
Mereka pun memutuskan untuk pulang, karena tugas juga sudah selesai.
Nara yang tadinya pergi, sekarang sudah sampai dikediaman angel.
Saat masuk nara melihat angel lagi bersantai nya didepan tv dengan beberapa cemilan.
"enak banget ya lo, gue yang bayar lo yang makan" ucap nara sinis.
"derita lo aja, ngapain duduk disana, gue udah capek - cepek nungguin lah elo nya ngebet sama cowok" ucap angel sinis.
"yaudah kita skip aja, gue mau tanya gimana rencana kita?" tanya nara serius.
"gue mau lo bantuin gue jebak ayra" jelas angel
"ayra?, emang ada masalah apa lo sama dia?" tanya nara.
"dia nantangin gue buat tanding besok disekolah, dan gue yakin dia masih dibawah gue, tapi dari yang gue lihat dia bukan orang sembarangan, karena beberapa orang suruhan gue tidak menemukan dia itu siapa" jelas angel.
"lah kok bisa tidak menemukan dia itu siapa, nggak mungkin kan orang suruhan kita tidak menemukan identitas nya apa" jelas nara heran.
"nah itu yang bikin gue bingung, gue mau ngasih tau papa, tapi papa juga pusing masalah perusahaan yang menurut nya sudah ketahuan di perusahaan adreson" jelas angel.
"kok bisa kacau gini sih, terus gimana?" tanya nara.
"papa lagi usaha, kita lihat aja hasilnya nantik" jelas angel.
"lo harus bantuin gue, buat menang besok, kita skip aja dulu urusan percintaan lo itu" jelas angel.
"yaudah gue bantuin lo, biar bisa menang besok" ucap nara.
"okey gue mau kita" ucap angel yang mulai menceritakan rencananya besok agar bisa mengalahkan ayra.
Disisi lain.
Ayra dan ahda yang lagi menunggu intan untuk mendiskusikan tentang suatu masalah, sambil mereka berusaha memecahkannya.
Setelah beberapa menit, intan pun datang, dan masuk ke ruangan ayra.
"assalamualaikum, serius amat nih" ucap intan bercanda.
"iya serius lah, ini misi kak" jelas ayra sewot.
"galak amat, lagi pusing ya" jelas intan.
"yaudah sekarang kakak mau bicara" jelas intan.
Ahda dan ayra pun memberhentikan tugasnya.
"gini, masalah ini tim kakak sudah menemukan kan berkat bantuan kamu, dan tinggal persembunyian langsung ditemukan, karena arahan dari jejak disana, jadi kita tunggu lagi apakah masih ada tempat yang belum diketahui, untuk sementara tim sepakat untuk sampai disini dulu dan memprosesnya" jelas intan.
"hmm, nggak papa sih kak, bagus juga dan nantik bisa gali informasi dari pelaku tersebut" jelas ayra.
__ADS_1
"iya dan kalau perlu apa - apa kami siap membantu" jelas ahda.
"iya terima kasih, yaudah kakak pamit dulu karena masih ada urusan" ucap intan.
"oke hati - hati" jelas keduanya kompak.
Setelah kepergian intan
"kak, kan udah selesai nih kayak nya ada yang perlu dipersiapkan untuk besok, aku nggak percaya bahwa dia tidak akan curang" jelas ayra.
"oke, akan kakak siapkan" jelas ahda yang sudah tau maksudnya.
Karena tidak sekarang aja, tiap pertandingan yang dilakukan ayra, hampir semuanya main curang, yang selalu berusaha membuat kita gagal atau kalah dalam bertanding, dan itu tidak luput dari bantuan ahda.
"hmm kakak ikut aku pulang ya" ajak ayra.
"hmm gimana ya" ucap ahda yang tampak berfikir.
"kan tugas lagi nggak ada kak, pokok nya harus ikut nggak ada penolakan" ucap ayra tegas.
"yaudah deh,kakak ikut" pasrah ahda.
Mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah adreson.
