Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 58 Belajar dengan Ayra


__ADS_3

"bang udah belum nih" teriak ayra, dan tidak ada sahutan dari zaki, ayra pun memutuskan untuk kebelakang dulu menunggu abangnya zaki untuk latihan.


Tak lama berselang waktu, zaki pun datang dan melihat ayra yang lagi pemanasan.


Ayra yang melihat zaki baru datang pun langsung bertanya.


"lama amat kamu bang, kayak cewek dandan aja" ucap ayra kesel, karena dari tadi ia sudah menunggu.


"iya maaf, tadi abang lagi ada kerjaan dikit" ucap zaki.


"hmm gitu, yaudah sekarang abang pemanasan dulu" ucap ayra yang sudah selesai pemanasan.


Zaki memulai pemanasan, setelah melakukan beberapa pemanasan, zaki yang sudah siap dengan style latihannya, mendatangi ayra yang lagi duduk sambil kaki nya diluruskan.


"gimana bang, kita mulai latihannya?" tanya ayra.


"iya yaudah kita mulai sekarang, tapi ajarin yang dasar aja dulu dek" ucap zaki


"hajar aja sekalian bang, ngapain pakai dasar segala" ucap ayra,, yang langsung menyerang zaki bertubi - tubi hingga zaki terembas jatuh.


"iya, nyantai lah dek, ajarin pelan - pelan" ucap zaki yang kewalahan menyeimbangkan kekuatan ayra.


"yaudah, aku ajarin pelan - pelan, abang tenaganya sekali jurus langsung tumbang, itu belum apa - apanya bang" ucap ayra.


"lah kamu dek, iya kan abang mau belajar dek bukan mau bertanding dengan kamu" ucap zaki.


"iya abang, yuk kita mulai, yang pertama abang harus fokus dengan titik yang akan diserang" ucap ayra serius, dan zaki mulai mempraktekkan yang diajarkan ayra.


Mereka pun mulai latihan dengan serius, dengan ayra mengajarkan abang nya dengan berbagai jurus latihan, agar zaki mempunyai pegangan jika dalam keadaan darurat.


Setelah beberapa jam latihan, dan keduanya sudah bercucuran keringat, merekapun memutuskan untuk mengakhiri latihannya.


"bang latihannya udah sampai sini aja, lain kali kita lanjutkan" ucap ayra yang teringat ada janjinya dengan nia.


"kenapa, kita lanjut aja dulu abang pergi rapat juga lama lagi" ucap zaki.


"iya bang, aku teringat ada janji sama nia untuk pergi beli kado untuk acara nantik malam.


"hmm gitu, yaudah sana kamu bersih - bersih dulu, abang mau main basket bentar, habisin waktu sebelum ke kantor.


"yaudah aku ke kamar dulu, nantik nia datang bentar lagi, abang bukain pintu ya, kalau nggc ke dengar sama bibi" ucap ayra.


"iya, yaudah sana pergi bersih-bersih" ucap zaki.


Ayra pun menuju ke kamarnya untuk bersiap pergi dengan nia membeli kado bersama.


Tak lama bunyi bel terdengar, dan saat zaki akan membukakan pintu ternyata bi ani sudah dulu membuka nya, dan zaki melanjutkan main basketnya.

__ADS_1


Nia yang masuk ke dalam rumah yang begitu besar, lebih besar dari rumah punyanya.


Sembari menunggu ayra yang lagi bersih- bersih, karena sudah dibilang oleh bi ani, nia memutuskan untuk keliling rumah adreson.


Dan menurut nya sama aja, sebelum ayra pergi ke inggris, nggak ada yang berubah, karena dia juga sering juga main kesini dulunya sebelum ayra pergi.


Saat berkeliling, nia tanpa sengaja melihat zaki dengan pakaian khusus latihan silat tapi sedang bermain basket.


Nia begitu memperhatikan zaki yang lagi bermain, begitu sangat bagus.


"hmm tak kalah hebatnya dari pemain basket lainnya,, sama hebatnya dengan ayra" gumam nia yang begitu intens memperhatikan zaki main.


Sedangkan zaki yang merasa diperhatikan, berhenti bermain basket sambil melihat sekeliling dan ternyata nia yang lagi melihat nya.


