Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 54 Tunggu Waktu Yang Tepat


__ADS_3

Sebenarnya bima memang ngikutin ayra, karena jawabannya ayra yang begitu, tapi ternyata ayra ke toilet, saat akan balik lagi ke kelas bima melihat ayra menampar angel, dan saat angel akan menampar balik, bima datang tepat waktu. karena bima juga mau nyamperin mereka berdua.


Setibanya ayra di kelas, guru belum datang dan ayra langsung menuju kursinya di sebelah nia.


"kok lo lama ra?" tanya nia.


" tadi gue ketemu si angel dulu" jelas ayra.


"tapi ini kok guru belum datang?" tanya ayra lagi.


"guru rapat, jadi cuman bikin tugas yang ini, nanti dikumpul sama ketua kelas" jelas nia.


"owch gitu, yaudah yuk bikin" ajak ayra.


"bentar itu gimana ceritanya lo sama si angel?" tanya nia.


"biasa dia nyindir gue, malah bilang gue jual diri, bikin gue naik darah aja, sekalian aja gue tampar tuh orang"jelas ayra yang mengingat kejadian tadi di dekat toilet.


"hmm benar. - benar tuh si mak lampir, emang dia fikir dia siapa, terus kapan lo bikin dia kasih pelajaran dan mengungkapkan kerjaan bokapnya?" tanya nia dengan bicara nada kecil.


"hmm, tunggu waktu tepat, saat dia bikin ulah lagi dan gue butuh bantuan lo nanti" ucap ayra tersenyum menyeringai.


"gue siap bantuin lo,dan tentang jati diri lo, apa lo nggak berminat untuk kasih tau ke yang lainnya?" tanya nia lagi.


"belum, saat bersamaan gue akan kasih tau , dan juga kalau farhan udah tau dari awal" jelas ayra.


"hmm gitu, lo pasti tau mana yang terbaik,gimana hubungan lo dengan farhan, apa lo nggak lagi nyimpan perasaan untuk dia?" ucap nia.


"gue nggak mau bahas dia lagi, dan masalah farhan gue nggak tau sekarang, yang pastinya gue fokus sama yang gue hadapi sekarang, jika hati ini berubah, maka akan ada waktunya" ucap ayra.


"yaudah sekarang lo bikin tugas kalau udah selesai bagi gue, gue kan nggak ngerti" ucap nia cengengesan.


"lah terus lo mau apa?" tanya ayra.


"gue mau nonton drakor, lagi nanggung nih" ucap nia mengeluarkan hpnya.


"nggak, nggak ada sekarang lo belajar, lo nggak mau punya nilai bagus, sekarang udah kelas dua belas, bentar lagi banyak ujian, mulai besok lo datang kerumah belajar bareng gue, awas lo kalau nggak datang" ancam ayra, sambil merebut hp nia dan meletakkan nya di dalam sakunya.


"iya deh, gue belajar" pasrah nia, dan nia pun ikut mengerjakan tugas yang telah disediakan.


Bel berbunyi tanda belajar berakhir, semua siswa bersiap siap untuk pulang kerumah masing-masing.


Sebelum pulang farhan menghampiri ayra.

__ADS_1


"ra pulang bareng aku ya" ajak farhan.


"sekarang nggak bisa han, soalnya aku ada urusan penting, yaudah ya aku balik dulu, soalnya udah ada janji" ucap ayra yang akan keluar dari kelas.


"iya deh, besok aja deh" ucap farhan pasrah.


Setelah kepergian ayra, mereka semua juga ikut keluar dari kelas menuju parkiran.


Aisyah yang akan menaiki mobilnya, tangan nya dicegat oleh seseorang.


"hendri, kenapa?" tanya Aisyah bingung.


"hmm katanya mau temenin aku pergi beli hadiah" ucap hendri sambil melepaskan tangannya dari Aisyah.


"hmm, iya aku lupa yaudah yuk" ucap Aisyah yang akan menaiki mobilnya, tapi sebelum itu tangan nya ditahan lagi oleh hendri.


Aisyah yang tangan di pegang hendri menjadi heran.


"pakai mobil gue aja, biar nggak ribet" ajak hendri.


"terus mobil aku gimana?" tanya Aisyah.


