
Sedangkan orang yang ditatap mengacuhkan nya kejadian seperti ini sudah dia duga dan pasti akan terjadi seperti ini.
"ra lo nggak senang udah menang ngalahin angel, dan sekarang lo juga jadi bahan sanjungan orang" ucap Aisyah.
"gue bukan nggak senang,tapi tujuan gue untuk menantang angel untuk memberikan pelajaran dan juga agar anak sekolah kita yang dibuly tidak merasa tertindas lagi" jelas ayra.
"lo yakin akan tenang setelah ini ra, gue yakin bokapnya nggak akan tinggal diam apalagi sampai viral juga, banyak komentar yang nggak baik juga" jelas dika.
"masalah itu gue fikirkan nantik" ucap ayra.
Dan saat berbincang-bincang datang lah pesanan mereka dan dihidangkan langsung oleh penjual nya, bukan seperti kafe yang menyajikan karyawan nya.
"makasih ya bang" ucap nia.
"iya, silahkan dinikmati" ucap abang penjual tersebut tersenyum dan kemudian undur diri.
Mereka pun menikmati hidangan tersebut, dengan begitu senang, karena pertama kali mereka makanan ditempat yang berbeda.
"han kok lo dari tadi diam, bicara dong kayak patung aja lo" ucap dika yang dari tadi tidak melihat farhan bicara.
"ya elaahh kayak lo nggak tau farhan aja, kan nggak heran lagi" jelas nia yang sudah tau gimana farhan.
Ayra yang mendengar ucapan dika pun menatap farhan yang lagi makan tanpa mendengar kan ucapan dika.
"han" panggil ayra, dan itu sukses membuat farhan menoleh.
"enak nggak?" tanya ayra.
"iya enak ra" jawab farhan.
"hmm kalau pawang udah turun tangan pasti luluh" ucap gita menggoda.
"apaan sih kalian" ucap ayra tersenyum dan melanjutkan makannya
"hmm ra sebenarnya gue mau tanya nih, lo nggak takut akan dikeluarkan dari sekolah?" tanya dika yang penasaran dan itu membuat ayra menghentikan makannya.
"kenapa gue harus dikeluarkan dari sekolah, kan gue nggak salah" jelas ayra.
"tapi ra, gue yakin itu, karena pernah sebelumnya kakak kelas kita dulu nantangin angel dan itu sukses membuat kakak kelas tersebut keluar dari sekolah, itu pun sudah menang angelnya, apalagi sekarang dia kalah" jelas dika.
__ADS_1
"iya ra gue baru ingat sebelumnya itu juga ada yang nantangin angel dan itu angel yang menang karena itu angel makin menjadi dan semakin berkuasa dan berulah" jelas gita
"masalah itu nantik gue fikirkan, yang penting jangan dibawa beban, yaudah lanjut makannya keburu malam" ucap ayra.
Mereka pun melanjutkan makannya hingga habis.
Setelah habis mereka memutuskan untuk pulang dan tak lupa ayra yang membayar nya, sesuai janjinya tadi.
Disisi lain
Nara yang berada dikamar angel, karena nara ingin melihat keadaan angel setelah pertandingan tersebut.
"gimana keadaan lo?" tanya nara yang duduk didekat angel.
"gue baik sih, kenapa rencana kita bisa gagal begini, untung gue nggak parah" jelas angel.
"iya gue nggak tau, tapi gue fikir ayra itu bukan orang sembarangan deh" jelas nara.
"maksud lo apa?" tanya angel heran.
"lo bodoh atau gimana sih, jika ia dari kalangan biasa nggak mungkin ia punya beladiri yang lebih begitu dari lo, menurut gue lo aja butuh tempat latihan yang khusus untuk latihan dan itu butuh waktu yang cukup lama agar bisa mahir seperti ini" jelas nara.
"benar itu maksud gue, jadi menurut lo gimana" tanya nara menatap angel dengan intens.