"kak pakai motor aku aja ya, mobil kakak ditinggal aja" ucap ayra.
Zaki pun hanya pasrha dan mengikuti perkataan ayra, dan mereka pun kembali dengan zaki mengendrai motor ayra.
"lah itu kayaknya ayra deh yang lewat, motor juga sama, lah cowok itu siapa, kayak nya bukan farhan deh" gumam nia sendiri, karena tidak sengaja melihat ayra lewat saat ia juga akan naik ke mobilnya.
"ayo nia cepat naik, ngapain bengong didepan pintu mobil" ucap mamanya nia.
"iya ma" jawab nia dan naik ke mobilnya.
Ia akan bertanya besok langsung dengan ayra, dengan siapa ia berboncengan tadi.
Ayra dan ahda yang sudah sampai di rumah kediaman adreson.
"hmm lama juga ya kakak nggak kesini" ucap ahda yang turun dari motor.
"iya makanya sering - sering kesini, yuk masuk" ucap ayra dan masuk ke kediamannya.
Saat masuk tidak ada siapa - siapa, zaki mungkin lagi dikamar, papi dan mami belum pulang dari luar.
"kak, kekamar nya bang zaki aja, tau kan kamarnya dimana" ucap ayra.
" iya tau" ucap ahda dan menaiki tangga menuju ke kamar zaki.
Sedangkan ayra masuk ke kamar nya untuk bersih - bersih terlebih dahulu.
Zaki dan ahda lumayan dekat, tapi tidak terlalu karena sibuk dengan kegiatan masing - masing.
__ADS_1
Setibanya di kamarnya zaki, ahda pun mengetuk pintu kamarnya.
Zaki yang lagi bersantai yang mendengar suara pintu kamarnya diketuk pun langsung menyuruh nya masuk.
"iya masuk" teriak zaki yang asik dengan hpnya.
Pintu pun dibuka, zaki menoleh ke arah pintu dan ternyata itu ahda.
"ehh lo bro, tumben datang, duduk aja tuh" tunjuk zaki pada kursi.
"iya tadi ayra yang maksa, tau sendiri gimana ayra" jelas ahda.
"iya maklum aja, keras kepala nya tingkat tinggi" ucap zaki menyahut.
"iya, tapi gue senang aja sih, ayra benar - benar udah gue anggap adek gue sendiri" jelas ahda.
"thanks ya bro, udah sayang sama adek gue, kadang gue merasa iri tau nggak dengan lo, ayra sama lo lebih terbuka, kalau sama gue, harus gue tanya dulu baru dia cerita" jelas zaki.
Ahda menanggapi ucapan zaki dengan senyum aja, karena dia tidak tau harus jawab apa.
"gimana kegiatan misi lo sama ayra lancar nggak?" tanya zaki.
"Alhamdulillah lancar sih" jawab ahda.
"lo udah lulus sarjana, kenapa nggak lo manfaatin ijazah buat kerja, atau nggak lo kerja di cabang perusahaan papi" jelas zaki.
"hmm gue masih mikir dulu" jawab ahda.
"iya itu serah lo sih, gue cuman saranin" cap zaki.
Saat berbincang - bincang datang lah ayra masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
"ayo bicarakan apa, nggak boleh ghibah, dosa" ucap ayra yang langsung duduk disebelah zaki.
"siapa juga ngomongin kamu dek, percaya diri amat" ucap zaki sewot.
"hmm bukan ya kak?" tanya ayra ke ahda.
"iya dikit" jawab ahda.
"tuh kan ngomongin aku, abang mah bohong nggak bisa dipercaya" jelas ayra.
"dasar kamu" ucap zaki mengusap rambut ayra.
"yaudah yuk turun, mami dan papi udah tungguin dari tadi untuk makan malam" ajak ayra.
Mereka bertiga pun bersama untuk makan malam.
Ahda yang melihat keluarga ini, kadang merasa bersyukur karena sedikit merasakan adanya keluarga berkat ayra.
***
__ADS_1