"hm ditinggal aja, nantik diantar aja sama orang suruhan gue" ucap hendri.


Mereka pun menggunakan mobil hendri untuk pergi mencari hadiah untuk nyokap nya yang akan ultah.


Diperjalanan keduanya diam, tidak ada yang memulai pembicaraan.


Hendri yang melihat Aisyah yang diam aja pun memulai pembicaraan.


"hmm bagus nya apa ya, untuk nyokap gue?" tanya hendri sambil menyetir mobilnya.


"emang nyokap kamu suka apa?" tanya Aisyah.


"hmm kurang tau juga, intinya dia kurang suka sama perhiasan,jadi gue juga binggung mau kasih apa"jelas hendri.


"yaudah kita lihat nantik aja, mana tau kalau udah disana, bisa dilihat mana yang mungkin nyokap lo suka" ucap Aisyah.


"hmm, iya juga ya" ucap hendri membenarkan ucapan Aisyah.


"hmm, ngomong - ngomong lo ngundang kelas kita doang?" tanya Aisyah.


"hmm, acaranya itu sederhana aja, gue cuman ngundang orang yang gue kenal, nggak seluruhnya, cuman beberapa lah, karena nyokap gue itu, kalau acara maunya yang sederhana, nggak terlalu suka kemewahan" ucap hendri menjelaskan.

__ADS_1


"pasti nyokap kamu baik" ucap Aisyah memuji.


"iya baik banget, kalo lo ketemu nyokap gue, hmm pasti asikk" jelas hendri.


"ihh apaan sih" ucap Aisyah tersenyum malu.


Setelah beberapa menit sampai lah mereka di sebuah mall terbesar di Jakarta.Hendri langsung memakirkan mobilnya di tempat khusus mobil.


Setelah itu mereka turun secara bersamaan dari mobil tersebut dan masuk ke dalam mall.


Disisi lain


Ayra yang lagi menuju markas tempat dia menjalankan misinya, tiba - tiba dihadang oleh segerombolan orang.


Orang tersebut turun dari motornya, dan dilihat dari postur nya dia seumuran dengan ayra. Orang tersebut tetap memakai helmnya.


"turun lo" ucap laki - laki tersebut.


Ayra secara berani turun dari motornya dan meletakkan helmnya.


"siapa kalian?, gue rasa nggak ada urusan sama kalian" ucap ayra memandang satu persatu laki - laki tersebut.


"lo lupa dengan gue?" tanya laki - laki yang berada paling belakang, sambil membuka helmnya.


"lo?, lo bukannya yang nantang gue pas tanding basket bukan" ucap ayra yang ingat dengan cowok tersebut.


"ternyata, ingatan lo juga kuat ya" ucap laki - laki tersebut turun dari motornya dan mendekati ayra.


"lo fikir gue pikun, sampai lupa dengan lo yang udah nantangin gue" ucap ayra menyeringai.


"hmm, berani juga lo ya, dengan gue, lo nggak tau aja gue, ketua geng motor terkenal di kota ini dan juga atlet silat, lo nggak takut sama gue?" tanya laki - laki tersebut.


Laki - laki yang dimaksud adalah devano baskara, cowok yang berpegang sebagai ketua geng motor, dan juara atlet silat bisa dibilang saingan angel, dan karena keberaniannya ia juga suka bikin rusuh di masyarakat, dan karena itu banyak yang takut atau enggan berurusan dengan nya, karena orang tuanya juga pejabat dalam hukum.


"hmm, kalau gue bilang nggak gimana, dan ingat ya, jangan memandang remeh setiap orang, karena pada dasarnya semuanya kita tidak ada yang tau" ucap ayra memperingatkan.


"sehebat apa sih lo sampai nasehatin gue" ucap vano.


"gue banyak urusan, sekarang lo mau apa dari gue, dan oh ya nama lo aja gue nggak tau"ucap ayra memandang devano.


"bro, dia sampai nggak tau tentang lo" ucap salah satu temannya devano.


Sedangkan vano memandang ayra begitu dalam, bagaimana bisa cewek itu tidak tau dengannya, yang jelas - jelas nama nya begitu terkenal apalagi dikalangan para siswa.

__ADS_1


__ADS_2