Kenangan SMA

Kenangan SMA
Eps 42 Ketemu Teman


__ADS_3

Sedangkan ayra juga bersiap ke kamarnya untuk pergi juga, tinggal lah zaki yang juga kekamar nya untuk mengerjakan tugas kuliah.


Beberapa menit ayra sudah siap dengan stylenya, ia langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan tantenya menggunakan motornya.


Sedangkan kedua orang tuanya sudah duluan dengan menggunakan mobil.


Ayra yang lagi diperjalanan menikmati suasana malam kota jakarta, begitu ramai para remaja di pinggiran jalan dengan teman atau pasangannya masing - masing.


Sebelum ke rumah sakit ayra mampir terlebih dahulu ke supermarket membeli buah yang akan dibawa ke rumah sakit.


Ayra yang tiba di supermarket langsung membeli beberapa buah dan beberapa makanan lainnya.


Setelah merasa cukup ayra langsung menuju kasir untuk membayarnya.


"berapa mbak?" tanya ayra.


"Rp 900.000,00 aja dek" jawab kasir tersebut.


Ayra langsung membayarnya dengan menggunakan kartu debit unlimited tanpa batas.


Sedangkan kasirnya, tersenyum karena kecil - kecil sudah memiliki kartu yang nggak sembarangan orang bisa memiliki nya.


"lain kali, mampir lagi ya dek" ucap kasir tersebut.


Ayra hanya menjawab dengan anggukan sambil tersenyum dan berlalu pergi.


Saat ayra akan membawa barang yang dibeli ke motor nya, karena terburu - buru agar sampai rumah sakit, sebab maminya kirim pesan bahwa ia sudah sampai. Dan bilang hanya sebentar tidak bisa lama - lama karena papinya ada urusan. Tanpa sengaja ia menabrak orang.


"ehh maaf ya kak, nggak sengaja, soalnya terburu - buru" ucap ayra sambil membereskan barang beliannya yang jatuh, tanpa melihat orangnya.

__ADS_1


"iya nggak papa kak" ucap kedua orang tersebut.


Ayra merasa tidak asing dengan kedua suara tersebut pun melihat, dan ternyata itu adalah vika dan fitri.


"aduhh mereka lagi, kenal nggak sih dengan gue" cemas ayra dalam hati


"iya nggak papa lain kali hati - hati" ucap fitri.


"iya maaf kalau gitu" jawab ayra yang lega karena mereka tidak mengenal ayra, ya ayra waktu itu memakai masker, jadi tidak kelihatan wajahnya.


"kalau gitu saya permisi kak" ucap ayra yang meninggalkan kedua orang tersebut.


"ehh tunggu dulu" panggil vika


Ayra pun membalikkan badannya, takut mereka bertanya ataupun curiga.


Fitri memiliki sifat yang ramah dan ceria hampir sama dengan nia.


Ayra menjabat tangan nya fitri.


"boleh, namaku ayra" jawab ayra, iya ayra memperkenalkan namanya dengan ayra bukan putri seperti waktu tempat pelatihan tersebut.


"namaku fitri, dan ini vika kami berdua sahabat dan kami juga mengajar di tempat pelatihan silat di sekitaran sini dengan teman kami satu lagi namanya putri, jika ada waktu mampir lah kesana.


"baik kalau gitu, lain kali aku datang untuk belajar, yaudah aku duluan ya, sampai ketemu lagi" ucap ayra tersenyum dan berlalu pergi.


Ayra langsung mengendarai motorny ke rumah sakit, dan langsung menuju tempat ruangan tantenya.


"assalamualaikum tante" ucap ayra masuk keruangan tantenya.

__ADS_1


Nama tante nya adalah ayu sepupuan jauh dari papinya.


"waalaikumsalam" jawab tante ayu


"gimana tante kabarnya, udah baikan?" tanya ayra sambil meletakkan buah tangannya.


"hmm mendingan lah, katanya besok udah boleh pulang" jawab tante ayu.


"mami sama papi udah pulang ya tan?" tanya ayra yang tidak melihat kedua orang tuanya.


"udah baru aja pulang, katanya papi mu ada urusan,terus dia bilang kamu juga kesini lagi perjalanan" jawab tante ayu


"hehe iya tan tadi aku mampir dulu sebentar terus ketemu teman" jawab ayra.


" teman atau demen?" tanya tante ayu bercanda.


"ihh teman tante, orang lagi fokus belajar nggak ada pacar - pacaran" jawab ayra.


"iya sekarang nya bilang gitu, nantik kalau udah ketemu yang pas, hmm lupa tuh kata - kata begituan" ucap tante ayu geleng - geleng kepala melihat prinsip remaja sekarang.


"iya seriusan tante, hehe tapi kalau ketemu yang pas ngapain di anggurin kan" canda ayra.


"kamu ada - ada aja" ucap tante ayu


"ohh ya om rahmat mana tan?" tanya ayra yang tidak melihat dari tadi omnya.


"itu lagi beli makan, bentar lagi datang " jawab tante ayu.


Mereka pun berbincang - bincang sembari menunggu om rahmat karena kasihan juga ditinggal sendiri tante ayunya.

__ADS_1


__ADS_2