Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 53 Ancaman Angel


__ADS_3

Setelah banyak nasehat yang dikasih oleh guru, bel pun berbunyi tanda pelajaran berakhir digantikan dengan jam istirahat.


Semua murid yang akan keluar diberhentikan dulu oleh hendri, karena dia mau memberitahukan sesuatu.


"teman - teman semua nya, besok datang ke acara ultah nyokap gue, malam besok ditunggu kedatangan nya semuanya" ucap hendri.


"okey" ucap teman sekelas kompak.


Aisyah memandang hendri, ternyata yang ultah adalah nyokapnya, dia fikir pacarnya hendri, saat Aisyah begitu lekat memandang hendri, hendri pun menoleh sambil tersenyum.


Setelah hendri dan yang lainnya keluar, nia langsung menggeberek mejanya dika.


Dika yang lagi ngobrol dengan farhan dibuat kaget olehnya.


"lo benar - benar ya nggak ikhlas nunjukin gue tugas kimia, kalau lo nggak mau bilang aja, bukan kayak gitu" kesel nia.


"iya maaf deh, sebenarnya itu gue mau tanyakan jawaban ke Aisyah, tapi ibu gue bilang usaha, maka gue coba bikin sendiri" jelas dika cengengesan.


"dasar lo, bilang kek kalau lo yang bikin, jadi nggak gue salin" sungut nia.


"lagian lo juga kenapa nggak coba cari, malah cuman nyalin doang, ya salah lo juga lah" jelas dika.


"dasar lo, yaudah yuk ke kantin, lapar gue lihat lo, nyesel gue nyalin punya lo, untung nggak dikasih hukuman sama buk wati" ucap nia cemberut.


"iya maaf deh, lain kali nggak gitu lagi, yaudah yuk semua kita kekantin" ajak dika.


Ayra dkk dan farhan dkk pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong. Mereka duduk di satu meja secara bersama.


Semua nya telah duduk dan tinggal pergi memesan makanan yang ada dikantin tersebut.


"ra kamu mau pesan apa?" tanya farhan tiba - tiba.


"hm nia aja yang pesanin han" jawab ayra tersenyum.


"aduh - aduh kok panas gini sekarang" ucap nia sambil mengibaskan tangannya.


"aku kamu sekarang nih ya, traktir dong yang lagi jadian" ucap dika menggoda.


"idihh apaan sih kalian, kami nggak ada pacaran cuman teman aja" jelas ayra.


" kalian pesan aja sepuasnya biar gue traktir" ucap farhan lagi.


"serius nih, ayok kita pesan sepuasnya" ucap dika berdiri dan diikuti nia untuk pergi memesan makanan nya.


"apaan sih han, nanti mereka kita benar jadian lagi" ucap ayra nggak enak.


"nggak papa ra" ucap farhan.

__ADS_1


"bagus nih udah ada pawangnya" ucap gita menambahi.


"apaan sih gita, nggak gitu yang sebenarnya" ucap ayra yang berusaha menjelaskan.


"udah nggak papa, emang aku yang mau traktir mereka" jelas farhan lagi.


Setelah pesanan datang mereka pun makan dengan menu yang lumayan banyak, biasa hasil traktiran kan bebas.


Disisi lain


Dikelas sebelah tepatnya di kelas nya angel dkk.


"angel kantin yuk, laper gue nih" ajak via.


"nggak ah malas gue kalian duluan aja" tolak angel.


"tumben lo nggak ke kantin ketemu farhan, biasanya nggak pernah absen untuk nggak ketemu dia" ucap tika yang aneh dengan sikap angel sekarang.


"hmm nggak mungkin lah gue berani deketin dia setelah ancaman kemaren, bisa - bisa farhan tambah jauhin gue" jawab angel.


"lah terus lo nggak dekat dengan farhan lagi gitu, nggak mau jadik in farhan pacar untuk lo manfaat kan" ucap tika lagi.


"gue nggak sebodoh itu, gue udah ada rencana agar farhan jauhin ayra yang kampungan itu, dan lo harus bantuin gue buat jatuhin harga diri nya ayra" ucap angel menyeringai.


