Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 44 Bisa Juga Rapuh


__ADS_3

Bima langsung menerobos masuk ruangan, sedangkan ayra juga kaget karena tangannya ditarik oleh bima tapi kemudian dia pasrah dan mengikuti langkah bima masuk ke dalam ruangannya, dan disana terlihat seorang ibu yang lagi memejamkan matanya dengan tangan beberapa peralatan medis.


Setibanya di ruangan, bima pun memandang ibunya yang lagi memejamkan matanya, dan mendekati ibunya tersebut.


"ibu" ucap bima sambil menggenggam tangan ibunya.


Tak lama ibunya membuka mata dan tersenyum.


"ibu tidak apa - apa kamu jangan khawatir" ucap ibu tersebut sambil mengusap kepala bima.


Bima langsung menangis sambil memeluk ibunya tersebut.


Sedangkan ayra hanya berdiri di dekat pintu sambil melihat pemandangan anak dan ibu tersebut, ia ikut terharu melihat momen tersebut, dan lebih tidak nyangka lagi cowok badboy yang dingin juga memiliki sisi lemah.


Ayra jadi berfikir kenapa bima menjadi siswa yang nakal dan badboy, jika dilihat dia adalah anak yang baik.


Ibu bima yang melihat ada seorang cewek yang berdiri di dekat pintu ruangan pun tersenyum.


"ayo kemari nak" ucap ibu tersebut lembut.


Bima yang baru sadar bahwa ia tadi membawa ayra pun jadi tidak enak, ia pun menghapus air matanya dan memandang ayra yang lagi tersenyum manis.


Ayra yang dipanggil pun langsung mendekati anak dan ibu tersebut dan bersalaman kepada ibu tersebut.


"gimana kabarnya tante, udah enakan maaf aku jadi ganggu" ucap ayra nggak enakan.


"nggak papa, jangan panggil tante dong, panggil ibu aja kayak bima" ucap ibu bima tersebut.


"iya tan eh ibuk" ucap ayra yang gugup.


Bima dan ibunya pun berpandangan dan saling tersenyum melihat kegugupan ayra.


"hmz kamu pacarnya bima ya, jarang lo bima dekat dengan cewek biasanya dia sibuk kerja aja" jelas ibu bima.


" bukk,,,," belum sempat ayra menjawab bima langsung memotong ucapan nya ayra.


'iya bu, ini pacar aku namanya ayra" ucap bima cepat.

__ADS_1


Ayra kaget mendengar ucapan bima, tapi mau menjelaskan juga nggak enak, nanti dia akan tanya apa maksud dari ucapan bima.


Ayra hanya menanggapi jawaban bima dengan senyum manisnya, sambil memandang bima, sedangkan bima hanya acuh saja.


Sini nak mendekat, duduk di dekat ibu, bima kamu awas anak ibu mau duduk" ucap ibu yang mengusir bima dari tempat yang diduduki bima yang di sebelah ibu.


Sedangkan bima hanya menurut saja tanpa membantah, ia hanya ibunya senang, bima pun duduk di tempat duduk yang juga di disediakan diruangan tersebut.


Ayra pun duduk di dekat ibu tersebut, ayra memandang seorang ibu yang masih lumayan muda, mungkin juga seumuran maminya.


"nama kamu siapa?" tanya ibunya bima.


"nama aku ayra bu" jawab ayra tersenyum.


"kamu cantik banget, ke ingat waktu ibu muda dulu deh" ucap ibu bima bercanda


" ibu bisa aja" ucap ayra menanggapi nya sambil tersenyum.


"kamu sekolah dimana?" tanya ibu bima kepada ayra.


" hmm aku sekolah yang sama dengan bima buk" jawab ayra.


Bima yang menyibukkan dirinya dengan main hp, mendengar ibunya bertanya begitu langsung menjawab.


"dia nggak tau bu, soalnya dia anak pindahan" jawab bima cepat.


"hmz jadi kamu juga baru masuk di tempat nya bima, kamu sebelumnya sekolah dimana?" tanya ibu lagi.


" iya buk, aku pindahan dari inggris buk" jawab ayra seadaanya.


"hmm gitu, sejak kapan jadian sama bima, kamu nggak dikasarin kan sama dia?" tanya ibu bima tersebut.


Ayra yang mendengar pertanyaan ibu tersebut bingung harus jawab apa, ayra pun memandang bima minta jawaban.


Bima yang dipandang pun berdiri dan mendekati brankas ibunya tersebut.


Bima pun memegang tangan ayra, membuat ayra jadi kaget.

__ADS_1


"bu, aku nggak mungkin kasar sama cewek, jadi ibu jangan fikirkan yang begituan dulu, fokus dulu sama kondisi ibu agar cepat sehat ya" ucap bima lembut.


"ya mana tau kan, dari dulu kamu itu nggak pernah dekat dengan cewek, setiap yang dekat pasti kamu itu ngusir nya secara kasar"jawab ibu tersebut.


"nak kamu kalau dia macam - macam jewer aja telinganya atau bilang aja sama ibu" tambah ibu lagi.


Sedangkan ayra hanya menanggapi nya dengan senyum saja.


Ayra mendengar hp nya berbunyi, dan melihat panggilan ternyata abangnya zaki yang menghubunginya.


Ayra agak menjauh dan mengangkat telfon dari Abang nya.


"iya halo bang" ucap ayra.


"iya bentar lagi aku pulang, yaudah assalamualaikum" ucap ayra.


Setelah panggilan berakhir ayra mendekati bima dan ibunya tersebut.


"hmm hari juga sudah sangat larut, aku mau pulang dulu ya bu" pamit ayra.


"iya, yaudah bim kamu antar ayra ya, kasihan udah malam lagian nggak baik cewek pulang sendiri" suruh ibu bima.


" nggak papa bu, aku pulang sendiri lagian aku juga bawa motor" ucap ayra menolak.


"iya lagian ibu juga sama siapa disini sendiri" jawab bima.


"nggak papa, kamu langsung antar terus balik lagi, ibu nggak papa sendiri lagian cuman sebentar, yaudah antar sekarang" jawab ibu bima.


"tapi bu aku bisa ..." ucap ayra yang belum selesai bicara tapi malah dipotong sama ibu.


"antar kata ibu bim" ucap ibu memandang bima dengan tajam, tanpa mendengarkan apa yang diucapkan ayra.


"yaudah yuk gue antar" ucap bima berdiri dan melangkah keluar dari ruangan tersebut.


"yaudah buk, kalau gitu ayra pulang dulu, semoga cepat sembuh ya bu" ucap ayra bersalaman dengan ibunya bima.


" iya hati - hati bilangan sama bima jangan kebut - kebutan, lain kali mampir kerumah ibu ya" ucap ibu bima berharap.

__ADS_1


" iya baik buk" ucap ayra sambil tersenyum dan keluar dari ruangan tersebut menyusul bima.


__ADS_2