuhkan dari yang sederhana itu lebih bermanfaat, karena taxi udah pasti mempunyai gaji yang besar, sedangkan para gojek hanya dari orang kalangan biasa dan itu tidak seberapa, makanya ia memutuskan pakai gojek.
"yaudah yuk bareng gue aja, jemput motornya, sekalian gue juga mau ke rumah sakit" ajak bima.
"hmz gimana ya, sebenarnya gue udah mau dijemput sama kakak gue" jawab ayra.
"lo kasih tau aja, kalau nggak jadi" ucap bima.
"yaudah deh" pasrah ayra.
Ayra pun memberitahu ahda bahwa ia nggak usah dijemput, dan nanti akan datang kesana, setelah memberitahukan ahda ayra pun membayar pesanannya terlebih dahulu sebelum pergi.
"berapa bang?" tanya ayra kepada penjual tersebut.
"lima ribu aja dek " ucap abang penjual sambil membuat pesanan untuk pembeli lain.
"ini bang, kembalian nya ambil aja" ucap ayra menyerahkan uang seratus ribu kepada penjual.
"tapi ini kebanyakan dek" ucap penjual tersebut tidak enak.
"nggak papa, mungkin itu rezeki abangnya hari ini" ucap ayra berlalu pergi diikuti oleh bima.
__ADS_1
Mereka pun berdua menaiki mobil, bima pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Di perjalanan kedua nya hanya hening dan menikmati musik yang dihidupkan oleh bima.
"tadi gue lihat lo kasih duit kebanyakan deh sama abang penjual tadi" ucap bima menatap ayra dan kembali fokus ke depan.
"hmm, nggak masalah berbagi itu indah, mungkin itu lagi rezeki abangnya" jelas ayra.
Sedangkan bima hanya menanggapi dengan senyum, jarang cewek di zaman sekarang yang mempunyai simpati yang sangat tinggi, apalagi masa remaja sekarang.
Apalagi cewek yang kebanyakan menghamburkan uang untuk kepentingan dirinya sendiri. Tapi ayra dari penampilan nya begitu sederhana.
Banyak siswa sekolah yang mengatakan kalau ayra anak miskin dan nggak sepantasnya bersekolah di SMA 1 bangsa, tapi bima tidak menghiraukan gosip sekolah.
Dari yang dia lihat ayra anak yang baik, dan tidak seperti cewek - cewek yang dikenal sebelumnya, mendekati nya karena harta saja.
"eehh iya gimana keadaan ibu lo"?" tanya ayra.
"hmm lumayan membaik, kata dokter boleh pulang sekarang" jelas bima.
"yaudah mampir bentar dulu ya ke supermarket dekat sini" ucap ayra.
"hm baiklah" ucap bima yang hanya mengikut saja, tanpa bertanya mengapa ke supermarket.
Bima yang melihat supermarket langsung membelokkan mobilnya dan memarkirkan mobil nya ditempat khusus mobil.
Ayra mengambil troli, dan mulai memasukkan makanan dan juga beberapa buah.
Setalah selesai memilih ayra pun membayar di tempat kasir saat akan membayar nya bima langsung memberikan kartu debitnya.
"nggak usah gue bisa bayar sendiri, jangan dibayarin untuk kali ini lagi" ancam ayra yang mengingat waktu itu bima yang membayarkan belanjaannya, sambil mengambil kartu tersebut dan memberikan nya kembali ke bima.
Ayra mengeluarkan uang tunai dan memberikan nya ke kasir.
"makasih ya dek" ucap kasir tersebut.
"iya mbak" ucap ayra membawa barang belanjaan nya dan dibantu oleh bima.
Setibanya di mobil, mereka memasukkan barang nya dan bima menjalan kan mobilnya kembali.
"banyak banget belanjaan lo, cemilan sebulan ya?" ledek bima tersenyum.
"enak aja lo, ini itu untuk ibu lo mau dibawa kerumah sakit, nggak mungkin kan gue kesana dengan tangan kosong aja, nggak enakkan lah gue" jelas ayra.
"astaga nggak sebanyak itu juga kali ra, lo fikir ibu gue apaan, makanan dan buah sebanyak itu" kaget bima, dia fikir itu untuk dibawa oleh ayra pulang.
"ya habis nya gue juga binggung mau bawa apa, yaudah gue ambil semuanya aja" jelas ayra.
__ADS_1
"dasar lo ra ada - ada aja" ucap bima yang hanya geleng-geleng kepala melihat ayra.
Setibanya di rumah sakit mereka langsung masuk ke ruangan yang ditempati oleh ibunya bima, tak lupa juga membawa makanan dan juga buah yang bisa dibilang lumayan banyak.
"assalamualaikum" ucap keduanya yang masuk keruangan ibunya bima.
"waalaikumsalam" jawab ibunya bima.
Ayra dan bima menyalami tangan seorang perempuan yang tangannya lagi di infus tersebut.
"bawa apa tuh, kok banyak gitu" tanya ibunya bima.
"hm ini untuk ibu, kami tadi mampir sebentar ke supermarket buk" jelas ayra yang agak gugup.
" banyak banget ini nak" ucap ibunya bima tersenyum.
"hmm nggak papa buk" ucap ayra tersenyum ramah.
"ya aku awalnya heran juga sih buk, aku fikir buat dibawa stok dirumah, tapi ternyata dibawa kesini" jelas bima sambil tertawa.
Ibu bima yang melihat anak nya tertawa jadi sangat senang, sejak kejadian ayah nya pergi dengan wanita lain, ia menjadi berubah, bersikap nakal dan bekerja tanpa mengenal waktu.
"nggak papa kan bu, biar buat stok ibu nantik dirumah" ucap ayra kepada ibunya bima.
"iya nggak papa kok nak" jawab ibunya bima.
"tuh dengerin ibu, jangan ledekin gue mulu" ucap ayra yang sedikit kesel.
"iya nggak, maaf deh" ucap bima lagi.
Ibunya bima melihat interaksi keduanya merasa sangat senang.
"bu aku pamit dulu ya, semoga ibu cepat sembuh" ucap ayra pamitan.
"lah kok cepat banget, ibu belum cerita - cerita sama kamu" ucap ibu.
"hmz iya buk, soalnya tadi mau jemput motor sekalian sama bima tadi, lain kali aku main deh ke rumah ibu" ucap ayra.
"yaudah hati - hati ya" ucap ibunya bima pasrah.
"yaudah gue pulang duluan ya bim" pamit ayra.
"iya hati - hati lo bawa motornya" ucap bima memperingati.
"iya baik" ucap ayra keluar dari ruangan tersebut.
Ayra langsung menuju parkir, tempat dia meninggalkan motornya semalam. Setelah mengucapkan terimakasih kepada satpam penjaga, ayra pun mengendarai motornya keluar dari perkarangan rumah sakit menuju tempat markasnya.
__ADS_1
***