Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 66 Keraguan Sahabat


__ADS_3

Ahda yang melihat keluarga ini, kadang merasa bersyukur karena sedikit merasakan adanya keluarga berkat ayra.


Sesampainya di meja makan


"ada ahda ayo duduk nak" ucap mami rara.


"iya tante makasih" jawab ahda.


"jangan panggil gitu dong, kan udah dibilangin panggil kayak zaki dan ayra" suruh mami rara.


"iya mami" jawab ahda.


Mereka pun makan malam bersama dengan heningnya, setelah makan mereka pun berkumpul diruang keluarga seperti biasanya.


"ahda, gimana sekarang kegiatan nya lancar?" tanya papi aril.


"Alhamdulillah lancar pi" jawab ahda.


"kamu nggak minat, buat kerja lain seperti diperusahaan" tanya papi aril.


"hmm, masih aku fikirkan pi" jawab ahda.


"kamu udah papi anggap sebagai anak sendiri, jika kamu mau, olong urus anak cabang perusahaan yang di kota xx, karena pengurusan perusahaan disana selalu tidak sesuai dengan data, papi juga belum sempat kesana" jelas papi aril.


"insyaallah pi, ahda akan coba" ucap ahda.


"syukur lah nak, kamu juga harus fikirkan lagi untuk tabungan masa depanmu dengan keluarga nanti, tidak mungkin kamu bekerja jadi hacker begini" jelas mami rara.


"iya mi" jawab ahda tersenyum.


"kak hari ini nginap ya" ucap ayra.


"kakak balik aja ra" ucap ahda.


"please kali ini aja ya nginap, besok aku yang nganter deh pulang" ucap ayra membujuk ahda.


"hm iya deh" pasrah ahda.


"kamu ya dek, bener - bener pemaksa" ucap zaki.


"sekali - kali nggak papa lah bang" ucap ayra.


Sedangkan aril dan rania hanya geleng - geleng kepala sambil tersenyum melihat interaksi mereka.


"gimana tugas kamu dek?" tanya papi aril.


"dalam proses pi" jawab ayra.


Sedangkan aril hanya menganggukkan kepalanya, dia yakin pada anaknya bisa melakukan tugasnya.


Ayra belum menceritakan apa yang terjadi, bagaimana langkah nya dan besok juga dia akan bertanding dia tidak memberitahukan orang tuanya, takut aril marah dan datang ke sekolah.


"yaudah karena nggak ada kegiatan, hari sudah malam, semuanya istirahat ke kamar ya, dan ahda kamu bebas gunakan kamar yang mana, banyak yang kosong" jelas mami rara.

__ADS_1


"iya siap mi" jawab ahda.


Semuanya masuk ke kamar masing - masing untuk beristirahat.


Dan ahda memutuskan untuk memilih kamar di sebelah kamar zaki yang kosong.


Saat tengah malam, ahda yang haus pun keluar dari kamarnya dan menuju dapur.


"ehh ahda, ternyata lo ngapain lo bro?" ucap zaki yang masih mengucek matanya.


"mau minum, lo juga ngapain?" tanya ahda.


"stok minum gue habis dikamar" jelas zaki sambil mengisi air pada gelasnya.


Saat akan menaiki tangga, tak sengaja zaki melihat lampu yang masih hidup di belakang tempat biasa latihan silat dengan ayra.


"kok lampu belakang hidup ya" ucap zaki ke ahda.


"lampu mana?" tanya ahda yang ikut memperhatikan ke belakang rumah.


" yang itu, biasanya lampunya nggak dihidupkan" jelas zaki.


"yaudah yuk kita lihat" ajak ahda.


Mereka pun berjalan kebelakang untuk melihat, sesampainya disana mereka melihat ayra yang lagi berlatih sendirian.


"lah dek, kamu ngapain latihan udah tengah malam gini?" tanya zaki yang melihat ayra yang sedang fokus pada latihannya, dengan keringat sudah bercucuran.


Ayra yang mendengar suara abangnya pun menghentikan latihannya.


"sejak kapan kamu latihan dek" tanya ahda.