"maksud lo apa?" heran via, karena menyangkut harga diri.


Sedangkan tika dan via hanya mangut - mangut karena mereka tidak tau apa yang sudah direncanakan oleh angel untuk ayra nantinya.


Di kantin, ayra dan teman - teman nya sudah selesai dengan makanannya.


"gila, ludes semua sama lo dika" ucap gita kaget sekaligus bercanda.


"ya elah kan lo juga ikut makan, lagian gue makan dikit doang, tuh si nia yang banyak" ucap dika menuduh nia.


"lah ngapain lo nuduh gue, lihat tuh berapa banyak makanan di piring didepan lo habis, malah nuduh gue lagi" ucap nia tak terima.


Saat asyik bercerita, bel berbunyi tanda berakhirnya jam istirahat diganti dengan pelajaran berikutnya.


"kalian duluan aja, aku mau ke toilet bentar" ucap ayra yang akan beranjak pergi.


"mau gue temenin nggak?" tanya nia.


"nggak usah, yaudah kalian duluan aja ke kelas nanti gue nyusul" ucap ayra berlalu pergi.


Ayra langsung pergi ke toilet, saat perjalanan tidak sengaja bertemu dengan bima.


"mau kemana lo, udah bel masuk nih" tanya bima yang melihat ayra masih diluar.

__ADS_1


"kepo amat lo" ucap ayra berlalu meninggal bima tanpa menghiraukan pertanyaannya, karena dia benar - benar mau ketoilet.


Setelah panggilan alam berakhir ayra pun mencuci muka dan tangannya.


setelah keluar dari toilet ayra bertemu dengan angel sendirian tanpa ada kedua temannya, yang kebetulan mau ke toilet juga.


"ehh ada si kampung di sini, kok gue merasa ada bau orang miskin ya" ucap angel menyindir.


"terserah lo deh, minggir gue mau ke kelas" ucap ayra mengabaikan ucapan angel.


"emang lo siapa sih, kok seberani itu sama gue ha, atau lo udah punya uang dari hasil lo jual diri ya" ucap angel keterlaluan.


plakk


Satu tamparan mendarat di pipi angel secara mulus.


"jaga mulut lo ya, sebelum gue ngambil tindakan yang akan membuat lo menyesal.


"berani ya lo sama gue" ucap angel yang akan balik menampar ayra tapi sebelum tangan nya mendarat di pipinya ayra ada tangan yang sudah menahannya.


"jangan bersikap seenak nya lo angel" ucap bima yang menghempaskan tangan angel yang akan menampar ayra.


Angel yang melihat adanya bima, dan juga ayra yang kaget karena bima tiba - tiba saja datang dari samping menahan tangannya angel yang akan menampar nya.


"jangan lo sok jadi pahlawan buat orang kayak dia, kampungan ini" ucap angel tambah kesel.


"emang kenapa kalau dia kampungan, tapi setidaknya sikap nya jauh berbeda dengan lo" ucap bima membela ayra.


Angel yang malas meladeni bima langsung pergi, sebelum pergi.


"kita lihat aja nanti, gue bakal bikin lo keluar dari sekolah ini" ancam angel pergi sambil menyenggol bahu ayra secara kasar.


Setelah kepergian nya angel.


"lo nggak papakan ra?" tanya bima kepada ayra.


"ya santainya, gue bisa hadapi tuh orang, lagian kok lo tiba - tiba ada disini, lo ngikutin gue ya?" tuduh ayra.


"nggak, mana ada gue ngikutin lo, gue tadi cuman lewat doang" jawab bima.


"lah bukannya lo tadi udah mau ke kelas, kok lo ada didekat toilet?" tanya ayra lagi.


"tadi gue juga kebelet, udah yuk masuk, nggak baik su'udzon sama orang" ucap sambil menahan senyum.


"yaudah yuk ke kelas" ajak ayra berlalu pergi.


Sebenarnya bima memang ngikutin ayra, karena jawabannya ayra yang begitu, tapi ternyata ayra ketoilet, saat akan balik lagi ke kelas bima melihat ayra menampar angel, dan saat angel akan menampar balik, bima datang tepat waktu. karena bima juga mau nyamperin mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2