
" iya baik buk" ucap ayra sambil tersenyum dan keluar dari ruangan tersebut menyusul bima.
Sesampainya diparkiran rumah sakit, ayra langsung menuju motornya, dia akan naik tapi tangan nya di cegat oleh bima.
"kan udah dibilangin gue yang ngantar lo pulang" ucap bima.
"iya kan bisa lo turutin dari belakang pakai mobil lo" jawab ayra.
"itu sama aja dengan bohong, pakai mobil gue aja, motor lo nantik bisa diatur" ajak bima
"nggak bisa gitu dong, nanti motor gue hilang gimana" jawab ayra.
"nggak bakalan, ayo keburu hujan nantik" ajak bima menarik tangan ayra menuju mobilnya.
Ayra melihat memang akan turun hujan, akhirnya dia pun menuruti perkataan bima, untuk pulang dengan mobilnya.
Saat akan mau jalan hujan pun turun dengan lebatnya.
"tuh kan hujan lebat, gimana kalau pakai motor lo pulang bisa sakit" ucap bima.
"hm iya deh, thanks udah mau nganterin gue" ucap ayra.
"iya, rumah lo dimana?" tanya bima yang nggak tau alamat rumah ayra.
__ADS_1
"aduh gimana nih, nggak mungkin aku mintak antar ke massion rumah, hmm gimana ya" pikir ayra dalam hatinya..
"ehh lo ditanya malah bengong, alamat rumah lo dimana?" ucap bima sambil menepuk pundak ayra.
"ehh iya, nantik gue arahin masih jauh lagi" jawab ayra.
"eehh tadi ngapain lo bilang sama ibu kalau kita pacaran" ucap ayra menatap tajam bima
"emang kita pacaran kan?" tanya bima sambil menggedipakan matanya sebelah kepada ayra.
"idiihh ogah gue sama lo, bilang nantik sama ibu kalau kita nggak pacaran, gue jadi nggak enak banget tadi tau nggak lo" jelas ayra.
Bima pun menghentikan mobilnya di jalan tersebut.
"ngapain lo berhenti disini, rumah gue masih jauh" ucap ayra .
"tapi kita nggak ada perasaan apa - apa lagian itu nggak baik dengan cara begitu" ucap ayra menolak.
"gue mohon bantuin gue sekali ini aja, hanya ibu satu - satu yang gue miliki" ucap bima sedih.
Ayra yang melihat bima, ikut merasakan kesedihannya, karena ia juga pernah merasakan jauh dari orang tua, apalagi yang tidak memiliki orang tua pasti rasanya sangat menyakitkan.
"huff yaudah kita jangan pacaran, kita teman aja nanti kalau ibu tanya anggap aja kita pacaran, cuman kata doangkan" jawab ayra.
__ADS_1
"oke, kalau gitu" ucap bima menjalankan kembali mobilnya.
Tak lama kemudian.
"stop sampai disini aja"ucap ayra memberhentikan mobilnya bima.
"lah lo yakin sampai sini doang, gue antar sampai rumah lo aja"ucap bima yang melihat beberapa rumah kompleks.
"iya sampai sini aja" ucap ayra keluar dari mobil bima.
"rumah lo yang mana, setau gue kalangan rumah ini elit semua loh, dan ini juga kawasan rumah adreson orang terkaya" ucap bima melihat sekeliling beberapa rumah kecil setelah kompleks baru perumahan kawasan elit.
"rumah gue yang kompleks kecil itu" ucap ayra menunjukkan rumah kecil.
"tapi kok lo tau, habis kompleks ini kawasan elit" tanya ayra.
"gue pernah kesini sekali, karena ada urusan, yaudah kalau gitu gue balik dulu" ucap bima.
" hm gitu, yaudah makasih udah nganterin gue, besok awas kalau sekolah lo telat datang bakal gue aduin ke ibu lo" ucap ayra serius.
"serah gue lah, ngapain lo ikut campur" ucap bima yang tidak suka urusan di campuri.
"serah lo deh, tapi kalau lo telat gue akan aduin ke ibu lo" ucap ayra langsung pergi.
__ADS_1
Sedangkan bima bingung dengan sikap ayra yang perhatian begitu, apa jangan - jangan ibu nya lagi yang nyuruh untuk ngawasin dia, akhirnya bima pun langsung menjalankan mobilnya kembali' ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.
***