
Tak lama pesanan mereka pun datang, mereka menikmati makanan mereka masing-masing.
Tidak lama datang angel dkk, menghampiri tempat duduk mereka.
"hay sayang, eeh anak miskin disini, malah jadi sok jagoan juga nantangin anak sekolah sebelah" ucap angel menyapa farhan kemudian menyindir ayra.
"eh lo, seharusnya itu lo harus berterima kasih pada ayra, kalau bukan karena dia kita nggak akan menang dalam pertandingan basket kemaren" marah nia, yang melihat sahabatnya direndahkan begitu.
"ehh lo jangan ikut campur ya lo sama urusan kita" jelas via.
"emang lo fikir gue takut ha, sama kalian, ehh lo banggain ha, harta?, farhan paling kaya sini, terus dengan gue, gue masih bisa makan lo sekarang" marah nia membuncah.
"udah, jangan ladenin dia biarkan aja" ucap ayra.
"iya habis nya bikin gue kesel banget tau nggak, seolah-olah dia yang berkuasa banget" kesel nia.
"ee lo ayra, jika mau aman disini jauhi farhan" ucap angel.
Farhan yang dari tadi diam juga jengkel dengan sikap angel, yang terus menganggapnya pacar, padahal mereka tidak ada apa - apa.
"angel lo apa - apaan sih, gue nggak ada hubungannya sama lo, kenapa lo selalu bikin rusuh, jangan ganggu hidup gue" tegas farhan.
"tapi gue sayang sama lo han" ucap angel dramatis.
"gue nggak peduli"ucap farhan pergi sambil menarik tangan ayra.
__ADS_1
Angel yang melihat farhan pergi dengan ayra menjadi tambah kesel.
"han kenapa sih lo tarik tangan gue,lagian itu bikin angel tambah benci sama gue" ucap ayra yang nggak mau angel makin buat ulah lagi.
"gue nggak peduli, ra tatap mata gue" ucap farhan serius.
Ayra pun mengangkat kepalanya dan menatap mata farhan.
"gue mau ngajak lo ke suatu tempat nanti malam, lo mau kan ikut gue?" tanya farhan serius.
"kemana?" tanya ayra juga serius.
"ke suatu tempat dimana kita seperti dulu lagi" ucap farhan .
"kenapa ?, apa lo udah ada yang lain selama di inggris?" tanya farhan.
"gue nggak bisa jawab, tapi jika lo mau gue datang nanti malam, gue akan datang" ucap ayra berlalu pergi.
Farhan yang ditinggal begitu saja oleh ayra hanya mampu pasrah, dia berharap ayra bisa mengerti perasaannya.
Bel berbunyi tanda pelajaran dimulai, semua para murid masuk ke kelas untuk kembali belajar.
Ayra yang tiba dikelas, di ikuti di belakang oleh farhan langsung menuju tempat duduk nya di sebelah nia.
"ehh ra lo darimana aja sama farhan, jangan - jangan kalian" goda nia.
__ADS_1
"ihh apa an sih loh, nggak ada yah gitu" ucap ayra mengelak.
Nia yang akan kembali menggoda ayra tidak jadi karena guru datang untuk memulai pelajaran kembali.
Setalah pelajaran usai para siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumah masing - masing.
"eehh ra kok buru - buru amat lo, mau kemana?" tanya nia melihat ayra buru - buru membereskan bukunya ke dalam tas.
"hmm gue ada urusan bentar" jawab ayra langsung keluar dari kelas.
Mereka akhirnya memutuskan pulang, karena kepala mereka sudah mau pecah mengikuti pelajaran matematika dari guru killer yang nggak ada jedanya.
Mereka semua pun menuju parkiran, mengambil kendaraan masing - masing.
Aisyah yang tidak membawa kendaraan menunggu jemputannya, karena mobilnya tadi pagi rusak, dan belum sempat dibawa ke bengkel.
"ehh Aisyah lo nggak bawa mobil, mau gue antar nggak?" tawar nia yang melihat Aisyah berdiri di gerbang.
"hmm nggak usah nia, bentar lagi jemputan gue datang kok" jawab Aisyah.
"ohh yaudah kalau gitu, gue duluan ya" ucap nia.
Akhirnya nia pun meninggalkan Aisyah dan pulang kerumah nya.
***
__ADS_1