Nia yang ketahuan lagi memperhatikan zaki, memutuskan untuk pergi, tapi sebelum itu, ia sudah di panggil zaki.


"nia, kamu mau kemana?" tanya zaki yang melihat nia akan pergi, dan berjalan mendekati nia.


"hmm itu kak aku lagi keliling aja" jawab nia.


"hmm ayra nya belum siap ya, tadi dia pergi bersih - bersih habis latihan" ucap zaki.


"kayaknya belum kak, aku keliling aja mau lihat ternyata nggak ada berubah" jelas nia.


"iya nggak berubah dari sebelumnya, karena ini desain nya ayra yang suka, jadi sejak ia pergi, mami nggak mau mengganti nya" ucap zaki.


"hmm sembari menunggu ayra, kamu bisa main basket nggak?" tanya zaki kepada nia.


"hmm nggak kak, pengen belajar tapi nggak ada yang mau ajarin" jelas nia.


"sembari menunggu adek, mau nggak kakak ajarin?" tanya zaki.


"hmm boleh?" tanya nia ragu.


"iya boleh, yaudah yuk aku ajarin, mumpung adek belum turun" ucap zaki.


Zaki pun mulai mengajarkan nia, dari mengiring bola sebagai awalnya.


Saat nia akan memasukkannya, tanpa sengaja kakinya tersandung, dan dengan refleks zaki menolongnya, karena tidak seimbang mereka pun jatuh bersamaan dengan nia diatas tubuh zaki.


Mereka berdua pun berpandangan, tak lama terdengar suara ayra.


"ehem ehem, kalau main basket ya main aja nggak usah pakai drama juga" ucap ayra yang tiba - tiba datang.


Kedua insan tersebut yang mendengar suara ayra langsung berdiri dengan keduanya merasa malu.


"apaan sih lo ra" ucap nia dengan pipi yang bersemu merah.

__ADS_1


"lah gue nggak papa, yang seharusnya nanya itu gue, lo kenapa pipinya jadi merah gitu" tanya ayra menggoda.


"mana ada" ucap nia memegang pipinya.


Sedangkan zaki yang melihat nia juga tersenyum, dan sebenarnya dia juga malu karena ucapan ayra.


"yaudah katanya mau pergi, nanti keburu sore" ucap zaki yang mengalihkan topik pembicaraan.


"iya yaudah kami pergi dulu, abang jadi ke kantor?" tanya ayra.


"iya jadi" ucap zaki yang pergi menuju kamarnya.


Sedangkan ayra dan nia pun juga keluar, menuju mobilnya nia.


"nia, kita pakai motor aja gimana, biar lebih beda aja gitu" ajak ayra.


"hmm boleh sih, yaudah yuk" ajak nia.


Mereka pun naik ke motor ayra, dengan ayra sendiri yang membawa nya.


Mereka berkeliling kota, menikmati waktu sore, Akhirnya mereka memilih mall terbesar dikota tersebut dengan pemiliknya adalah ayra sendiri.


Sesampainya di mall tersebut mereka langsung masuk, dan mulai berkeliling memilih kado yang akan dibawa nantik malam.


"hmm bagus apa ya ra, untuk kado nyokapnya hendri?" tanya nia.


"hmm coba aja kita keliling dulu, nantik mana yang bagus aja kita beli" jawab ayra


Mereka pun mulai berkeliling sambil melihat lihat yang akan mereka beli.


Setelah puas berkeliling, akhirnya mereka pun memutuskan untuk membeli baju dan tas untuk dijadikan kado dengan harga yang sangat mahal.


Setelah memilih, mereka pun membayar nya di tempat kasir.


"punya lo gue aja yang bayar" ucap ayra.


"lah kenapa nggak gratis aja, ini kan punya lo" jelas nia.


"sembarangan aja lo, bisa gempar satu dunia kalau tau, gue pemiliknya.


"iya juga sih, tapi kan enak jadi sorotan, sekali kali jadi bahan gosip nggak papa lah" jelas nia.


"sembarangan aja lo kalau ngomong" ucap ayra.


Dan pada akhirnya ayra lah yang membayar belanjaan tersebut, dan dibungkus langsung menjadi kado, agar dibawa menjadi lebih bagus dan rapi.


***

__ADS_1


__ADS_2