"udah satu jam lah kak, sejak mami nyuruh tidur tadi" jelas ayra.


"nggak bisa besok apa latihannya, kenapa juga harus tengah malam gini" jelas zaki.


"nggak bisa bang, besok sekolah,lagian mata ku juga nggak bisa tidur jadi aku putus kan untuk latihan sebentar biar lebih mengasah aja" jelas ayra.


"yaudah sekarang tidur, udah tengah malam gini" ucap zaki.


"iya, yaudah yuk masuk" ajak ayra.


Mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing, sedangakan ayra terlebih dahulu membersihkan dirinya sebelum tidur.


Hari sudah berganti, seorang gadis sudah tiba disekolah dengan pakaian yang rapi, tak lupa semangat yang selalu menyertai untuk menerima ilmu dari gurunya.


Ayra masuk ke kelas dan disana sudah banyak teman kelasnya yang sudah datang.


Ayra yang baru masuk entah kenapa nia malah menariknya keluar lagi, padahal bel sudah berbunyi dan mungkin bentar lagi guru akan datang mengajar.


"ehh lo ngapain tarik - tarik gue nggak jelas" ucap ayra yang kaget tangannya ditarik nia.


"nurut aja " ucap nia yang masih menarik tangan ayra tanpa melepaskan tangannya.

__ADS_1


Setibanya di taman belakang.


"jelasin sekarang" ucap nia menatap ayra dengan intens.


"jelasin apa sih, nggak jelas amat udah gue mau ke kelas bentar lagi guru datang" ucap ayra yang akan meninggal kan nia.


"bentar dulu, jelasin lo kemaren sama siapa?" tanya nia.


"siapa sih, kapan?" tanya balik ayra.


"lo gitu ya sekarang pura - pura lupa, itu kemaren sore lo kan yang lagi bonceng sama cowok" ucap nia.


"lo selingkuh dari farhan?" tanya nia.


"selingkuh apaan sih, orang nggak ada apa - apa dengan farhan" jelas ayra.


Ayra coba mengingat kejadian kemaren, dan dia baru sadar ia pulang dengan ahda kakaknya.


"siapa sih tu cowok, pacar lo ya, kok nggak bilang - bilang gue sih, gue nggak sahabat lo lagi ya" ucap nia cemberut.


Ayra yang mendengar nya jadi geleng - geleng kepala melihat tingkah nia.


"bukan gitu nia sayang, itu kakak gue" jelas ayra.


"mana ada kakak lo kan kak zaki, itu kemaren bukan kak zaki" ucap nia yang memotong ucapan ayra.


"dengerin gue dulu, itu kakak angkat gue, dia itu udah gue anggap kakak kandung gue, dan kemaren ada keperluan jadi bareng" jelas ayra.


Tidak mungkin dia bilang kepada temannya bahwa ia juga hacker dan yang kemaren adalah kakak angkatnya yang membantu nya dalam setiap misi.


" keperluan apa?" tanya nia kepo.


"ihh kepo, lain kali gue ceritakan sekarang kita masuk dulu bel udah bunyi dari tadi, gue nggak mau kena hukum lagi" ucap ayra menarik tangan nia dan meninggalkan taman belakang sekolah tersebut.


Mereka menuju ke kelas, untuk mengikuti pembelajaran


Setelah beberapa menit bel berbunyi tanda pelajaran pertama berakhir dan digantikan dengan istirahat.


Semua murid keluar kelas, ada yang ke kantin, perpus dan yang lainnya.


Ayra dkk dan farhan dkk mereka menuju ke kantin.


"ra lo jadi nantangin angel?" tanya nia.


"iya jadi kenapa emang?" tanya balik ayra.


"ra lo yakin, dia itu udah menangin di beberapa tempat" jelas nathan.


"iya, emang ada masalah?" tanya ayra.


"ra gue nggak mau lo nantik kenapa - kenapa " ucap farhan menyahut.


"kamu percaya aku han?" tanya balik ayra, dan itu membuat farhan bungkam.

__ADS_1


Angel dkk pun datang ke kantin dan duduk ber sebarangan dengan tempat duduknya ayra dan farhan dkk


__ADS_2