
Mereka pun keluar, dengan farhan dan ayra menuju kantin, sedangkan hendri menuju ruang osis karena ada beberapa kegiatan yang dilakukan sebagai osis dengan beberapa anggota osis lainnya.
Setibanya di kantin makanan sudah dipesan oleh sahabatnya, mereka pun duduk dengan farhan dan ayra saling berhadapan.
"ini makanan lo udah gue pesanin" ucap nia.
"thanks nia" ucap ayra duduk disampingnya nia.
"btw apa yang dikatakan buk wati tadi dikantor?" tanya dika.
"itu olimpiade matematika untuk kelas 12" jelas ayra dan mulai memakan makanannya.
"ehh si angel datang nggak hari ini?" tanya Aisyah yang tidak melihat angel di kantin.
"tadi gue lihat sih pagi tadi, mungkin dikelas" ucap gita.
"mungkin takut kali lihat ayra" ucap dia menyahut.
"angel akan takut yang kali tuh orang, sebelum dia pasrah nggak akan berhenti bikin ulah" jelas nia.
"iya juga sih, eehh tapi tumben lo si bima nggak lagi bikin ulah" sahut dika.
"mungkin lagi insyaf" jelas gita.
"han, lo udah baikan dengan bima?" tanya dika lagi.
"gue nggak ada masalah dia" ucap farhan dingin.
__ADS_1
"hmm iya gue cuman ngingetin aja, karena kesalahpahaman tim basket kita nggak kayak sebelumnya lagi" jelas dika.
Sedangkan farhan tidak menanggapi nya, dia tidak mau mengungkitnya lagi.
Ayra yang dari tadi mendengar nya cukup diam saja, karena nggak mau lihat farhan menjadi lebih marah lagi.
Bel berbunyi menandakan masuk ke kelasnya masing-masing, karena jam istirahat telah berakhir.
Di sisi lain.
Zaki yang lagi berada di kampus bersama teman - temannya sedang berada di kafe dekat kampusnya.
Karena habis mengikuti pelajaran dari dosennya, dengan dia dan kelompoknya yang jadwal tampil presentasi.
"zaki itu ayra kan yang lagi viralkan cewek lo?" tanya fauzan.
"iya, kenapa emang?" tanya zaki menjawab cuek sambil sibuk dengan makanannya.
Fikri yang dari tadi mendengar kan pembicaraan fauzan tersedak minumannya.
"kenapa lo fik, lagi minum kok tersedak, apa jangan - jangan lo juga suka sama ceweknya zaki?" tuding Fauzan.
Zaki menatap fikri, pasalnya fikri sudah tau tentang identitas nya ayra, dan gimana hubungannya dengan ayra sebenarnya.
"sembarangan aja lo kalau ngomong, enggak lah" ucap fikri mengelak
"ya kan bisa jadi, cinta nggak bisa kita tentukan dia kan datang sendiri" jelas Fauzan.
__ADS_1
"udah lo lanjut aja kan tuh makanannya, dari tadi nggak siap - siap" ucap alif.
"iya sewot aja lo" ucap fauzan kesal.
Mereka melanjutkan makannya, saat makanan tiba - tiba datang seseorang menepuk pundaknya zaki.
Zaki pun menoleh, dan mendapati ahda yang lagi berdiri dibelakang nya.
"ehh lo bro, kok lo disini?" tanya zaki.
"gue tadi mampir beli makanan dan gue lihat lo disini" jelas zaki.
"iya dan teman yang lain lagi makan kan kafe sini dekat sama kampus gue" jelas zaki.
"owch iya gue baru ingat kalau lo kuliah dekat sini" jelas zaki.
"yaudah lo duduk dulu" ucap zaki menyuruh agar ahda duduk.
"eehh iya kenalin ini teman kampus gue, ini fauzan, ini alif , ini fikri, dan kaliam ini kenalkan ahda teman gue juga" jelas zaki.
"salam bro semoga baik deh" jelas dika.
"iya bro" ucap zaki singkat.
"ehh iya lo kampus disini juga?" tanya Alif.
"nggak gue udah lulus" jelas ahda.
__ADS_1
"gercep banget lo bro, disini mah otaknya zaki sama fikri yang berfungsi kalau gue sih numpang aja"ucap fauzan tertawa.
***