Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 55 Membeli Hadiah


__ADS_3

Sedangkan vano memandang ayra begitu dalam, bagaimana bisa cewek itu tidak tau dengannya, yang jelas - jelas nama nya begitu terkenal apalagi dikalangan para siswa.


"lo anak baru ya?" tanya vano menebak.


" iya, kenapa emang" tanya ayra yang cuek.


Vano mendengar nya hanya tersenyum miris.


"kenalkan gue devano baskara, lo panggil gue vano, dan ya tujuan gue adalah gue mau lo merekam ucapan lo agar menarik tantangan yang kita lakukan waktu itu" jelas vano.


"kenapa gue harus cabut tantangan itu, lo jalanin aja kan lo yang nantangin gue" jelas ayra acuh, dan akan menaiki motornya tapi langsung di cegat tangannya oleh vano.


Ayra yang tangannya dipegang vano langsung memilintirkan tangan nya ke belakang dan memukul kedua kaki nya, sehingga membuat vano tersengkur, dan ayra langsung melepaskan nya.


Sedangkan vano yang mendapatkan serangan mendadak mendapati tangannya yang sakit oleh ayra.


"lumayan juga beladiri lo, belajar dimana?" tanya vano berdiri, menatap ayra dengan serius.


"nggak perlu tau, dan oh ya jangan ganggu gue, dan masalah tantangan itu, kalau lo cowok bakal lo lakuin, tapi kalau nggak, lo pantas disebut pengecut" ucap ayra memasangkan helmnya dan menaiki motornya meninggalkan vano dan yang lainnya.


Setelah kepergian ayra, semua teman vano mendekatinya.


"bro, hebat banget tuh cewek, siapa sih dia baru kali ini gue lihat cewek yang benar - benar cuek banget, sekaligus nggak luluh dengan ketampanan lo" ucap salah satu temannya vano.


"hmm menarik, gue bakal buat dia takluk di hadapan gue, yaudah yuk cabut" ucap vano kepada temannya.


"terus gimana dong, dengan tujuan kita sebelum nya?" tanya temannya lagi.


"lo nggak dengar tadi, kalau lo cowok lakuin tantangannya sebulan" jelas vano dan menaiki motornya, dan diikuti temannya.


Sedangan Ayra melajukan motornya ke markasnya.


Sesampainya ayra langsung masuk ke ruangannya, dan sebelum itu dia disapa oleh anggota lainnya yang membantu dalam menyelesaikan misi tersebut.


Setibanya diruangan, terdapat ahda dan juga intan didalamnya.


"lah kak intan, tumben kesini?" tanya ayra sambil duduk di kursi nya.


"jadi kakanya nggak boleh kesini nih?" tanya intan lagi.


"bukan gitu kak, tapi yaudah lah" ucap ayra bersandar pada kursi sambil memejamkan matanya.


"kenapa kamu dek, kayak benang kusut aja" ucap ahda yang tersenyum melihat tingkah ayra.


"hmm, nggak ada sih cuman di hadang sama teman aku aja?" jelas ayra.

__ADS_1


"dihadang gimana?, kamu dibully?" tanya ahda khawatir.


"lah bukan gitu, siapa juga yang berani bulily aku kak" ucap ayra memandang kedua kakanya itu.


"ya mana tau kan, orang yang jago silat kena bully juga" ucap ahda meledek.


"ihh kakak mah gitu nggak mungkin lah"ucap ayra sambil manyun.


Sedangkan intan melihat interaksi kedua adek kakak itu hanya geleng-geleng kepala, walaupun tidak saudara kandung, tetapi tidak menjadi alasan bahwa itu harus dalan sebuah ikatan persaudaraan.


"udah, sekarang ayra kakak datang kesini mau minta bantuan kamu dalam proses penyelidikan senjata di daerah xx" ucap intan serius.


"bukannya itu daerah terpencil ya intan?' tanya ahda yang pernah dengar daerah tersebut


"ya, benar sekali, dan ternyata itu tempat sebagai perantara para pedagang membongkar hasil penjualannya" jelas intan.


"lah apa susahnya tinggal tangkap terus masukin penjara" jelas ayra yang asal bicara, sebenarnya ia udah tau apa yang akan dilakuin.


Sedangkan kedua kakanya, menatap tajam ayra, karena masih dalam bercanda.