"gue setuju sih dengan lo kali ini,kita tunggu keadaan gue membaik kita fikirkan rencana berikutnya" jelas angel.
"hmm, yaudah kalau gitu gue cabut dulu" ucap nara berdiri.
"tumben lo, mau pergi kemana?" tanya angel heran.
"tempat biasa, lo pasti tau" jelas nara.
"ya udah sana pergi, kali ini gue nggak ikut" jelas angel.
Biasanya angel dan nara pergi ke tempat hiburan untuk bersenang - senang dan menghamburkan uang untuk teman - temannya.
Sedangan ayra setelah makan bersama teman - temannya lebih tepatnya dia yang mentraktir nya kini sudah sampai di kediaman keluarga adreson.
Ayra masuk ke dalam rumah dan ternyata kedua orang tuanya dan tal lupa abangnya zaki yang sudah menunggu nya.
__ADS_1
"assalamualaikum mi pi bang" ucap ayra menyalami satu persatu tangan tersebut.
""waalaikumsalam, duduk dek" ucap papi aril tegas.
Ayra pun duduk di dekat Abang nya, ia mulai paham keadaan sekarang, mungkin papi nya lagi marah karena kejadian yang lagi viral karena ulahnya menantang angel.
"jelas kan sekarang" ucap papi aril tegas.
Ayra menatap abangnya, dan kemudian abangnya mengangguk tanpa menyuruh ayra untuk menjelaskan.
"maaf pi, karena ayra nggak cerita, kalau ayra menantang angel untuk bertarung, sebenarnya itu karena ayra sudah tersulut emosi karena dia sering membuly siswa yang lain" jelas ayra tertunduk.
"kamu nggak perlu bertarung seperti itu apalagi menjadi viral sekarang, mungkin nanti kamu tidak aman dengan munculnya kamu di publik, papi cuma. ngertiin perasaan kamu yang ingin tertutup" jelas papi aril yang sebenarnya bukan marah.
"iya ayra tau akan konsekuensinya, dan itu sudah ayra fikirkan dari awal, dan ayra juga akan menuntaskan habis masalah di sekolah ini" jelas ayra menatap papi aril tegas.
"kenapa harus bertanding segala, kenapa nggak langsung di tuntaskan saja atau bilang kepada semua orang kalau kamu pemilik sekolah" jelas aril.
"hmm, kayaknya ikuti alur proses lebih dinikmati dari pada yang instan pi" jelas ayra.
Papi aril yang nggak tau bahwa anak nya lagi bertanding dengan anak pemilik sekolah yang kehebatan silatnya juga sudah terkenal dan ia kaget karena info nya dapat dari orang - orang kantor yang berbicara tentang itu.
Makanya aril langsung meminta penjelasan dari ayra tentang sebenarnya yang terjadi, walaupun ia yakin dengan setiap tindakan anaknya pasti itu menurut nya yang terbaik.
"yaudah kamu pasti capek, sekarang masuk kamar dan istirahat" ucap mami rara yang dari tadi mendengar kan ucapan mereka berdua.
"iya mi, yaudah ayra kekamar duluan, mau bersih - bersih" ucap ayra yang kemudian menaiki tangga dan masuk ke kamar nya.
Zaki tadi sebelum ayra datang sudah menceritakan sebelum nya dan papi aril hanya ingin mendengar nya langsung dari ayra.
setelah beberapa menit, ayra membersihkan dirinya dan membaringkan dirinya dikasur karena hari ini sungguh sangat melelahkan untuknya.
Tak lama hp nya berdering tanda ada pesan yang masuk, dan ayra pun membuka hpnya.
08********
"hai cantik apa kabar nih, masih ingat dengan ku, tak nyangka kau masih menguasai ilmumu.
Ayra yang membacanya pun terkejut, dan mulai berfikir apa maksud dari pesannya, dan no siapa ni karena tidak ada yang tau nonya ini kecuali orang tertentu.
__ADS_1