
Mereka pun berbincang - bincang sembari menunggu om rahmat karena kasihan juga ditinggal sendiri tante ayunya.
Tak lama pintu ruangan terbuka munculah om rahmat dengan membawa beberapa makanan.
"eehh ra, kamu dah lama nih?" tanya om rahmat.
"hmm lumayan lah om, yaudah karena omnya udah datang aku mau pamit pulang, nanti tambah malam" ucap ayra pamitan.
"nggak makan dulu, ini om udah bawa lebih loh" ucap om rahmat.
"hehe aku udah kenyang om, nggak muat lagi" ucap ayra cengengesan.
"dasar kamu ra, yaudah kamu pulangnya hati - hati makasih ya udah datang jengukin tante" ucap tante ayu.
"iya tan, ohh ya si kecil mana tante, aku belum lihat loh anak tante" ucap ayra, yang belum sempat melihat karena ia tinggal di AS.
"kamu jahat banget, keponakan sendiri nggak dilihat" ucap tante ayu becanda.
"hehe maaf tan, soalnya udah sibuk dengan sekolah, insyaallah kalau ada waktu langsung aku kerumah lihat si kecil" ucap ayra lagi.
"yaudah tante tunggu ya" ucap tante serius.
__ADS_1
"iya tan insyaallah, kalau gitu aku pulang dulu tante om, assalamualaikum" ucap ayra pamitan dan keluar dari ruangan tersebut.
Ayra yang melewati lorong rumah sakit melihat seorang laki - laki sendiri lagi duduk sambil menundukkan kepalanya
Ayra pun mendekatinya, terdengar suara isakan mungkin habis menangis dari laki - laki tersebut.
"maaf kak" ucap ayra menyentuh bahu orang tersebut.
Dan laki - laki tersebut mengangkat kepalanya, dan ternyata itu adalah bima.
"lo, kenapa disini?" tanya ayra yang tidak menyangka itu adalah bima.
Ayra yang melihat bima yang merasakan lagi terpuruk pun duduk di samping bima.
Melihat ayra yang duduk didekatnya bima hanya tetap diam.
"Setiap orang punya masalah sendiri, tapi kalau lo mau berbagi coba cerita ada apa, kenapa lo di lorong rumah sakit sendiri, emang siapa yang sakit?" tanya ayra.
"tiap orang memang punya masalah, tapi apa tidak bisa lebih diringankan lagi bebannya?" tanya bima sambil menatap ayra.
Ayra hanya termangu mendengar pertanyaan bima, ia merasa bima benar - benar dalam keadaan tidak baik - baik saja.
__ADS_1
"Allah Swt tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi batas kemampuan nya, dan kita harus yakin bahwa itu memang terbaik buat kita" ucap ayra memandang wajah bima.
"lo benar, gue harus kuat demi ibu gue" jawab bima.
"hmz kalau boleh tau ibu lo kenapa?" tanya ayra ragu takut bima akan tambah sedih.
"ibu gue habis operasi tumor, tapi sampai sekarang belum sadar, kata dokter operasi nya lancar tapi kenapa belum sadar, jika tidak kunjung sadar hingga hari ini berarti ibu dinyatakan koma" jelas bima.
"lo harus yakin ibu lo akan sadar dan baik - baik saja" ucap ayra menenangkan bima dan menyentuh bahu bima untuk menenangkan nya.
Tak lama datang seorang dokter mendatangi mereka.Bima yang melihat nya langsung berdiri dengan sangat cemas.
"gimana dok keadaan ibu saya?" tanya bima berharap ibu nya baik - baik saja.
"Alhamdulillah ibu anda sudah sadar, sekarang lagi dipindahkan ke ruang rawat" ucap dokter itu tersenyum.
"Alhamdulillah makasih banyak dok" ucap bima senang.
Tanpa sadar bima langsung menarik tangan ayra dan membawanya ke ruangan ibunya.
Bima langsung menerobos masuk ruangan, sedangkan ayra juga kaget karena tangannya ditarik oleh bima tapi kemudian dia pasrah dan mengikuti langkah bima masuk ke dalam ruangannya, dan disana terlihat seorang ibu yang lagi memejamkan matanya dengan tangan beberapa peralatan medis.
__ADS_1