"hehe iya maaf, iya tau apa yang aku lakukan , dan tujuan kakanya kesini" ucap ayra lagi dengan mode serius.


"hmm iya begitu, kakak mau minta tolong lacak dimana posisi yang tepat dan persembunyian berikutnya dilakukan, karena bagian kepolisian juga lagi berusaha, dan kakak mau bantuan nya dari kamu"jelas intan kepada ayra.


"iya baik, aku akan mulai melakukan nya, dari posisinya juga lumayan terpencil, jadi banyak cara bagi mereka untuk melakukan pekerjaan nya dengan rapi" jelas ayra lagi.


"iya siap kak, dan ya kak aku mau minta beberapa bagian kepolisian untuk kerja samanya dalam terjun langsung kak" ucap ayra.


"iya nantik kaka akan mengirimkan beberapa orang dalam membantumu" ucap intan.


"okey, aku akan mencoba melacaknya kak,tunggulah beberapa hari kabar dari ku kak" ucap ayra lagi.


" baik kakak tunggu" ucap intan.


"yaudah berarti udah kan, sekarang kita cukup mempersiapkan segalanya" ucap ahda.


" iya baik lah, sekarang kakak pamjt dulu karena banyak pekerjaan dikantor pusat" ucap intan pamitan.


"yaudah hati - hati" jelas ayra dan ahda barengan.


"kak coba kakak yang ngerjain dulu ya, aku mau pamit pulang soalnya kerjaan kantor udah numpuk juga" pamit ayra.


" lah dasar kamu dek, semuanya di kerjakan, ini juga iya, sekolah iya, kerjaan kantor juga iya, padahal udah jadi orang kaya" jelas ahda.


"gimana lagi kak, sekolah penting, kantor bantu papa juga penting, kalau ini mah skill kita dan hobi juga, jadi juga penting"ucap ayra berdiri.

__ADS_1


"dasar kamu, dan kerjaan yang ini ujung - ujungnya kakak yang ngerjain sendiri" ucap ahda lagi.


" yahh kak, nanti aku bantuin kok, kakak mulai aja dulu, nantik laporan nya atau dimana nantik kita kerjakan, yaudah aku balik dulu" ucap ayra keluar dari ruangan tersebut.


Ahda hanya pasrah saja, sebenarnya dia tidak apa - apa mengerjakan nya sendiri, cuman bercanda mengerjai ayra terasa baginya mempunyai keluarga.


Setelah kepergian ayra, ahda dan salah satu kepercayaan nya mulai melakukan misi barunya.


Disisi lain


Aisyah dan hendri yang lagi keliling mall untuk membeli hadiah untuk ultah nyokapnya.


"hmm bagusan apa ya Aisyah, buat nyokap gue" ucap hendri.


"hmm apa ya, gimana kalau jam tangan, itu penting buat keseharian" ucap Aisyah.


"boleh, yaudah yuk kita lihat" ajak hendri.


Mereka pun mengunjungi toko jam tangan cewek yang terbesar di mall tersebut.


"bagusan yang mana Aisyah?" tanya hendri.


Aisyah tampak berfikir, gimana kesukaan nyokapnya hendri, dan Aisyah juga tipe orang yang tidak terlalu suka yang mencolok dalam hal pakaian ataupun perhiasan.


"yang ini, ini kayaknya cocok dengan nyokap kamu" ucap Aisyah menunjukan sebuah jam yang simpel tapi sangat elegan, dan harganya yang sangat luar biasa.


"mbak yang ini ya dua" ucap hendri.


Aisyah yang mendengar hendri memesan dua, tidak bertanya untuk siapa.


"hmm pilihan yang bagus dek, ini model paling baru disini" ucap penjual tersebut.


Hendri dan Aisyah hanya menanggapi nya dengan senyum saja.


Setelah membayar ke kasir.


"makasih ya dek, mampir lain kali lagi" ucap kasir tersebut tersenyum ramah.


Gimana tidak seorang pelajar membeli jam dengan harga fantastis dan juga memiliki kartu unlimited tanpa batas.


"iya makasih ya mbak" ucap Aisyah, dan mereka pun keluar dari toko tersebut.


"hmm sekarang kita makan dulu ya, sebelum pulang" ucap hendri.


" hmm iya, yaudah yuk " ajak Aisyah yang memang perutnya yang juga lapar karena keliling mall tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2